Singgah ke Ullen Sentalu Yogyakarta, Museum Terbaik di Indonesia



Museum kerap dikesankan tempat yang angker, sepi, berdebu, dan tua. Namun kesan itu sirna begitu singgah ke museum yang satu ini: Museum Seni dan Budaya Jawa Ullen Sentalu di Yogyakarta. Di situs Trip Advisor, wisatawan Indonesia banyak yang sepakat menyebut Museum Ullen Sentalu sebagai museum terbaik di Indonesia. Wow!

Museum Ullen Sentalu terletak di kawasan wisata sisi selatan Gunung Merapi, tepatnya di kawasan Kaliurang. Oleh sebab itu suasana di sini sangat sejuk, dengan suhu rata-rata 15-25 derajat celcius. Kesan pertama dari museum ini adalah keunikannya.

Bangunan tampak sengaja dibuat mengikuti kontur tanah sekitarnya yang berbukit-bukit, masih asli dengan pepohonan alami. Taman-taman yang asri juga dibuat untuk melengkapi kesan bangunan kolonial masa silam.

Memasuki museum, pengunjung akan langsung disuguhi foto-foto Yogyakarta di zaman Belanda, penghuni keraton, dan gadis-gadis model dalam pose erotis untuk ukuran masa itu. Keheningan, kesejukan, dan cahaya temaram langsung membawa angan-angan melesat ke masa kejayaan empat keraton Mataram Islam di masa silam. Keempat keraton itu adalah Istana Mangkunegaran, Kasunanan Surakarta, Istana Pakualaman, dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Konsep Ullen Sentalu yang juga akronim dari ulating blencong sejatine tataraning lumaku, ungkapan Jawa yang bermakna "pelita kehidupan manusia, sesungguhnya mencoba mengkomunikasikan warisan budaya empat Keraton Mataram Islam melalui media seni fine arts. Lewat lukisan, foto, busana tradisional, dan benda pribadi keluarga kerajaan, kita dapat merekonstruksi kehidupan di balik tembok keraton yang jadi misteri bagi masyarakat kebanyakan.

Menyisir Kehidupan Penghuni Keraton

Imajinasi kita akan semakin lengkap dengan menelusuri Guwo Selo Giri, ruang pamer berbentuk lorong yang dibangun di bawah tanah. Sosok dari tokoh-tokoh kerajaan dinasti Mataram hadir di ruang itu melalui lukisan-lukisan berkualitas sangat baik. Ada Mangkunegoro VIII, Sunan Pakubuwono XII, sampai Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Beberapa keterangan singkat menjelaskan tentang tokoh-tokoh tersebut.

Bangunan berikutnya adalah Kampung Kambang, terdiri atas lima bangunan yang berkesan berdiri di atas kolam air. Dua bangunan berisikan kolam air. Dua bangunan berisikan dokumentasi dua putri raja, yaitu surat-surat pribadi GRAj Koes Sapariyam dari Kasunanan Surakarta (di Ruang Tineke) dan foto-foto GRAy Siti Nurul Kusumawardhani , putri tunggal Mangkunegoro VII dengan permaisuri GKR Timur (di Ruang Putri Dambaan).

Dari tiga ruang lain--Ruang Paes Ageng, Ruang Batik Vorstenlanden, dan Ruang Batik Pesisiran--kita dapat mengetahui tradisi keraton besetta filosofinya melalui motif batik, perhiasan dan kebaya. Kita juga diajak mengolah cita rasa seni dengan menilik beraneka ragam benda seni Djagad Akademik Modern Art Gallery, yang menampilkan karya-karya seniman muda. Areal Taman Kaswargan yang melingkupi museum, dengan patung-patung artistiknya juga dapat mendatangkan inspirasi tersendiri.

Puas menikmati koleksi museum dan keindahan arsitektur Ullen Sentanu, kita dapat bersantai sejenak sambil menikmati teh hangat atau kopi di Buekenhof Restoran. Jika sedang beruntung Anda bisa melihat puncak Merapi dengan jelas dari salah satu sisi restoran.** (ade/sumber: Intisari, Mei 2007 dan berbagai sumber)

Tiket Masuk Museum Ullen Sentalu

Pengunjung domestik
Dewasa: Rp 30.000, anak-anak (5-16 th): Rp 15.000
Pengunjung mancanegara
Dewasa: Rp 50.000, anak-anak (5-16): Rp 30.000

Catatan: Bagi wisawatan domestik yang datang berombongan diharapkan untuk melakukan reservasi lebih dulu supaya mendapatkan prioritas dalam tur. Untuk setiap 25 tiket
akan mendapatkan 1 bonus tiket masuk. Sedangkan bagi rombongan pelajar akan mendapatkan harga khusus.

Jam Buka
Senin: tutup
Selasa – Jumat: 08.30 – 16.00 WIB
Sabtu – Minggu: 08.30 – 17.00 WIB

Leave a Comment