Sejarah Kuliner Khas Yogyakarta, Gudeg Gori dan Gudeg Manggar

Siapa yang tidak mengenal gudeg saat ini?. Kuliner khas Yogyakarta dengan cita rasa manis gurih, teman menyantap nasi. Bahkan sudah menembus pasaran internasional. Namun apakah kita tahu sejarah kuliner yang satu ini?

Sebelum kita memasuki sejarah gudeg itu sendiri, ada baiknya kita mengetahui bahan baku yang digunakan. Sejauh ini gudeg memiliki 2 jenis varian bila ditilik dari bahan baku dasarnya, yaitu gudeg yang berbahan dasar gori (nangka muda) dan gudeng yang berbahan dasar dari mayang/manggar (bunga kelapa). Keduanya pun memiliki sejarah yang berbeda, untuk lebih jelasnya kita urai satu persatu sejarah gudeg tersebut

Sejarah Gudeg Gori (Nangka Muda)

Sumber Gambar en.wikipedia.org

Konon, Gudeg awalnya adalah makanan kaum ningrat yang berkembang dari dalam Kraton. Kuliner ini pun disajikan untuk keluarga dan kerabat-kerabat keraton saat bertamu.

Sumber lain menceritakan bahwa sejarah gudeg itu berasal dari pembukaan hutan Mentaok untuk pembangunan Keraton Mataram. Saat itu ada seorang prajurit mendapatkan tugas untuk memasak, bahan baku gori dan santan sebagai pilihannya. Karena kedua bahan tersebut berada di arean hutan tersebut. Namun karena sambil mengerjakan menebang pohon yang ada dihutan tersebut, masakan tersebut lupa diangkat dari tungku kurang lebih selama 6 sampai 8 jam, maka jadilah kuliner gudeg.

Informasi lain pun justru bukan prajurit tersebutlah yang menemukan gudeg, tapi seorang istri prajurit yang bernama Sri Sumantri. Beliau ini lah yang pertama memasak gudeg dengan bahan baku gori (nangka), gula dan santan pada tahun 1557.

Namun gudeg itu sendiri berdasarkan isi Serat Centhini, sebuah karya sastra besar tanah Jawa, baru dikenal pada masa 1819. Dalam Serat Centhini disebutkan bahwa gudeg saat itu menjadi makanan rakyat di Jawa termasuk Yogyakarta

Kisah lain pun bergulir di masyarakat, kata gudeg tersebut, berawal pada jaman penjajahan Inggris. Pada salah satu sudut kota yogyakarta tinggalah seorang warga negara Inggris memiliki istri seorang perempuan jawa, Warga negara Inggris tersebut memanggil istrinya dengan sebutan "dek" karena memang panggilan "dek" sudah menjadi tradisi di jawa biasanya untuk memanggil istri yang notabene sebagai ibu rumah tangga. Pada suatu hari sang istri memasak resep turun temurun keluarganya yang menggunakan bahan dari gori (nangka muda) tersebut.

Saat sang suami menyantap masakan yang dimasakkan istrinya tadi selesai makan sang suami berkata agak keras "good dek." "it's good dek" dengan ekspresi senang. Sang istri terkejut dan mulai menceritakan ke tetangga dan teman-temannya kalau sang suami senang sekali dimasakkan resep turun temurun itu dan setiap kali selesai makan-makanan itu dia selalu bilang "good dek" dan dari situlah makanan itu mulai disebut GUDEG sebagai metomorfosis dari kata "good dek"

Sejarah Gudeg Manggar

Ulinulin.com

Bagaimana jika kita mendengar “gudeg manggar”, mungkin kita akan merasa asing nama kuliner yang satu ini. Gudeg manggar adalah gudeg yang berbahan baku dasar dari mayang (bunga kelapa) yang masih muda. Bagi yang baru mengetahuinya, mungkin akan berpikir gudeg manggar ini adalah varian baru dari gudeg. Sebenarnya sejarah gudeng manggar sudah sama tuanya dengan gudeg berbahan baku gori (nangka muda).

Konon, gudeg manggar dibuat oleh Putri Pambayun atau Nyai Ageng Mangir Wonobudoyo pada ratusan tahun lalu. Saat itu, kombinasi buah manggar dan ayam merupakan sebuah kuliner yang kelezatannya tidak tertandingi. Gudeg manggar merupakan salah satu menu kalangan bangsawan dan masyarakat kelas atas. Dahulunya gudeg manggar pun hanya ditemui di Dusun Mangir saja. Menu ini pun hanya disajikan dalam acara-acara tertentu seperti perayaan hari raya agama, pesta keluarga dan acara khusus lainnya

Jika menilik berbagai versi cerita tentang asal usul gudeg, kebenaran kembali kepada masing-masing orang. Sampai saat ini, belum ada sumber-sumber sejarah yang dapat memberikan kepastian tentang asal usul kuliner yang satu ini. Namun kenikmatannya selalu berhasil menepikan rasa keingintahuan tentang sejarahnya dan kuliner gudeg merupakan bagian dari sejarah panjang perkembangan budaya di Indonesia, khususnya Yogyakarta.


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply