Simping, Panganan Murah Meriah Khas Purwakarta Yang Gak Bikin Gemuk



Jalan-jalan ke Purwakarta, selain bertujuan untuk berwisata menikmati indahnya panorama alam, pengunjung juga bisa mencicipi aneka kuliner khas daerah tersebut yang enak dan terkenal juga murah harganya. Serasa kurang lengkap jika bepergian ke suatu tempat tanpa membawa buah tangan yang menjadi khas Daerahnya.

Foto Instagram by #simpingkaum

Selama ini kuliner khas yang terkenal dari Kabupaten Purwakarta yaitu Sate Maranggi, tetapi masih ada lagi khas lainnya dan tersohor hingga luar daerah bahkan luar negeri, tak lain adalah panganan Simping yang bisa dijadikan buah tangan atau oleh-oleh khas daerah ini. Cemilan yang satu ini merupakan kudapan khas dan kebanggan dari daerah Purwakarta.

Simping kencur (cikur), cemilan khas Purwakarta ini bisa dijadikan sebagai buah tangan. Cemilan ringan dan renyah terbuat dari campuran tepung tapioka, terigu ditambah bumbu penyedap serta aneka rasa dari rempah. Simping mempunyai bentuk bulat, lembarannya sangat tipis dan seperti kerupuk tetapi bukan kerupuk, biasanya berwarna putih dengan rasa gurih juga renyah serta kelezatan yang tiada tara bagi para penikmatnya.

Foto Instagram by #simpingkencur

Dengan memiliki rasa yang khas dan harganya juga cukup terjangkau, sehingga membuat orang ketagihan untuk membelinya. Apalagi seiring dengan permintaan pasar yang boleh dibilang cukup bagus, cemilan simping dibuat dengan berbagai macam varian, mulai dari simping rasa durian, pandan, strawberry, coklat, nangka, keju, cabe dan simping original rasa kencur. Cemilan tradisional khas Purwakarta yang unik, paling hits, paling istimewa dan paling ngangenin tentunya. Cemilan raos, murah, nagih, cemilan aneka rasa. Harga Simping perbungkus dibanderol Rp8.000 dan Rp11.000 untuk simping jenis wanayasa. Walau harus bersaing dengan makanan ringan lainnya, simping asal Purwakarta tetap menjadi primadona.

Simping merupakan cemilan khas Purwakarta yang bebas kolesterol, karena pada saat proses pembuatannya dilakukan dengan cara tradisional, dimana adonan harus dituangkan satu persatu ke cetakan dan dipanggang di atas api yang sedang, sehingga sangat aman untuk di konsumsi. Meskipun panganan ini sering dikonsumsi, tetapi dijamin gak bikin gemuk penikmatnya. Sempat berjaya di era 90-an sampai 2000-an.

Cemilan yang satu ini juga sangat mudah dijumpai di Purwakarta, apalagi pada saat memasuki daerah yang menjadi sentra pembuatan dan penjualan cemilan tersebut. Dari sekian banyak tempat penjualan simping di Purwakarta, ada satu tempat yang bisa dijadikan rekomendasi untuk membeli simping, yaitu Kaum dengan trademark-nya Simping Kaum, berlokasi disekitar alun-alun dan mesjid Agung Purwakarta tepatnya di Jalan Baing Marzuki, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta Kota. Selain di Kampung Kaum, pengunjung juga bisa mendapatkannya di sepanjang Jalan Kusuma Atmaja, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta Kota, tempat dimana panganan ini pertama kali dibuat oleh masyarakat. Toko disini buka mulai dari jam 8 pagi sampai 8 malam.

Foto Kue Gapit Instagram by #oleholehpurwakarta

Foto Kue Semprong Instagram by @oleholehpurwakarta6

Selain simping dengan beraneka rasa, terdapat panganan khas Purwakarta lainnya yang bisa pengunjung beli seperti gapit dan semprong, sama-sama renyah namun berbeda karakteristik rasa. Panganan yang namanya semprong memiliki rasa lebih manis dan gurih dengan rasa jahe dan wijen. Sebungkus kecil simping dipatok harga Rp3.500, yang besar Rp7.500 sedangkan gapit dan semprong semua dikenakan harga Rp8.000 per bungkusnya. Untuk aneka macam keripik dan lainnya memiliki harga yang bervariasi.

Foto Instagram by @oleholehpurwakarta6

Cemilan Simping biasa dijadikan sebagai buah tangan, baik oleh warga setempat yang akan pergi ke luar kota maupun pengunjung yang datang ke Purwakarta. Bagi yang hendak membawa pulang panganan sebagai oleh-oleh dengan menggunakan dus bisa membelinya dengan menambah uang sebesar Rp10.000 atau Rp5.000 untuk travel bag yang sudah di desain khusus oleh Pemkab Purwakarta.

Simping menurut sejarahnya sudah ada sejak zaman dulu pada masa kerajaan Sunda dan biasa dijadikan kudapan para bangsawan kerajaan. Simping Kaum merupakan cemilan khas Purwakarta yang legendaris.

Orang Purwakarta pada awalnya mendapatkan resep untuk membuat simping dari Almarhum Haji Engkun yaitu Orang pertama dari keluarga ningrat yang mengembangkan usaha cemilan tersebut.

Foto Instagram by #simpingkencur

Seiring terkenalnya simping Kaum ini dan dengan naiknya harga bahan baku untuk pembuatan simping, seperti tepung tapioka, belum lagi bahan lainnya yaitu rempah dan buah-buahan karena perasa dalam simping menggunakan bahan alami tanpa perasa buatan, justru membuat usaha cemilan ini semakin sulit dipertahankan. Bahkan banyak juga yang menutup usahanya karena sudah tidak sanggup bertahan.

Produksi simping bermula dari wilayah Kaum, letaknya tidak jauh dari kantor Bupati Purwakarta dan sekarang sudah ada tempat produksi di daerah Pasawahan sampai Wanayasa. Dahulu, hampir semua warga di Kampung Kaum piawai dalam membuat penganan simping. Namun seiring perkembangan zaman, jumlah perajin terus berkurang. Sampai saat ini terdapat hampir 300 pengrajin simping yang masih berproduksi. Sangat mudah mencari produsen simping, jika sedang beruntung pengunjung tidak hanya membeli produk, tetapi juga dapat melihat proses pembuatannya karena cukup unik.  

Selamat menikmati!

@nisa/berbagai sumber

Leave a Comment