14 Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang yang Patut Diwaspadai

ulinulin.com – Perempuan yang baru pertama kali hamil biasanya sering cemas terhadap kondisi kesehatan janin. Segala upaya perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan janin mulai dari pola makan sehat, olahraga, hingga istirahat cukup.

Walau kesehatan janin sudah diperhatikan dengan baik. Namun, beberapa ibu hamil harus kehilangan calon bayi.

Kondisi tersebut bisa terjadi bila janin tidak berkembang dalam kandungan. Dalam dunia medis, janin tidak berkembang disebut dengan blighted ovum.

Untuk itu, sebaiknya perempuan hamil memperhatikan ciri-ciri janin tidak berkembang. Sehingga, penanganan janin tidak berkembang bisa segera dilakukan.

Apa saja ciri-ciri janin tidak berkembang? Simak ulasan berikut, ya.

1. Detak jantung tiba-tiba berhenti

Ciri-ciri janin tidak berkembang bisa diketahui melalui detak jantung.

Umumnya, detak jantung sudah bisa didengar ketika embrio sudah berubah menjadi janin. Hal ini terjadi saat kehamilan sudah memasuki minggu ke-9 atau ke-10.

Apabila detak jantung janin tiba-tiba berhenti, kemungkinan besar janin dalam kondisi tidak baik-baik saja.

Detak jantung yang tidak terdengar bisa disebabkan posisi bayi atau letak plasenta. Namun, terkadang detak jantung yang berhenti adalah tanda janin telah berhenti berkembang.

Untuk memastikan kondisi kesehatan janin dalam keadaan baik-baik saja, ada baiknya konsultasi ke dokter secara rutin melalui pemeriksaan USG. Tujuannya adalah memastikan perkembangan dan kesehatan janin.

2. Terjadi penurunan level hCG secara mendadak

Ciri-ciri janin tidak berkembang selanjutnya adalah tingkat hCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang rendah dan mengalami penurunan secara mendadak.

HCG merupakan hormon yang diproduksi tubuh perempuan hamil selama menjalani masa kehamilan. Kondisinya bisa naik-turun dan berbeda-beda pada perempuan hamil.

Pada kehamilan yang sehat, kadar hCG akan meningkat setidaknya 50 persen setiap 48 jam. Biasanya kadar tersebut lebih sering terjadi dua kali lipat setiap 48 jam. Kadar hCG akan meningkat pada usia kehamilan ke-10 minggu.

Perempuan hamil perlu memperhatikan kalau tiba-tiba saja kadar hCG lebih rendah dari angka normal. Jika kadar hCG rendah, segera berkonsultasi ke dokter karena kondisi tersebut menjadi tanda awal keguguran.

3. Terjadi Intra Uterine Growth Restriction (IUGR)

IUGR adalah kondisi janin di dalam rahim berukuran lebih kecil dibandingkan ukuran normal yang sesuai dengan usianya. Kondisi janin ini dapat menyebabkan janin berhenti berkembang. Makanya, IUGR (Intra Uterine Growth Restriction) bisa jadi ciri-ciri janin tidak berkembang.

IUGR menunjukkan adanya hambatan atau keterlambatan pertumbuhan janin di dalam kandungan. Hal ini terjadi karena beragam faktor, misalnya anemia, gagal ginjal, dan diabetes.

Selain itu, IUGR bisa dipicu karena adanya masalah pada plasenta. Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik, maka janin di dalam kandungan akan berhenti berkembang.

4. Tinggi fundus tidak berukuran normal alias pendek

Cara mengetahui kehamilan dan memantau perkembangan janin di dalam rahim yakni dengan mengukur tinggi fundus. Tidak heran bila tingkat fundus menjadi salah satu ciri-ciri janin tidak berkembang.

Normalnya, tinggi fundus uteri menyesuaikan dengan usia kehamilan. Fundus pun bisa diukur dari bagian atas rahim ke tulang kemaluan. Menjelang trimester kedua yakni sekitar usia 22-28 minggu, tinggi fundus yang normal yakni 24-25 cm.

Ketika tinggi fundus tidak sesuai dengan angka normal, maka ada masalah dengan perkembangan janin. Hal ini bisa dipicu karena air ketuban terlalu sedikit atau kondisi janin dalam posisi sungsang.

Kemungkinan terburuknya adalah janin tidak berkembang dengan baik.

5. Adanya kelainan saat menjalani USG

Ultrasonography (USG) perlu dilakukan oleh perempuan hamil secara rutin. Tujuannya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus melihat perkembangan janin di dalam kandungan. Sehingga, ciri-ciri janin tidak berkembang bisa dideteksi sejak dini melalui USG.

Jika dalam USG dokter tidak dapat mendeteksi pergerakan janin, maka kondisi tersebut perlu diwaspadai. Janin yang tidak berkembang baik kemungkinan mengalami keguguran.

USG bisa dilakukan sejak kehamilan trimester pertama. Pemeriksaan USG dapat menunjukkan posisi, perkembangan, dan ukuran janin sesuai dengan usia kehamilan.

6. Menurunnya gerakan janin yang semakin hilang

Seiring bertambahnya usia kehamilan, seharusnya gerakan janin di dalam perut akan semakin terasa. Adanya aktivitas calon bayi di dalam perut dapat menjadi tanda kalau dirinya berkembang dengan sehat.

Jika gerakan janin benar-benar menghilang atau tidak pernah terasa walau sudah dirangsang dengan berbagai cara, bisa jadi inilah ciri-ciri janin tidak berkembang.

Hilangnya pergerakan janin bisa menjadi tanda ada sesuatu yang salah. Sehingga, kondisi ini perlu dikonsultasikan langsung ke dokter kandungan.

Editors’ Picks

7. Mengalami kram tak tertahankan

Meskipun kram menjadi sering dialami oleh perempuan hamil dan cukup wajar, tapi waspadalah bila rasa kram sudah sangat tidak tertahankan. Kram yang parah bisa jadi ciri-ciri janin tidak berkembang.

Kram hebat pada perempuan hamil bisa menandakan kontraksi. Padahal, umumnya kontraksi muncul menjelang kehamilan. Bila kontraksi terjadi lebih cepat, maka janin yang belum waktunya lahir dapat terdorong keluar rahim.

Gejala kram dapat mengarah pada keguguran, apalagi jika terjadi pendarahan vagina dan nyeri perut bagian bawah.

8. Bercak darah dalam jumlah banyak

Sebenarnya, perempuan hamil mengalami bercak darah adalah hal wajar, apalagi bila kehamilan masih muda. Bahkan, bercak darah menjadi pertanda kehamilan lho. Namun, bercak darah juga bisa termasuk ciri-ciri janin tidak berkembang.

Janin yang tidak berkembang biasanya menyebabkan pendarahan. Bercak darah muncul secara tidak wajar dan jumlah yang banyak.

Warna bercak bisa berbeda-beda, tapi sebagian besar warnanya merah kecokelatan. Bisa jadi bercak darah disertai dengan gumpalan darah.

9. Sakit punggung yang parah

Perempuan hamil cukup sering mengalami sakit punggung, terutama bila memasuki masa trimester ketiga. Pasalnya, ukuran janin semakin besar. Sehingga, punggung perempuan hamil rentan sakit atau nyeri.

Kendati demikian, nyeri punggung bisa jadi adalah ciri-ciri janin tidak berkembang. Umumnya, sakit punggung tidak tertahankan dan disertai gejala lain, seperti pendarahan.

Apabila mengalami tanda-tanda tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Supaya janin yang tidak berkembang tidak menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

10. Payudara tidak sensitif lagi

Seiring dengan membesarnya kandungan, payudara perempuan hamil juga membesar. Kondisi ini terjadi karena tubuh sedang mempersiapkan kelahiran calon bayi.

Perubahan hormon juga memicu payudara lebih sensitif selama kehamilan. Nah, bila payudara mendadak tidak sensitif lagi, maka bisa jadi itulah ciri-ciri janin tidak berkembang.

Lantaran janin tidak berkembang, tubuh berhenti mempersiapkan kelahiran calon bayi. Tubuh juga berhenti memproduksi ASI yang dibutuhkan selama masa menyusui.

11. Keputihan tidak normal

Keputihan selama kehamilan perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa termasuk ciri-ciri janin tidak berkembang lho. Bahkan, keputihan dapat menjadi tanda awal keguguran.

Walaupun keputihan bukan satu-satunya pertanda janin tidak berkembang, tapi ada baiknya hubungi dokter segera. Sehingga, kondisi janin dapat diperiksa secara tepat.

12. Demam tinggi

Perempuan hamil bisa saja demam. Penyebabnya pun beragam, seperti infeksi virus dan bakteri. Akan tetapi, demam tinggi juga termasuk ciri-ciri janin tidak berkembang.

Ada baiknya, perempuan hamil semakin waspada bila demam tinggi disertai gejala lain, seperti ketuban pecah atau pendarahan. Demam dan gejala tersebut bisa menyebabkan komplikasi pada janin.

13. Morning sickness tiba-tiba berkurang

Tanda-tanda kehamilan adalah morning sickness yang lumrah dialami perempuan hamil. Biasanya, morning sickness terjadi pada masa awal kehamilan. Akibatnya, perempuan hamil muda mengalami mual dan muntah di pagi hari.

Apabila morning sickness mendadak berhenti atau tiba-tiba berkurang, bisa jadi perempuan hamil mengalami ciri-ciri janin tidak berkembang. Kamu perlu lebih waspada bila hilangnya morning sickness disertai dengan gejala keguguran.

14. Ketuban pecah lebih cepat

Biasanya, ketuban pecah bila waktu persalinan sudah dekat. Ketuban ini berfungsi sebagai pelindung janin dalam kandungan. Jika ketuban pecah lebih cepat, bisa jadi perempuan hamil mengalami ciri-ciri janin tidak berkembang.

Ketuban pecah sering dikaitkan dengan pertumbuhan janin yang kurang optimal. Untuk itu, perempuan hamil yang mengalami pecah ketuban, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Ciri-ciri janin tidak berkembang memang sulit dideteksi sejak dini, terutama bila tanpa pemeriksaan medis. Namun, perempuan hamil bisa melatih kepekaan. Sehingga, perempuan hamil bisa merasakan perubahan tubuh dan janin yang kurang normal.

Jika janin tidak berkembang, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website popmama.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”