Pecinta Kerajinan Kulit? Manding Siap Diburu!

Tidak hanya terkenal dengan bentangan alam yang sangat luas dan kuliner yang melimpah dan murah serta keramahan warga lokalnya, Yogyakarta atau yang sering disebut dengan Kota Pelajar ini memilik kerajinan kulit yang kualitasnya tidak kalah dengan kualitas kualitas brand ternama. Berlokasi di jalan Wahidin Sudiro Husodo Manding Sabdodadi, Bantul, kawasan ini sudah dikenal dengan kerajinan kulitnya sejak tahun 1957.Kerajinan kulit yang dihasilkan sangatlah beragam, mulai dari gantungan kunci, dompet, tas, sepatu, ikat pinggang jaket dan masih banyak lagi.

Masalah harga sangatlah bervariasi, itu juga tergantung tingkat kerumitannya dan bahan yang dipakai. Kualitasnya pun tidak usah diragukan lagi. Maka dari itu juga, untuk para pecinta kerajinan kulit tempat ini adalah pusat perburuan kalian! Manding juga sudah sering mendapatkan pesanan dari beberapa brand lokal dan mancanegara.

Manding yang menjadi desa dengan penghasil kerajinan kulit ini memiliki asal muasal. Dulu ada 3 pemuda yang bekerja di perusahaan pengelola kulit di pusat kota yang menhasilkan pakaian dan pelana untuk kuda. Selepas dari bekerja di perusahaan kulit tersebut, ketiga pemuda tersebut mulai merintis bisnis kulit sendiri dengan ilmu telah mereka pelajari. Hasil karya mereka sangat jaya dan mampu terkenal hingga mancanegara. Manding pernah mengalami masa jaya pada tahun 1970an hingga 1980an. Walaupun sekarang tidak sejaya dulu, desa Manding tetap menjadi pusat kerajinan kulit di Yogyakarta. Manding memiliki 42 rumah produksi dan 48 showroom yang dikerjakan oleh warga desa Manding sendiri. Desa Manding ini juga bisa disamakan dengan Cibaduyut yang terletak di Bandung.

Kerajinan kulit Manding ini masih memproduksi kerajinannya dengan manual. Mulai dari membuat polanya, menggunting pola dan menjahitnya pun masih manual. Dan kebanyakan orang yang hadir di kerajinan kulit Manding ini biasanya tidak hanya membeli barang yang ready stock, namun banyak juga yang memesan sesuai dengan yang diinginkan. (sumber: panduanwisatajogja)

Baca Juga

1.Pemuda dan Bisnis Kacamata Dari Limbah Kayu

2.6 Spot Ngopi Ala Bali

3.Pameran Gambar Kaca Di Bentara Budaya Jogja


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply