Umat Hindu Yogyakarta Melaksanakan Upacara Melasti Di Pantai Ngobaran, Gunung Kidul



Ribuan umat Hindhu dari berbagai pura yang berada di wilayah Yogyakarta telah memadati kawasan pantai Ngobaran, kecamatan Saptosari, kabupaten Gunung Kidul pada Kamis (05/03/2015) untuk melaksanakan upacara Melasti, sebagai upacara pembersihan diri sebelum menyambut hari raya Nyepi 2015 atau 1937 tahun Saka.

Pantai Ngobaran di pilih sebagai tempat upacara Melasti karena di yakini sebagai tempat Muksanya Raja Brawijaya V atau raja Mataram Hindu terakhir. Muksa sendiri dikenal dalam konsep Hindu maupun Budha  adalah terlepasnya urusan keduniawian dan telah lepas pula urusan reinkarnasi (Purnabawa) bersama badan dan ruh menuju Nirwana. Maka tidak mengherankan apabila di pantai Ngobaran ini akan dijumpai banyak bangunan pura, candi dan berbagai arca yang terletak di sepanjang pantai dengan tebing yang curam ini.

Acara diawali dengan penyerahan sesaji oleh masing-masing umat yang akan melaksanakan upacara Melasti. Sesaji atau yang awam di sebut Ubo Rampe ini berisikan berbagai makanan mulai dari sayuran, lauk hingga nasi serta berbagai aksesoris seperti bunga, janur dan uang. Nantinya Ubo Rampe ini akan diletakkan di pinggir pantai dan kemudian akan diikutkan dalam prosesi upacara Melasti ini. Acara berlanjut ketika umat telah berkumpul dan menata berbagai sesaji atau Ubo Rampe yang di bawa di tempat yang di sediakan, kemudian acara di lanjutkan dengan membaca do’a dan mantra yang di pimpin oleh Pendeta Agung.

Setelah prosesi doa selesai, acara selanjutnya adalah memberikan air suci yang telah dikumpulkan dari berbagai pure. Nantinya Pendeta Agung akan membagikan air tersebut kepada umat dengan cara disapukan menggunakan daun. Memasuki acara puncak adalah acara labuhan yang akan dilakukan oleh para pendeta, labuhan ini meliputi melarung berbagai bunga, janur dan bahan makanan, selain itu akan dilepaskan juga bebek, ayam dan burung.

Purwanto, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menjelaskan tentang makna Melasti adalah membuang (melabuh) segala kotoran dan materi yang bersifat keduniawian. Kotoran duniawi dilambangkan dengan berbagai sesaji yang telah dilarung, karena dapat mengakibatkan manusia semakin serakah dengan harta dunia. Selain itu Melasti juga merupakan pengharapan pemberian Tirta Amerta atau air kehidupan yang berasal dari Dewa laut. (Hanung)

Leave a Comment