10 Rincian Biaya Hidup di Jakarta, Seberapa Mahalkah Ibukota Indonesia Untuk Mahasiswa Atau Keluarga?

ulinulin.com – Sebagai ibukota sekaligus pusat perekonomian di Indonesia, citra Jakarta memang tidak pernah jauh dari sebuah kawasan yang didominasi oleh gedung-gedung tinggi dengan lapangan pekerjaan yang tidak pernah habis serta kehidupan yang glamor.

Hal ini membuat banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia, baik pekerja maupun mahasiswa, tergiur untuk merantau ke Jakarta. Tentunya, dengan harapan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang ideal buat menafkahi keluarga di kampung.

Upah minimum pekerja di ibukota memang lebih tinggi, namun tentu saja biaya hidup di Jakarta juga jauh lebih mahal daripada di kota yang lebih kecil seperti Jogja. Sementara itu, di kota metropolitan lain seperti Bandung, Surabaya, dan Batam mungkin tidak jauh berbeda.

Nah, sebenarnya berapa sih jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan kehidupan yang layak di Jakarta? Kenapa bisa mahal? Berikut ini adalah rincian estimasi biaya hidup di Jakarta 2022 untuk satu orang per bulan. Yuk, disimak dulu.

1. Tempat Tinggal

Tentu saja, hal paling utama yang harus kalian pikirkan ketika akan merantau ke Jakarta adalah tempat tinggal. Ada banyak pilihan untuk akomodasi antara lain kos-kosan, apartemen, dan rumah dengan harga sewa yang bervariasi.

Oh ya, Provinsi DKI Jakarta terdiri dari enam wilayah administratif yakni Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Terkadang, kawasan juga menentukan harga sewa hunian.

Bagi para mahasiswa, pekerja atau pasangan muda yang baru memulai kehidupan, ngekos adalah pilihan yang paling tepat. Harga sewa kamar kost di Jakarta berkisar dari Rp. 1.000.000 hingga 4.000.000 per bulan tergantung dari letak dan fasilitas.

Misalnya, harga kost yang dekat dengan kampus UIN lebih mahal daripada yang letaknya di pinggiran kota. Kost yang memiliki kamar mandi dalam juga harga sewanya lebih mahal daripada yang kamar mandi luar.

Harga kost yang di bawah Rp. 1.000.000 perbulan pun juga ada, namun sangat sederhana dan fasilitasnya pun standar. Rumah kost juga banyak jenisnya seperti khusus wanita atau pria, campur, untuk suami istri, dan lain-lain.

Buat masyarakat dari kelas menengah ke atas yang memiliki budget lebih, sewa apartemen bisa menjadi pilihan alternatif. Sama halnya seperti kost, harga sewa apartemen pun bervariasi, tergantung lokasi, tipenya, dan fasilitas yang diberikan.

Apartemen memiliki tingkat privasi dan keamanan yang lebih tinggi daripada rumah kost serta fasilitas yang lebih lengkap. Rata-rata setiap apartemen menyediakan keamanan 24 jam, kolam renang, fasilitas olahraga, lahan parkir, dan lain-lain.

Selain itu, letak apartemen juga rata-rata di tengah kota seperti misalnya di Kuningan, Jaksel. Nah, ini tentu akan memudahkan mobilitas para perantau ke berbagai tempat.

Namun, harga sewa apartemen jauh lebih mahal daripada kost. Sewa apartemen minimum adalah seharga Rp. 4.000.000 per bulan, dan yang lebih dari Rp. 10.000.000 juga ada lho!

Sementara itu, bagi perantau yang sudah berkeluarga, sewa rumah kontrakan adalah pilihan yang lebih tepat. Biasanya, harga sewa kontrakan mencapai puluhan juta per tahun, tergantung luas dan letaknya.

2. Tagihan Utilitas

Dengan memiliki atau menyewa sebuah tempat tinggal, tagihan utilitas menjadi pengeluaran yang tidak bisa dihindari setiap bulannya. Jumlah tagihan bisa berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pemakaian.

Bagi perantau yang sewa kamar kost, biasanya tagihan utilitas sudah termasuk dalam biaya sewa bulanan. Namun, buat kalian yang memutuskan untuk sewa apartemen atau kontrakan, tagihan utilitas harus dibayar terpisah setiap bulan.

3. Makan dan Minum

Kebutuhan pokok lain yg tidak kalah penting untuk bertahan hidup adalah makan dan minum. Mungkin kalian sudah melihat berbagai cerita dari Quora dan Kaskus tentang biaya makan di Jakarta vs di kota kecil seperti Jogja, Solo, dan lain-lain.

Memang, perbandingan biaya konsumsi di Jakarta dan di kota-kota kecil selisihnya cukup jauh. Misalnya, jika di Solo uang sejumlah Rp. 20.000 bisa untuk tiga kali makan, di Jakarta hanya satu kali makan saja.

Namun, sebenarnya jumlah biaya makan dan minum setiap orang berbeda-beda tergantung gaya hidup. Makan di mall tentunya membutuhkan biaya yg tinggi, yakni Rp. 50.000 hingga 100.000 untuk satu kali makan.

Buat menghemat ada beberapa pilihan, yaitu makan di kantin kampus atau karyawan, beli di warteg, catering bulanan, atau memasak sendiri. Untuk makan, setidaknya kalian membutuhkan Rp. 20.000 per porsi.

4. Biaya Transportasi

Untuk menunjang mobilitas dalam kehidupan sehari-hari sebagai anak rantau, tentunya kalian memerlukan transportasi. Ada dua jenis transportasi yang bisa digunakan, yakni umum dan pribadi.

Sebagian besar warga Jakarta memang memiliki kendaraan pribadi, yaitu mobil atau motor. Menggunakan kendaraan pribadi memang memiliki kenyamanan dan keamanan tersendiri, namun ada pengeluaran lain untuk biaya parkir, bensin, dan perawatan.

Bagi mahasiswa atau perantau awam, menggunakan transportasi umum adalah pilihan terbaik. Beberapa transportasi umum di Jakarta adalah MRT dengan tarif maksimal Rp. 14.000, dan bus Transjakarta dengan tarif Rp. 3.500 sekali jalan.

Sementara itu, dari daerah Jabodetabek ada commuter line dan transportasi online yang tarifnya tergantung dari jarak yg ditempuh. Setidaknya, kalian perlu menyisihkan Rp. 1.000.000 per bulan untuk transportasi.

5. Komunikasi

Agar tetap bisa terhubung dengan keluarga dan teman-teman di kampung, kalian perlu membeli paket data. Nah, kalo biaya ini tergantung provider yang digunakan. Setidaknya, kalian perlu menyisihkan Rp. 50.000 hingga 100.000.

Namun, biaya ini bisa ditekan dengan cara memanfaatkan wifi di tempat-tempat umum, bahkan di kost atau apartemen. Jika kalian ingin pasang wifi sendiri juga bisa, dengan biaya tambahan, mulai dari Rp. 300.000 hingga di atas Rp. 1.000.000 per bulan!

6. Asuransi Kesehatan

Sebagai upaya antisipasi, asuransi kesehatan sangat penting untuk dimiliki. Namun, ada beberapa perusahaan yg akan memberikan jaminan kesehatan. Buat kalian yg ingin memiliki asuransi kesehatan, preminya tergantung dari setiap perusahaan.

7. Belanja Bulanan

Sebagai seorang anak rantau, kalian juga perlu belanja berbagai kebutuhan pokok seperti bahan-bahan masak, air galon, persediaan camilan, dan perlengkapan kebersihan. Budget dan sistem belanja setiap orang bisa berbeda-beda.

Namun, untuk perkiraan setidaknya kalian perlu menyiapkan Rp. 300.000 hingga 400.000 per bulan untuk belanja. Biaya yg dihabiskan juga tergantung dari tempat belanja.

8. Hiburan dan Rekreasi

Untuk melepas penat dari keseharian sebagai anak rantau, sebagian besar dari kalian pasti perlu hiburan dan rekreasi. Jakarta memiliki tempat hiburan yg beragam, dari tempat gratis hingga yg sangat mahal.

Buat nonton bioskop, kalian perlu setidaknya Rp. 50.000 untuk tiketnya saja. Di mall, kalian juga bisa shopping, makan-makan, nongkrong di kedai kopi, dan lain-lain. Jika kalian ingin main ke mall, siapkan dana minimal Rp. 200.000.

Tidak hanya mall saja, Jakarta juga memiliki obyek wisata lain seperti museum, taman kota, bahkan yg bernuansa alam seperti pantai walaupun tidak sebersih di Pulau Bali dan daerah Indonesia timur. Budget untuk rekreasi tiap orang tergantung gaya hidup ya!

9. Biaya Lain-Lain

Untuk biaya lainnya, ini mencakup pengeluaran yg tidak terduga seperti mengalami kerusakan, kehilangan, sakit (jika tidak punya asuransi), atau membeli keperluan kuliah bagi mahasiswa. Biaya ini tidak bisa diprediksi, dan berbeda untuk setiap orang.

10. Total dan Kesimpulan

Jadi, jumlah minimal uang yg diperlukan untuk hidup normal di Jakarta adalah Rp. 4.450.000. Namun, perhitungan setiap orang berbeda-beda ya.