Zona Blank 75, Jalur Tengkorak yang Menyesatkan Pendaki di Gunung Semeru

header via volcanoindonesia.wordpress.com

Bagi para pendaki, zona blank 75 sudah tidak asing lagi. Titik tersebut merupakan jalur yang dilewati pendaki ketika pergi dan pulang dari keindahan puncak Gunung Semeru, Mahameru. Kawasan ini juga disebut “death zone” atau jalur tengkorak atau zona kematian pasalnya sudah memakan korban yang tersesat di sini.

Sederhananya, zona blank merupakan nama dari jurang sedalam 75 meter yang terletak di Timur Laut dari puncak mahameru, di luar jalur di sebelah kanan Arcopodo (dari arah puncak). Gambaran medannya adalah lereng berpasir yang jalurnya putus (blank) karena dipisahkan oleh jurang, bahkan ada titik yang mempunyai kedalaman 200-an meter.

Mengapa pendaki bisa masuk ke zona blank 75?

Kebanyakan kasus masuknya pendaki ke kawasan ini saat turun dari puncak Mahameru. Mereka kurang hati-hati dan mengalami disorientasi jalur yang langsung mengarah ke zona blank 75.

Medan yang dilalui adalah pasir, biasanya pendaki meluncur ke bawah seperti bermain ski maka bagi siapa pun yang tidak bisa nge-rem, akan terjun bebas masuk jurang itu.

Karena memang jika dari puncak menuju Arcopodo rutenya bercabang menjadi dua. Rute yang mengarah ke zona kematian tersebut berada di sebelah timur laut atau rute yang berbelok ke arah kanan jika dari puncak, sementara rute yang sebenarnya mengarah agak ke barat laut.

Menuju Arcopodo sebenarnya cukup mudah apabila kondisi cuaca cerah, karena Arcopodo akan mudah terlihat, namun jika cuaca berkabut dan badai, resiko tersesat ke arah Blank 75 akan semakin besar sebab jarak pandang yang terbatas.

Sulit keluar jika sudah masuk zona blank 75

Jurang ini juga disebut zona kematian oleh para pendaki gunung Semeru, pasalnya di jalur tersebut menyebabkan pendaki tersesat, mengalami kecelakaan, terperosok ke jurang, dis-orientasi tanpa tahu arah mana terbaik untuk ditempuh, kehabisan air, kehabisan bekal dan sebagainya.

Apalagi jika sudah kelelahan, mereka kebingungan, ditambah suhu yang mencapai minus 10 derajat celcius saat musim kemarau.

Pun misalnya pendaki yangg telah tersesat tersebut jatuh atau masuk ke area Blank 75, besar kemungkinan survivor tersebut tidak bisa bertahan hidup lama.

Berdasarkan pengamatan, vegetasi di area tersebut tidak mendukung untuk kita melakukan survival. Ditambah lagi tidak ada sumber air dan kondisi cuaca dan suhu kawasan Semeru yang bisa dibilang extreme. Angin kencang dan suhu yang sangat dingin membekukan.

Sekedar informasi dari sebagian besar kejadian diketahui bahwa korban tertinggal dari rombongannya atau lebih memilih berjalan sendiri.

***

Para pendaki lebih berhati-hati saat menghampiri Semeru, meski indah ia juga menyimpan misteri yang perlu dipahami. Karena keselamatan lebih penting, meski nyali berani dimiliki.

rujukan: detik

Artikel lainnya:

1. Misteri Arcopodo yang Terus Dicari Pendaki

2. Gunung Rinjani, Surga Kecil Singgasana Dewi Anjani

3. Menelisik Mitos Gunung Lawu yang Penuh Misteri

4. Menelisik Tanda Tanya Besar Gunung Merapi


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply