Ranggon Hills, Menikmati Indahnya Panorama Gunung Salak dari Atas Bukit



Ngomongin tempat wisata di Bogor pasti tidak akan ada habisnya. Terdapat banyak obyek wisata yang tak kalah menarik dan mempesona juga kekinian di Bogor. Obyek Wisata Ranggon Hills merupakan salah satu tempat wisata yang berada di lereng Gunung Salak Bogor dan masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (KTNGHS), lebih tepatnya di Gunung Picung, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat 16810.

Foto Ranggon Hills-Instagram by @nies250373

Ranggon Hills merupakan tempat wisata yang mengandalkan pemandangan alam dengan deretan perbukitan dan pepohonan nan hijau tentunya sangat memanjakan mata, serta spot foto dari ketinggian sebagai daya tarik utamanya, sangat cocok untuk bersantai dengan latar hamparan pegunungan yang hijau dan sejuk.

Terkenal dengan dataran tingginya, tidak heran kalau Bogor mempunyai banyak potensi wisata perbukitan. Pemandangan di tempat wisata ini hampir sama dengan wisata serupa yang ada di Jogja seperti Bukit Lintang. Ranggon Hills menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dan masih alami namun mengusung tema mainstream dengan spot selfie berupa Balon Udara, Sepeda Gantung, Lesehan Pohon dan masih banyak lainnya. Wahana yang menjadi favorit bagi pengunjung adalah bangku terbang dan meja terbang yang dibawahnya terdapat pemandangan hijau akan pepohonan. Sebelum memasuki obyek wisata Ranggon Hills, pengunjung terlebih dulu harus membayar biaya retribusi sebesar Rp30.000 untuk masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (KTNGHS), jadi harga Tiket masuk menuju kawasan ini lumayan mahal, sedangkan parkir biayanya Rp5.000 per motor. Pada saat memasuki obyek wisata Ranggon Hills, pengunjung akan dikenakan biaya tiket lagi sebesar Rp10.000, sementara untuk foto selfie saat ini belum dipungut biaya. Untuk menaiki wahana Balon Udara dan Sepeda Terbang atau skybike, pengunjung dikenakan biaya masing-masing Rp5.000 per orangnya.

Foto Balon Udara Ranggon Hills-Instagram by @nies250373

Foto Bulan Sabit Ranggon Hills-Instagram by @nies250373

Bagi pengunjung yang hendak berswafoto untuk menghindari antrian yang panjang, dianjurkan datang saat pagi hari sekitar jam 8 atau 9 agar mendapat hasil foto terbaik, selain itu menghindari datangnya hujan yang tiba-tiba di siang hari.

Karena jalan menuju Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (KTNGHS) cukup menanjak, jadi pastikan kendaraan yang dibawa dalam kondisi prima begitu juga dengan fisik pengunjung harus dalam keadaan fit.

Tidak jauh dari lokasi Ranggon Hills terdapat obyek wisata yang tidak kalah kerennya yaitu Curug Pangeran. Dimana obyek wisata tersebut masih masuk dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (KTNGHS).

Rute jalan menuju Ranggon Hills atau Curug Pangeran dari Kota Bogor, pengunjung bisa mengambil arah ke Kampus IPB Dramaga dan terus mengikuti jalan ke arah Leuwiliang. Setelah menempuh jarak sejauh 3-5 kilometer.

Ada beberapa jalan menuju Ranggon Hills atau Curug Pangeran, berikut adalah rute jalannya:

Pertama, pengunjung bisa melewati Cemplang atau yang dikenal dengan Cibungbulang, lalu menuju Kecamatan Pamijahan sampai ke Salak Endah.

Kedua, pengunjung dapat melewati jalur Cikampak sampai ke kawasan Salak Endah dan yang;

ketiga, pengunjung bisa melalui Cibatok sampai ke Salak Endah, atau bisa juga memilih jalur Tamansari-Gunung Bunder baru sampai ke Salak Endah.

Curug Pangeran merupakan salah satu dari beberapa curug yang ada di kawasan taman wisata Gunung Salak. Lokasi Curug Pangeran bisa dibilang masih belum terlalu ramai dikunjungi pengunjung.

Foto Curug Pangeran-Instagram by #curugpangeranbogor

Dengan belum banyaknya pengunjung yang datang ke tempat ini, sehingga membuat suasana curug semakin menenangkan, sangat tepat untuk sekedar melepas lelah dan menghabiskan akhir pekan serta Refreshing sejenak dari rutinitas sehari-hari. Selain bisa menikmati pemandangan yang indah, pengunjung dapat menghirup udara segar dan menyehatkan.

Pengunjung yang akan masuk wisata Curug Pangeran akan dikenakan biaya tiket masuk yang sangat murah yaitu sebesar Rp5.000 dan ditambah biaya parkir yang tidak sampai Rp10.000. Untuk mendatangi Curug Pangeran, pengunjung harus berjalan kaki atau hiking sejauh kurang lebih 500 meter karena jalanannya yang masih penuh bebatuan jadi harus lebih berhati-hati saat menapakinya. Meskipun begitu pengunjung tidak akan merasa bosan, karena disepanjang perjalanan akan disuguhkan pemandangan alam yang masih asri dan indah ditambah dengan terdengarnya suara gemeriicik air yang makin menambah suasana tenang.

Foto Curug Pangeran-Instagram by #curugpangeranbogor

Curug Pangeran memiliki ketinggian curug sekitar 6 meter dan dibawahnya tampak seperti air di kolam renang yang warnanya jernih kebiruan dan tidak terlalu dalam sehingga pengunjung bisa berenang atau berendam. Curug ini sangat cocok bagi pengunjung yang ingin berlama-lama mandi karena air curugnya tidak terlalu besar dan kolamnya tidak kelewat dalam. Warna air yang kebiruan menjadi daya tarik tersendiri di Curug Pangeran. Di Curug ini pengunjung juga harus lebih berhati-hati jangan sampai terpeleset karena disekitar air terjun terdapat banyak bebatuan yang dipenuhi lumut, keberadaannya menambah suasana alami dan sepi tetapi sedikit berbahaya.

Dibalik keindahan alam yang dimilikinya, terdapat misteri alam gaib Pajajaran di Curug Pangeran yang mungkin belum banyak masyarakat tahu. Dulunya Curug ini adalah tempat patilasan seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran yang merupakan temannya Raden Kian Santang anak dari Prabu Siliwangi.

Hampir disetiap malam Jum’at, warga sekitar masih suka mendengar segerombolan orang sedang mandi dan bermain musik tradisional sunda yang menggema begitu jelas di sekitar kampung juga bunyi kereta kencana, makanya curug ini dinamakan Curug Pangeran. Selain itu Curug Pangeran diyakini warga sekitar bahwa air dari curug tersebut mempunyai khasiat yang sama dengan Curug Kondan dan Curug Cigamea. Jadi siapapun orangnya yang belum mendapatkan atau susah jodoh dengan mandi di air terjun Curug Pangeran akan segera mendapatkan jodoh.

Air yang mengalir turun ke Curug Pangeran, Curug Cigamea dan Curug Kondang merupakan satu aliran, sehingga air dari ketiga curug tersebut mempunyai khasiat yang sama.

Berhubung perjalanan wisata ke Curug Pangeran Gunung Bunder Bogor cukup jauh, apalagi bagi pengunjung yang datang dari Jakarta ataupun Kota Bogor dan sekitarnya, di tempat ini pengunjung bisa menyewa penginapan untuk bermalam di sekitar Curug atau juga bisa berkemah dengan cara membuat tenda sambil menyalakan api unggun agar suasana menjadi hangat.

Selamat berkunjung!

@nisa/beberapa sumber

Leave a Comment