Pusat Primata Schmutzer, Istananya Kerajaan Primata Seluruh Dunia



Siapa warga Jakarta yang tidak mengenal Taman Margasatwa Ragunan? Semuanya pasti sudah lumrah mendengar nama tersebut, tapi masih banyak yang belum tahu kalau di dalam kawasan tersebut terdapat kandang gorilla. Ya, tempatnya berada khusus di ujung Taman Margasatwa Ragunan yang bernama Pusat Primata Schmutzer atau yang dikenal sebagai istananya kerajaan primata seluruh dunia.

Pusat Primata ini memiliki koleksi dari beberapa negara dan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Sekitar 25 jenis primata menjadi penghuni Pusat Primata satu-satunya di Jakarta ini. Mulai dari primata asli asal Indonesia seperti Lutung, Owa, Beruk, Orang Utan hingga primata asal Afrika seperti Gorila dan Simpanse, semuanya terawat dan terpelihara dengan baik di pusat primata ini.

Patung gorilla di pintu masuk (sumber foto : indonesiakaya.com)

Selain melihat koleksi primata, di arena ini juga terdapat gua yang di dalamnya terdapat primata-primata yang dibatasi dengan kaca sehingga para pengunjung seakan-akan berada dalam satu lingkungan dengan primata tersebut. Pohon-pohon yang menghiasi pusat primata memberikan keteduhan dan keasrian ketika kita berada di dalam lingkungan pusat primata ini.

Berbagai sarana pendidikan dan hiburan juga melengkapi Pusat Primata ini. Para pengunjung bisa mengunjungi area-area seperti museum, perpustakaan dan teater kecil yang dapat memberikan banyak informasi. Desain arena yang menarik dapat memberikan kenyamanan untuk setiap pengunjung yang menyempatkan waktu untuk datang ke objek wisata ini.

Peta kawasan pusat primata Schmutzer (sumber foto : theatmojo.com)

Salah satu pusat primata terluas di dunia ini didirikan atas bantuan dana dari seorang pecinta hewan dan pelukis keturunan Jerman bernama Nyonya Puck Schmutzer. Nyonya Schmutzer memberikan semua warisan hartanya kepada The Gibbon Foundation untuk membangun fasilitas pusat primata dan pengembangan primata di Indonesia. Atas jasanya, Pusat primata ini kemudian diberi nama sesuai Pusat Primata Schmutzer.

Patut menjadi catatan juga, bagi pengunjung yang datang ke sini tidak boleh membawa makanan ke dalam. Tentunya ada pemeriksaan yang ketat yang bertujuan demi menjaga keberlangusngan hidup primata dari makanan yang berasal luar. Sebagai gantinya di sekeliling Pusat Primata Schmutzer terdapat fasilitas water fountain siap minum yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk menghapus dahaga.

 
Sumber foto : indonesiakaya.com

Selain aktivitas utama melihat Gorila terutama ketika pada jam makan, Pusat Primata Schmutzer juga memiliki Orangutan Tunnel berupa terowongan panjang berkaca dengan pemandangan ke arah habitat orang utan, dan beragam koleksi primata lainnya. Di sana kita berasa dalam suasana hutan yang dikelilingi oleh primata-primata yang berjalan bebas. 

Pusat Primata Schmutzer ini berlokasi seperti dalam peta ini. Untuk menikmati kunjungan ke Pusat Primata Schmutzer, hanya cukup membayar Rp 6000 (senin-jumat) dan Rp 7.500 (sabtu-minggu dan hari libur nasional). Apabila anda ingin menyaksikan film dokumenter Primata anda dikenakan biaya Rp. 150.000 untuk sekali putar dengan kapasitas tempat duduk 85 kursi. (dz)

Related post :

1. Asal usul Reog Ponorogo, Warisan Budaya Yang Mendunia

2. Merasakan Sensasi Hutan Pinus Mangunan Yogyakarta

3. Pantai Ngurtafur Surga di Ranah Timur Indonesia

Leave a Comment