Perhiasaan Bali Dari Pengrajin Perak Dan Emas Desa Celuk Bali Yang Paling Diminati Turis



Jalan-jalan ke Bali tidak akan habis untuk kita explore untuk mendapatkan “local experience”, di seluruh penjuru Bali, makanan, budaya juga kerajinan. Salah satu kerajinan yang paling diminati oleh wisatawan mancanegara adalah kerajinan perhiasaan. Berbicara perhiasaan di Bali tidak bisa lepas dari pengrajin-pengrajin di Desa Celuk – Sukowati Bali.

Desa Celuk – Sukowati Bali penduduknya telah menekuni menjadi pengrajin perak dan emas dari 100 tahun lalu secara turun temurun sejak tahun 1915. Awalnya kerajinan perak dan emas ditekuni untuk keperluan perlengkapan upacara keagamaan. Dengan perkembangan turis yang mulai datang ke Bali tahun 50-an, kerajinan perak dan emas Desa Celuk - Sukawati Bali berkembang dengan berbagai kreasi termasuk paling banyak adalah menghasilkan karya perhiasaan.

Photo ksmtour.com

Perhiasaan dari pengrajin Desa Celuk pernah menjadi primadona yang dibeli turis pada tahun 1980-an kemudian semakin tahun persaingan semakin ketat dikarenakan banyak orang asing yang akhirnya membuka butik-butik perhiasaan di area Ubud dan sekitarnya, walaupun demikian masih menjadi salah satu primadona belanjaan turis untuk menjadikannya oleh-oleh serta primadona export ke luar negeri.

Selain menjadi penghasil kerajinan perhiasaan, Desa Celuk Sukowati – Bali merupakan Desa obyek wisata. Desa Celuk terletak di Kecamatan Sukawati, dan juga berada di jaringan Desa-Desa pengrajin antara Desa Batubulan, Batuan dan juga Desa Mas. Untuk melengkapi koleksi perhiasan wajib bagi traveler membeli salah satu dari kerajinan perhiasaan berupa cincin, kalung, gelang, liotin ataupun bros, yang telah diolah dengan perpaduan perak dengan batu-batuan, permata, mutiara ataupun murni dari perak dengan hasil kreasi yang begitu unik mengidentitaskan budaya Bali.

Desa Celuk sangat mudah untuk di jangkau atau di datangi baik sebagai solo traveler maupun berpergian sercara group, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari arah jalan Bypass area Kuta Bali, apabila ingin merasakan menggunakan bis umum, bisa naik Bus Trans Sarbagita. Traveler atau wisatawan bisa melihat dari dekat para seniman yang sedang berkreasi menghasilkan perhiasan emas maupun perak dengan kwalitas tinggi. Ataupun bisa jalan-jalan menyelusuri sepanjang kanan dan kiri jalan berdiri art-shop yang memajang semua hasil karya seniman kerajinan perhiasaan.

 

Photo by @wirassilverbali

Kerajinan perak itu dipajang di rak-rak kaca tembus pandang. Di beberapa art shop, rak kaca itu sengaja dipamerkan sehingga, meskipun hanya lewat, turis dapat melihat barang-barang kerajinan dari perak tersebut. Maka, tidak sedikit turis yang kemudian singgah. Hanya melihat-lihat atau bahkan membeli banyak kerajinan perak itu.

Harga perhiasan yang dipajang sangat terjangkau untuk di beli, karena di semua art-shop memiliki harga dari Rp.35.000,- sampai dengan jutaan tergantung dari besar kecilnya kerajinan yang ingin kita beli dan perpaduan yang digunakan. Selain perhiasaan art-shop juga banyak menjual hasil karya untuk kelengkapan panjangan interior rumah berupa, kipas, miniature sepeda motor, rumah gadang Sumatra Barat, kunci raksasa, besak, sepeda ontel, bokor-bokor untuk keperluan keagaaman, gelas dan lainnya.

Harga yang tertera di etalase biasanya masih bisa kita tawar, harga akhir tergantung jagonya kita menawarnya. Apabila traveler ingin berbelanja perhiasaan atau hiasan, banyak art-shop juga membuka untuk pengunjung bisa melihat proses pembuatan, baik pembuatan secara tradisional maupun pembuatan dengan proses modern. Apabila traveler tidak sempet datang ke Celuk secara langsung, traveler bisa membeli diberbagai area wisata di Bali seperti di pasar Sukawati, Kuta, Sanur, Nusa Dua, Ubud juga di Kintamani.

Akan lebih menguntungkan apabila traveler ingin berburu kerajinan perak di Desa Celuk – Sukawati, apabila membawa tour guide lokal ataupun temen dari Bali yang bisa menggunakan Bahasa Bali, akan memudahkan untuk berkomunikasi dengan antara traveler dan pengrajin ataupun penjual sehingga pembicaraan lebih terbuka sehingga memudahkan untuk tawar menawar harga. Pengrajin Celuk sudah terbiasa melayani pembelian baik satuan maupun pesanan dengan jumlah partai besar.

Sebagai bahan pertimbangan untuk traveler bahwa sebagian pengrajin Bali tidak begitu suka dengan traveler yang banyak berbicara tetapi tidak jadi membeli hasil kerajinan mereka, jadi apabila ingin mengetahui banyak hal tentang kerajinan perhiasan perak dan emas di Celuk sebisa mungkin juga memiliki alokasi untuk berbelanja juga.

Jangan lupa apabila berwisata ke Bali untuk mampir ke Desa Celuk, guna membeli hasil karya dari negeri sendiri, jangan hanya turis saja yang bangga menggunakan perhiasaaan hasil karya dan kreasi  seniman-seniman Celuk Sukawati Bali, kita orang Indonesia harus bangga juga untuk menggunakan dan mengkoleksi hasil seni anak-anak negeri.

(@nilea/Dari berbagai sumber)

Leave a Comment