Oleh-oleh Enak Khas Tasikmalaya,Terbuat Dari Beras Ketan



 

Ketika jalan-jalan ke luar kota, oleh-oleh merupakan benda wajib dan tidak boleh sampai ketinggalan untuk dibawa pulang. Memilih makanan atau camilan khas suatu daerah yang bisa dijadikan buah tangan buat keluarga ataupun teman, termasuk dari daerah Tasikmalaya di Provinsi Jawa Barat.

Tasikmalaya tidak hanya terkenal dengan kerajinan tangan dan wisata alamnya saja, tetapi juga kaya akan kuliner khas daerahnya. Terdapat beberapa makanan tradisional berbahan baku beras ketan yang bisa dibuat menjadi makanan khas Tasikmalaya ini. Makanan khas tersebut seperti: ulen, opak, Rengginang, wajit, bahkan sampai kolontong. Jenis-jenis makanan ini sudah tidak asing lagi di lidah penduduk Jawa Barat.

Foto Kolontong – Instagram by #kolontong

Salah satu oleh-oleh khas Tasikmalaya yang terbuat dari beras ketan dan patut dicoba yaitu Kolontong. Makanan yang berbentuk menyerupai pilus ini kemudian diberi gula merah asli sehingga membuat makanan ini disukai banyak orang. Cisayong adalah satu di antara banyak daerah penghasil kolontong yang popular akan kelezatannya di Tasikmalaya.

Desa Cisayong dapat menghasilkan makanan kolontong rata-rata 1 ton per bulannya. Desa ini ini dijadikan sebagai satu di antara percontohan desa mandiri program Desa Peradaban Propinsi Jawa Barat. Tidak aneh jika terdapat pengunjung yang datang ke daerah utara Tasikmalaya ini hanya sekedar untuk menelusuri Kolontong Cisayong.  

Kolontong yang dibuat dengan menggunakan tangan atau secara manual, rasanya akan beda sekali dengan kolontong buatan mesin, rasa khasnya akan hilang. Biasanya pesanan Kolontong akan banyak pada saat menjelang hari raya atau acara hajatan, untuk itu Pengusaha akan menambah tenaga kerja dengan cara memberdayakan para tetangganya yang rata-rata dari golongan ibu-ibu. Sebagaimana diceritakan oleh Bapak Djaenudin yang merupakan salah seorang pengrajin Kolontong dari Desa Cisayong.

Foto Opak – Instagram by #opaktasik

Produksi Kolontong, panganan khas Cisayong ini merupakan potensi besar dalam perekonomian warga yang sudah dikerjakan secara turun temurun. Panganan ini cuma satu di antaranya saja, masih ada jenis panganan lain yang tak kalah enaknya, seperti Opak, Rengginang dan Wajit yang memiliki bahan baku sama, yaitu beras ketan.

Kolontong, Ulen dan Opak

Proses pembuatan Kolontong, Ulen dan Opak, pada dasarnya sama. Beras ketan yang sudah di cuci bersih, kemudian di rendam kurang lebih 2 malam selanjutnya dimasak. Setelah itu baru dilakukan penumbukan hingga halus. Untuk panganan ulen, setelah adonan ditumbuk halus barulah dibentuk bulat atau longjong dengan ketebalan kira-kira setengah sampai satu ruas jari kemudian di jemur di terik matahari untuk menghindari jamuran. Sedangkan untuk Opak, adonan di bentuk bulat rata-rata seukuran bakso kecil atau sedang, lalu adonan di cetak hingga pipih, baru di jemur sampai kering kemudian dibakar atau di oven. Untuk jenis Kolontong, adonan yang sudah halus di campurkan dengan gula pasir serta gula aren, aduk hingga benar-benar tercampur rata. Selanjutnya adonan digiling dan dibentuk atau dicetak dengan menggunakan mesin atau alat sederhana. Bahan adonan yang telah dicetak setengah jadi dijemur pada sinar matahari dalam waktu satu hari dalam kondisi cerah hingga kering, setelah itu digunting menjadi bentuk persegi panjang, kemudian disangrai menggunakan pasir hingga mengembang. Kolontong yang telah mengembang tersebut disisihkan lalu dilumuri gula aren cair, kemudian dijemur kembali hingga benar-benar kering air gulanya. Kolontong yang rasanya manis dan sangat renyah khas Sunda ini siap untuk disajikan atau di makan. Harga panganan ini kurang lebih sekitar Rp 25.000 untuk setengah kilogram nya.

Foto Rengginang – Instagram by #opaktasik

Rengginang

Makanan khas Tasik lainnya yang sering dijadikan oleh-oleh adalah Rengginang. Camilan ini ada umumnya disimpan di dalam kotak kaleng sisa kue dan biasanya ada di acara hajatan atau hari besar lainnya seperti lebaran. Rengginang juga sering dijadikan sebagai pelengkap ketika makan nasi atau bahkan dijadikan camilan dikala sedang santai.

Rengginang merupakan camilan primadona bagi sebagian besar masyarakat Tasikmalaya. Dengan rasanya yang gurih dan sangat enak, meskipun proses pengolahannya cukup lama. Camilan ini juga memiliki berbagai rasa, di antaranya; rasa terasi, original, manis dan Rengginang rasa ketan item. Panganan ini dibuat dari bumbu rempah leluhur, menghasilkan cita rasa gurih dan renyah hingga gigitan terakhir. Harga Camilan ini tidak terlalu mahal, sehingga sangat terjangkau oleh siapapun. Untuk harga per 500 gramnya hanya dikenakan kurang lebih Rp25.000.

Foto Wajit – Instagram by #wajittasikmalaya

Wajit

Panganan lainnya yang terbuat dari beras ketan selain Kolontong, Ulen, Opak dan Rengginang adalah Wajit. Dengan rasanya yang manis, Wajit Tasik memang terkenal khas meskipun panganan yang serupa banyak ditemui di berbagai daerah lainnya. Makanan ringan terbuat dari ketan ini dicampur kelapa yang sudah dihaluskan kemudian dimasak bersamaan dengan gula merah. Biasanya wajit akan dibungkus dengan daun jagung yang berwarna putih sebelum disajikan.

Panganan Tasik ini merupakan jajanan tradisional khas daerah. Dengan rasanya yang lezat merupakan daya tarik tersendiri dari wajit ini. Harga panganan ini pun cukup murah sekitar Rp25.000 untuk isi 10 wajit, bentuknya kecil sehingga tidak akan kerepotan pada saat membawanya.

Selamat menikmati !

 

@nisa/berbagai sumber

Leave a Comment