Traveler Wajib Tahu, Ini Lho Tarif Masuk Ke Kawasan Raja Ampat

sumber header: raja-ampat.biz

Raja Ampat merupakan destinasi unggulan pariwisata Indonesia dikancah dunia. Selama ini, keindahan alam bawah laut dan jejeran Misool perbukitan karst khas Timur Indonesia ini menjadi primadona yang selalu dinikmati para traveler.

Buat kamu yang ingin ke Raja Ampat, sebaiknya ketahui dulu adanya tarif masuk wisatawan domestik dan mancanegara. Tarif tersebut bernama Tarif Layanan Pemeliharaan Jasa Lingkungan (TLPJ). Fungsinya sebagai dana untuk kegiatan pengawasan, monitoring konservasi, kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Kabupaten Raja Ampat.

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 18 tahun 2014, Kabupaten Raja Ampat menetapkan adanya TLPL pada kawasan Raja Ampat. Tarif sebesar Rp 500.000 dikenakan untuk wisatawan nusantara dan Rp 2 juta untuk wisatawan mancanegara yang wajib dibayar saat wisatawan ingin berwisata di daerah Raja Ampat.

Ada banyak tempat untuk membayar TLPL, di antaranya di loket penjualan tiket di pelabuhan wisata dan pelabuhan besar Waisai, kantor tourism information centre Raja Ampat di depan Bandara Sorong, dan kantor UPTD KKLD Raja Ampat di Waisai.

Harga tersebut bagi pecinta alam merupakan harga yang wajar, pasalnya Raja Ampat wisata minat khusus yang fokus pada keindahan dan kelestarian alam.

Karena TLPL merupakan upaya pengaturan zonasi kawasan, patroli zonasi, peningkatan kesadaran masyarakat untuk onservasi, mendorong kegiatan pariwisata berkelanjutan, dan peningkatan manfaat ekonomi konservasi bagi masyarakat lokal adalah fungsi dari aliran dana yang masuk dari wisatawan.

Apalagi, setelah melakukan pembayaran, maka wisatawan akan mendapat kartu tanda masuk yang berlaku satu tahun sejak masa pembelian. Dengan kata lain, wisatawan tak perlu membayar TLPL untuk kunjungan selanjutnya selama satu tahun masa berlaku.

Tarif masuk akan turun tahun depan

Kabar gembira bagi Traveler yang menganggap TLPL terlalu mahal, tahun 2017 akan ada perencanaan untuk mengubah aturan TLPL.

"Supaya bisa memberi kesempatan pada wisatawan domestik terutama dengan harga yang lebih wajar dan rasional, tapi kami tetap fokus dengan proteksi alam kami," ungkap Kadispar Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo Seperti yang dilansir kompas.com, Selasa (25/10).

Saat ditanya kapan akan diberlakukan harga baru, Yusdi belum dapat menjawab sebab diperlukan koordinasi dari berbagai pelaku pariwisata di Raja Ampat untuk menetapkan harga tersebut.

Artikel lainnya:

1. Melancong Sambil Menikmati Pesona Papua Barat

2. Gunung Rinjani, Surga Kecil Singgasana Dewi Anjani

3. 7 Pulau Dengan Laut Paling Jernih di Indonesia

 

 


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply