Museum Rudana, Gallery Khusus Untuk Para Pecinta Seni

Museum Rudana diprakarsai oleh Nyoman Rudana sendiri, Museum ini didedikasikan khusus untuk para pecinta seni. Diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1995. Beliau memilih lokasi yang asri untuk menyimpan koleksi lukisan yang telah dikumpulkannya selama puluhan tahun, sehingga sekarang dapat dinikmati oleh kebanyakan pengunjung lokal dan mancanegara.

 

Koleksi dalam museum ini hanya di khusukan pada hasil karya lukisan. Memasuki Museum pengunjung dapat menikmati lukisan klasik dan tradisonal Bali, dilantai pertama dan kedua dipajang lukisan hasil karya lukisan Indonesia modern juga seniman luar negeri. Di lantai tiga dipajang lukisan tradisional hasil karya seniman dari Ubud dan Batuan Bali. Museum ini akan memberi inspirasi dan energi seni kepada pengunjung atau wisatawan yang datang. 

Museum Rudana terdiri dari tiga lantai dengan memegang teguh arsitektur serta filosofi Bali. Ruangan museum dibangun berlantai 3 dimana disesuaikan dengan konsep Triangga, tiga bagian dari tubuh manusia, yaitu kepala, badan serta anggota gerak; Tri Mandalla, tiga pembagian halaman, jeroan, jaba tengah dan jaba sisi, atau halaman dalam, tengah dan luar; Tri Loka, konsep alam semesta yang terbagi atas dhur, bwah, swah atau alam bawah, menengah dan atas.

Lantai atas adalah lantai yang paling diaklarkan dalam museum, ada beberapa ruangan yang merupakan ruangan pribadi pemilik Museum. Di dalam ruangan pribadi tersebut, tidak semua pengunjung dapat memasuki ruangan. Didalamnya terdapat sebuah ruang duduk untuk menerima tamu kebesaran, meja kerja, tempat koleksi untuk menaruh penghargaan dan di salah satu dinding ruangan terdapat surat tulisan tangan dari Michele Obama yang dikirimkan kepada Nyoman Rudana setelah kunjungan beliau ke museum. Semuanya tertata begitu rapi. Di lantai tiga ini, pengunjung dilarang untuk mengambil potret atas karya seninya.

Di lantai dua merupakan ruangan tengah, dimana Nyoman Rudana menata rapi koleksi lukisannya yang lain. Selain itu di ruangan ini juga terdapat 7 Patung Pertuah Hindu yang dipercaya sebagai manusia pertama yang datang keBali dan mengajarkan agama Hindu di Bali.

Di lantai bawah adalah ruangan pameran. Biasanya pameran dilaksanakan setiap 3 bulan sekali, dengan menampilkan tema yang berbeda. Hasil karya dari masing-masing tema didapatkan dari pelukis yang berbeda. Di depan bangunan museum yang megah terdapat bale dan ruang duduk yang biasa digunakan sebagai ruang tunggu, dibagian belakang bangunan museum terdapat taman air mancur dan persawahan yang menghijau.

Selain bangunan museum, juga terdapat bangunan Art gallery, dimana pengunjung dapat membeli lukisan hasil karya pelukis lokal yang telah dipilih oleh Nyoman Rudana sendiri. Lukisan di Art Gallery ini didapatkan dan dipilih sendiri oleh Nyoman dan tim museum dari pelukis lokal dari berbagai penjuru Bali kemudian dipajang disini, untuk kemudian bisa dibawa pulang oleh pengunjung.

Museum ini berdiri megah di Desa Mas, Teges, Ubud, Gianyar. Dengan menggunakan kendaraan bermotor akan lebih mudah ditempuh dari Denpasar  dengan mengambil jalur menuju Ubud melewati Sukawati dan Desa Mas. Museum akan berada di kiri jalan. Sedangkan dengan menggunakan angkutan umum bisa dicapai dengan menuju Ke Ubud yang berangkat dari Terminal Batu Bulan (Denpasar) dengan biaya 5,000 – 8,000 Rupiah sekali jalan.

Koleksi memukau dengan cita rasa tinggi terihat jelas dari hampir keseluruhan lukiasn yang dipajang di museum ini. Museum ini juga menjadi pilihan istri Presiden Amerika, Michele Obama saat berkunjung ke Bali untuk melakukan konferensi antar negara. Sekarang saatnya bagi Anda untuk membuktikan sendiri keindahan museum lukisan ini. (editor: eric)

Baca juga:

1. 6 Pulau di Bali Yang Cantik dan Mempesona

2. 8 Tempat Tersembunyi Penuh Eskotis di Bali Yang Jarang Diketahui Orang

3.5 Pasar Seni Paling Dicari di Bali


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply