Secuil Sejarah Bakmi GM dan Gang Kelinci

Asal-usul mi atau mie tak perlu diperdebatkan lagi. Mie termasuk makanan yang paling tua, usianya sudah 2.500 tahun, dan sudah dikenal sejak zaman dinasti Han di Tiongkok. Sebagai makanan pokok, pembuatan mie dilakukan di dapur keluarga. Bentuk mie dulunya tidak panjang, tapi bulat. Karena tidak praktis dan makan waktu untuk membentuknya seperti itu, mie dibuat panjang seperti sekarang.

Masakan Nusantara banyak yang menggunakan mie. Kita kenal mie Aceh maupun bakmi Jawa yang bahan utamanya ya, mie. Begitu juga soto. Sejumlah soto mensyaratkan mie hingga disebut soto mie.

Di luar mie yang berasimilasi jadi masakan Nusantara, ada pula yang tetap setia berinduk ke tanah leluhurnya. Dua di antaranya menjadi merek restoran mie yang kini beken di Jakarta dan sekitarnya: Bakmi GM dan Gang Kelinci.

Sejarah Bakmi GM

Ahli kuliner Hiang Muhaimin suatu kali menulis di Intisari (2006), Bakmi GM mulai dikenal luas sejak 1960-an. Waktu itu masih berupa warung kecil di jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Inisial nama jalan itu yang kemudian menjadi merek warung bakminya.

Dulu, bakmi GM hanya menjual mie karena pemiliknya memang ahli bikin mie. Baru kemudian mie buatannya diberi kuah dan taburan potongan daging ayam. Pembeli bisa duduk menikmati mie aayam di bangku-bangku panjang.

Di situsnya, dikatakan Bakmi GM didirikan pada 1959. Artinya, dua tahun lagi, restoran ini genap berumur 60 tahun. Mei lalu, laman online Jawa Pos menulis Bakmi GM merambah kota Surabaya dengan membuka tiga cabang. Semuanya dimulai dari sebuah warung mie yang hanya bisa menampung lima meja makan. Usaha mie ini dirintis Tjhai Sioe Tjhung dan istrinya, Loei Kwai Fong.

Sejarah Bakmi Gang Kelinci

Cerita mie Gang Kelinci juga bermula dari nama jalan. Tepatnya di gang Kelinci, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Waktu itu di gang tersebut ada beberapa penjual mie. Selain mie Gang Kelinci di gang tersebut juga ada mi A Bun yang cukup banyak peminatnya.

Bakmi Gang Kelinci usianya lebih tua sedikit dari Bakmi GM. bakmi ini tersohor sejak 1957. Awalnya, restoran mie ini berawal dari sebuah gerobak sederhana di depan bioskop Globe Theater, jalan Pintu Besi, Pasar Baru. Pemiliknya adalah Hadi Sukiman.

Tahun 1962, gerobak bakmi Hadi pindah ke jalan Belakang Kongsi No.16, Pasar Baru. Kala itu, jalan itu terkenal dengan sebutan Gang Kelinci. Dari situ nama Bakmi Gang Kelinci lahir.

Awal 1990, Hadi menunjuk putranya Kenny Sukiman melanjutkan usaha Bakmi Gang Kelinci. Sejak itu restoran ini terus membuka cabang di berbagai lokasi di Jakarta dan menjadi kebanggan keluarga Sukiman.** (ade/berbagai sumber)


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply