Sate Maranggi, Terkenal Dengan Kelezatan Bumbunya Yang Mendunia



Kelembutan dan kelezatan dagingnya sangat berbeda dengan jenis sate lainnya. Aroma wanginya juga menusuk hidung karena bumbunya sudah meresap ke dalam daging. Benar-benar nikmat dan menggugah selera, inilah Sate Maranggi, sate kebanggan orang Purwakarta. Sate Maranggi terbuat dari daging kambing atau daging sapi. Penjaja Sate Maranggi dapat ditemukan hampir di setiap sudut kota Purwakarta, namu sekarang ini sudah banyak ditemukan di beberapa daerah.

Yang membedakan antara sate Maranggi dengan sate lainnya adalah proses perendaman daging dalam bumbu (marination), sebelum dibuat menjadi sate dan dimasak. Karena proses pembumbuan inilah, maka Sate Maranggi disajikan tanpa saus pendamping. 

Adapun bumbu rendamnya sendiri terbuat dari paduan kecap manis dan beberapa jenis rempah, seperti jahe, ketumbar, lengkuas, kunyit, plus sedikit cuka untuk memberikan sedikit rasa masam, bisa dipakai cuka lahang (cuka yang terbuat dari aren), maupun cuka jenis lainnya.

Sumber : travematekamu

Saat disajikan, Sate Maranggi biasanya disajikan dengan irisan bawang merah dan tomat segar untuk menciptakan paduan rasa yang berimbang antara rasa daging yang gurih. Selain bersama nasi putih, Sate Maranggi ini bisa juga dihidangkan dengan lontong, ketan bakar plus sambal oncom, atau bersama nasi timbel.

Adapun harga seposri sate maranggi seporsi sangat bervariasi tergantung tempat penjual, biasanya berkisar mulai dari Rp 15.000 - Rp 35.000 (10 tusuk) Hidangan Sate Maranggi ini ternyata dikukuhkan oleh Kemenparekraf sebagai salah satu dari 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI) pada tanggal 14 Desember 2012 lalu. 

Asal Muasal Sate Maranggi Yang Mengejutkan

Menurut Chef Haryo Pramoe kepada KompasTravel, Kamis (19/5/2016), Sate Maranggi merupakan hasil asimilasi dengan budaya China. Haryo sendiri terkenal sebagai koki yang mendalami kuliner Indonesia dan juga pendiri Indonesian Food Channel. Ia menuturkan Sate Maranggi sebenarnya berasal dari para pendatang dataran China yang menetap ke Indonesia khususnya di daerah Jawa Barat atau para pendatang yang hidup di tengah-tengah masyarakat Sunda.

Oleh karena itu, lanjutnya, awalnya Sate Maranggi sebenarnya bukan terbuat dari daging sapi atau kambing seperti sekarang ini, melainkan dibuat dari daging babi. Salah satu indikasi Sate Maranggi berasal dari China karena bumbu rempah yang digunakan Sate Maranggi sama persis dengan dendeng babi dan dendeng ayam yang dijual di Hongkong, China, dan Taiwan. Kemudian Sate Maranggi bertransformasi.

Sumber : tumblr

"Terjadi asimilasi, dimana terjadi perkembangan budaya. Ajaran Islam masuk, banyak penduduk yang belajar Islam dan menjadi mualaf, dijelaskan jika babi haram kemudian berubah menjadi daging sapi. Ini adalah bentuk perkembangan kebudayaan," ungkap Chef Haryo yang pernah memasak Sate Maranggi di World Halal Food Festival di Ning Xia, China tahun 2014.

Walaupun demikian, bumbu rempah Indonesia dinilai lebih unggul dibandingkan dengan bumbu asal China dan orang Indonesia sangat pandai mengolah bumbu-bumbu dalam bahan masakan. Maka jangan heran kalau makanan Indonesia hampir disukai semua kalangan warga dunia, salah satunya adalah Sate Maranggi ini yang menjadi hidangan makan siang para CEO di Negeri Ginseng ketika bapak Presiden Jokowi melakukan dinas di sana. (dz)

Related Post :

1. Sate Susu, Sate Dari Puting Susu Yang lezat Dan Berstamina

2. Sate Padang, Sate Kaya Rempah Yang Disukai Semua Golongan

3. 10 Kedai Sate Kambing Di Jakarta Yang Paling Maknyus

Leave a Comment