Pasar Malam Sekaten, Agenda Tahunan Jogja

Di kota Yoyakarta terdapat sebuah tradisi tahunan yang digelar selama 1 bulan penuh. Apalagi kalo bukan Sekaten. Sekaten biasa orang menyebutnya dengan Pasar Malam Sekaten. Event ini sudah menjadi agenda kota Yogyakarta sejak abad ke 16 dan masih dilestarikan sampai sekarang. Setiap penyelenggaraannya, Sekaten selalu dipadati oleh pengunjung baik warga lokal, wisatawan hingga turis mancanegara. Di Tahun 2016 ini, Sekaten sudah digelar sejak tanggal 18 November dan akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2016.

Seperti biasa, Pasar Malam Sekaten digelar di Alun Alun Utara Jogja yang dikenal juga sebagai Alun Alun Gede. Sekaten Tahun ini tidak digelar selama sebulan penuh berbeda dengan tahun sebelumnya yang digelar hingga 45 hari.

Pada perayaan Pasar Malam Sekaten, setiap harinya selama acara berlangsung menyajikan beragam seni seperti musik klasik hingga modern, ketoprak wayang dan wayang orang. Selain pentas seni, Sekaten juga menyediakan wahana wahana yang cukup meriah seperti ombak banyu, kora kora, rumah hantu dll. Disini kalian juga dapat berwisata kuliner. Mulai dari jajanan kecil seperti sate manis, bolang baling, onde onde, kue putu hingga yang mengenyangkan sekaligus seperti gudeg nasi goreng dll.

Jika kalian bingung apa sih Sekaten itu dan kenapa harus diselenggarakan? Simak penjelasan berikut:

Sejarah Sekaten

Sekaten merupakan perpaduan antara kegiatan dakwa Islam dengan seni. Sejarah Sekaten menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga sering menggunakan pergelaran karawitannya dengan menggunakan peralatan gamelan Kanjeng Kyai Sekati. Di tengah pagelaran diisi khotbah dan pembacaan ayat ayat Al-quran. Pagelaran seni karawitan sendiri bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jadi, Sekaten merupakan acara memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW dan digelar pada tanggal 5 bulan Maulid atau Mulud (kalender Jawa). Nama Sekaten sendiri berasal dari kalimat Syahadat.

Sebelum acara Sekaten digelar, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan terlebih dahulu. Persiapan tersebut meliputi persiapan batin dan persiapan fisik. Persiapan fisik meliputi alat alat dan perlengkapan yang digunakan untuk upacara Sekaten seperti Gendhing sekaten, Gamelan Sekaten, bunga kanthil, sejumlah uang logam, samir niyaga, busana seragam dan naskah riwayat Maulid.

Gendhing Sekaten merupakan serangkaian lagu yang akan digunakan antara lain Rangkung Patet Lima, Rambu Patet Lima, Rendheng Patet Lima, Gliyung Patet Nem dll.

Pada persiapan batin, abdi dalem yang terlibat dalam perayaan harus menyiapkan mental dan batin untuk menjalankan amanat tersebut. Para abdi yang bertugas memukul gamelan harus mensucikan diri dengan melakukan siram jamas dan puasa. Perayaan Sekatan muali tanggal 6 Maulid ketika Kyai Kanjeng Sekati diboyong dari persemayamannya. Kyai Kanjeng Nogowilogo dipindahkan ke Bangsal Trajumas, sedangkan Kyai Kanjeng Guntur Madu diletakkan di Bangsal Srimangati.  Pada tanggal 11 Maulid, Sri Sultan datang ke Masjid Agung untuk mengikuti Upacara Maulid Nabi Muhammadn SAW. Setelah selesai, gamelan Sekaten dibawa kembali ke Kraton. (sumber: jogjasiana)

Baca Juga

1.Wisata Kota Jogja Yang Harus Kalian Hadiri

2.Denyut Nadi Kreativitas Desa Kasongan

3.Menelisik Mitos Beringin Kembar Alun Alun Kidul


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply