Terhipnotis Fenomena Blue Fire Kawah Ijen

sumber foto header: Santi Sukarnjanaprai/flickr.com

Kawah Ijen merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan yang terletak di perbatasan Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Jawa Timur. Kawah ini ramai dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Salah satu magnet yang menarik wisatawan ialah fenomena blue fire, hanya ada di dunia, Indonesia dan Islandia. Tak heran si blue fire ini menjadi buruan para wisatawan.

Penggunaan nama blue fire di ambil dari kata ‘’blue’’ yang berarti biru dan ‘’fire’’ yang berarti api, maka dari itu blue fire dapat disimpulkan adalah api biru. Banyak peneliti dari luar negeri yang dating ke Banyuwangi hanya untuk menyaksikan keindahan blue fire ini serta menjadikannya objek penelitian yang sangat langka di dunia.


sumber foto: wisatabackpacker.blogspot.com

Konon, api biru di kawah Ijen ini sangat spektakuler dan terbesar di dunia karena tingginya bisa mencapai 5 meter. Namun, yang disebut api biru ini sesungguhnya bukan api. Api biru merupakan fenomena alam biasa.

Seperti yang dilansir detik.com yaitu keluarnya gas belerang panas yang muncul dari celah-celah batuan dengan suhu hingga 600 derajat Celcius dan bertemu dengan oksigen di sekitar.

Untuk dapat mencapainya, wisatawan harus mendaki gunung dengan ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut.

Sangat disarankan bagi wisatawan untuk mengunjungi Kawah Ijen pada musim kemarau agar perjalanan lebih nyaman. Pasalnya, pendakian gunung akan sangat terhambat apabila tanahnya menjadi licin dan akan lebih berisiko dan berbahaya. Fenomena api biru yang sangat indah bisa disaksikan pada pagi hari dari jam 05.00 hingga 06.00 WIB saat matahari masih menyembunyikan sinarnya.

Dari pos pendakian Paltuding, setidaknya membutuhkan waktu 3 jam untuk sampai ke Kawah Ijen. Idealnya, jam 1 dini hari sudah memulai pendakian. Selain memandang keindahan api biru, akan terpampang juga indahnya panorama Kawah Ijen saat matahari terbit.

Tetapi, sebelumnya wisatawan harus berhadapan dengan medan tanah bercampur pasir yang cukup menanjak umumnya membuat napas tersengal dan batuk. Di tengah jalan, wistawan dapat berinteraksi langsung dengan para penambang.

Aktivitas penambangan belerang tradisional, setiap harinya mereka mesti menempuh rute sejauh 3 km ke pinggir kawah untuk menambang belerang dengan memikul beban antara 70-100 kilogram dan peralatan ala kadarnya.

(Baca Juga: Kisah Para Penambang Belerang di Kawah Ijen)

Sekilas Tentang Kawah Ijen

Kawah yang merupakan danau terasam di dunia ini berada di ketinggian kurang lebih 2.387m diatas permukaan laut. Dengan kedalaman 200m dan kawah yang berbentuk elips yang berukuran sekitar 965 x 630m yang mengandung kurang lebih 35 juta meter kubik air asam dan tingkat keasaman yang mendekati titik nol, dapat melarutkan pakaian dan tubuh manusia dengan mudah.

Terbentuk akibat letusan gunung Ijen, luas dari kawahnya bisa mencapai angka 5.466 hektar. Luas tersebut telah membuat kawah Ijen dinobatkan sebagai danau kawah terbesar di dunia. (rdw)

Related Post:

1. Gunung Rinjani, Surga Kecil Singgasan Dewi Anjani

2. Menelisik Mitos Gunung Lawu Yang Penuh Misteri

3. Sunrise Awal 2016 di Puncak Batu

 


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply