13 Hal yang Bisa Menurunkan Angka Harapan Hidup Penderita Diabetes

ulinulin.com – Banyak orang mungkin akan menjadi bertanya-tanya tentang angka harapan hidup mereka setelah didiagnosis terkena diabetes .

Karena bagaimanapun juga, diabetes merupakan penyakit kronis yang bisa menimbulkan berbagai komplikasi berbahaya.

Dalam sebuah laporan yang disajikan Diabetes UK pada 2010, diabetes memang dikatakan bisa menurunkan angka harapan hidup.

Laporan tersebut mengungkap, bahwa diabetes tipe 2 dapat menurunkan harapan hidup penderita hingga 10 tahun, sedangkan penyakit diabetes tipe 1 bahkan bisa mengurangi harapan hidup penderita rata-rata 20 tahun.

Sementara, sebuah penelitian di Kanada pada 2012 menghitung efek diabetes pada angka harapan hidup penderita usia 55 tahun.

Hasilnya, peneliti juga menemukan bahwa penyakit diabetes dapat menyebabkan pengurangan angka harapan hidup rata-rata 6 tahun pada wanita, dan 5 tahun pada pria.

Faktor risiko yang bisa menurunkan harapan hidup penderita diabetes

Melansir Medical News Today, berbagai macam faktor kesehatan dan pengobatan dapat memengaruhi dampak diabetes.

Apa pun yang memperburuk diabetes atau meningkatkan risiko pengembangannya, kemungkinan juga dapat memperpendek harapan hidup seseorang dengan penyakit tersebut.

Beberapa faktor risiko umum yang dapat menurunkan harapan hidup penderita diabetes di antaranya meliputi:

  1. Kelebihan berat badan atau mengalami obesitas , terutama jika melibatkan lemak berlebih di perut
  2. Menjalani pola makan yang rendah serat dan tinggi gula, lemak, serta garam
  3. Merokok
  4. Terrlibat dalam aktivitas fisik tingkat rendah
  5. Sedikit tidur atau tidak cukup tidur
  6. Memiliki tingkat stres yang tinggi
  7. Punya penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan riwayat stroke
  8. Punya penyakit liver
  9. Punya penyakit ginjal
  10. Kadar kolesterol tinggi
  11. Mengalami infeksi
  12. Tekanan darah tinggi
  13. Punya sakit maag atau kondisi gastrointestinal

Selain itu, semakin lama seseorang menderita diabetes, semakin besar kemungkinannya untuk menurunkan harapan hidup.

Demikian juga, semakin muda seseorang saat mereka menerima diagnosis diabetes, maka semakin tinggi risiko mengalami komplikasi terkait diabetes yang bisa memperpendek umur.

Namun, membuat perubahan gaya hidup yang sehat kiranya dapat membantu membalikkan diabetes pada tahap awal dan mencegah seseorang mengembangkannya sama sekali.

Merangkum Health Line, rekomendasi untuk meningkatkan harapan hidup pada penderita diabetes serupa dengan tips manajemen dan pencegahan penyakit ini.

Apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan angka harapan hidup penderita diabetes?

1. Makan dengan sehat

Para penderita diabetes harus membatasi konsumsi makanan yang mengandung gula sederhana, seperti jus dan permen karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Selain itu, lebih baik makan karbohidrat kompleks daripada karbohidrat sederhana.

Penderita diabetes juga harus membatasi asupan alkohol.

Seorang dokter atau ahli gizi dapat diminta saran khusus tentang diet dan konsumsi alkohol bagi penderita diabetes.

2. Berolahraga

Penderita diabetes tidak seharusnya hanya berdiam diri mengandalkan obat.

Selain menjaga pola makan, para penderita diabetes penting juga untuk senantiasa melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga.

Olahraga yang dilakukan dengan baik, benar, secara teratur, dan terukur terbukti dapat membantu menurunkan kadar gula darah .

Tak hanya itu, olahraga bisa digunakan untuk membakar lemak tubuh agar tidak berlebihan dan meningkatkan metabolisme jaringan, seperti menambah kekuatan otot, saraf, dan tulang.

Olahraga bahkan dapat mengurangi tekanan darah dan kolesterol jahat (LDL) serta meningkatkan kolesterol baik (HDL) yang jelas baik juga untuk para penderita diabetes.

Penderita diabetes setidaknya dianjurkan untuk melakukan olahraga 150–300 menit setiap minggu.

3. Menurunkan berat badan

Pada penderita diabates dengan berat badan berlebih, menurunkan 5–10 persen berat badannya dapat secara signifikan mengurangi dampak diabetes.

4. Memantau dan merawat kadar gula darah

Melacak kadar gula darah memungkinkan seorang penderita diabetes untuk menjaga kadar gula darahnya tidak naik.

Sementara itu, obat-obatan seperti metformin dapat membantu menstabilkan kadar gula darah, tetapi hanya jika panderita diabetes meminumnya sesuai resep dokter.

5. Mengikuti rencana perawatan

Ini termasuk menghadiri pemeriksaan rutin dan mengikuti petunjuk dokter tentang strategi gaya hidup dan pengobatan.

6. Mengelola risiko kardiovaskular

Banyak kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan efek diabetes, seperti penyakit ginjal dan jantung, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di antara penderita diabetes.

7. Mencegah infeksi

Mencuci tangan secara teratur dapat mengurangi risiko infeksi.

Penderita diabetes berisiko lebih tinggi terkena infeksi, seperti influenza, pneumonia, dan infeksi saluran kemih.

Infeksi yang relatif kecil pada orang tanpa diabetes dapat mengancam jiwa pengidap penyakit tersebut.

Selain itu, luka kulit membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, dan jika menjadi ulserasi, amputasi mungkin diperlukan. Hal ini dapat menurunkan harapan hidup seseorang, menurut penelitian Diabetes UK.

Untuk mencegah komplikasi ini:

  • Praktikkan kebersihan yang baik, termasuk mencuci tangan
  • Dapatkan vaksinasi rutin untuk melindungi dari flu dan penyakit lainnya
  • Periksa kaki dan bagian tubuh lainnya secara teratur untuk menemukan luka yang mungkin perlu diperhatikan
  • Mencari bantuan medis sejak dini untuk infeksi, termasuk infeksi dada

8. Mengurangi stres

Stres merangsang pelepasan hormon yang dapat meningkatkan gula darah dan mengganggu regulasi insulin.

Yoga, meditasi, dan berbicara dengan doktes spesialis kesehatan jiwa atau psikolog dapat membantu memerangi stres.

9. Pilihan gaya hidup sehat lainnya

Ini termasuk cukup tidur dan menahan diri dari merokok .

10. Belajar tentang diabetes

Mempelajari cara mengelola diabetes dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang dan menurunkan risiko komplikasi.

Sebuah meta-analisis pada 2016 yang mencakup data dari lebih dari 13.000 orang menemukan bahwa mereka yang terlibat dalam rencana diabetes pengelolaan diri tampaknya memiliki harapan hidup yang lebih lama daripada mereka yang tidak.

Mempelajari tentang kondisi tersebut dapat membekali orang untuk mengelola diabetes mereka lebih efektif daripada jika mereka hanya bergantung pada penyedia layanan kesehatan mereka.