Wayang Potehi, Riwayatmu Kini

Bangku-bangku panjang berwarna merah yang dijejer di halaman Klenten Tjoe Hwie Kiong, Kediri, Jawa Timur masih terlihat kosong. Hanya tiga orang yang masih setia duduk menunggu pementasan. Mereka menghadap sebuah panggung mini berbentuk minatur rumah dengan warna dominan merah. Di dalam sana, sang dalang bersama asisten menyiapkan karakter-karakter wayang yang hendak dipentaskan sesuai dengan lakonnya.

Bunyi genta bertalu-talu, gesekan rebab dan tiupan srompet menandakan pentas akan segera dimulai. Purwanto (41) membuka pertunjukannya dengan menceritakan sinopsis lakon. Ia akan membawakan sebuah cerita populer dengan tokoh utama Sun Go Kong. Ia adalah tokoh siluman kera baik hati, pengawal Biksu Tong Sam Cong yang melakukan misi perjalanan ke Barat untuk mencari Kitab Suci. Bagi generasi yang tumbuh remaja di era 90-an tentu masih ingat betul cerita ini, karena pernah sangat populer di sebuah televisi swasta.

Purwanto telah menjadi dalang wayang Potehi sejak 1983. Beberapa tahun terakhir, setiap bulan Mei-Juni atau selama dua bulan penuh ia dan rombongannya berpentas wayang Potehi di Klenteng Tjoe Hiwe Kiong – Kediri. Ini adalah ritual rutin perayaan ulang tahun klenteng di bantaran Sungai Brantas yang saat ini telah berusia 197 tahun. Purwanto dibantu asistennya dan tiga pemusik yang mengiringi selama pementasan. Setiap hari ia berpentas dua kali, pukul 15.00 – pukul 17-00 dan pukul 19.00 – pukul 21.00.

Namun pentas wayang Potehi di Kediri jarang menarik perhatian penonton. Pementasan wayang Potehi sering hanya ditonton 1-5 orang setiap harinya. Bahkan ada beberapa hari yang tanpa penonton sama sekali. Namun Purwanto yang bergabung di paguyuban wayang potehi di Gudo – Jombang ini tetap mementaskan wayangnya meski pertunjukan tanpa penonton, karena pentas ini adalah bagian ritual dari hari jadi klenteng. Kalender pertunjukan sudah penuh selama dua bulan Mei-Juni, sekaligus nama-nama donatur pembayar honor pementasan tertera dipapan pengumuman.

Wayang Potehi adalah warisan budaya yang sudah sangat tua, hampir 3.000 tahun. Seni pertunjukan tradisional umat Tionghoa ini di bawa ke Indonesia oleh imigran China. Saat ini, justru dalang wayang Potehi 90 persen berasal dari suku Jawa. Mereka sekarang berhimpun di Klenteng Hong San Kiong, Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang menjadi semacam pusat pendidikan dan penelitian Wayang Potehi yang dipimpin oleh Toni Harsono, yang dijuluki Maisenas Wayang Potehi di Indonesia. (Arief).


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply