3 Cara Menyampaikan Masalah Kesehatan Mental saat Pandemi ke Atasan

ulinulin.com – Pandemi corona ini memang tidak mengenakkan bagi semua pihak, apalagi jika kamu bermasalah dengan kesehatan mental. Kalau sudah sampai tahap mengganggu pekerjaan, perlukah mengatakan ke atasan bahwa kamu memiliki masalah kesehatan mental?

Pasalnya, situasi belakangan ini yang tidak kian membaik tentu membuat banyak orang merasa frustrasi.

Terlebih lagi jika harus tetap ke kantor lalu menjadi cemas jika terkena corona, memikirkan job security untuk menghidupi diri dan juga keluarga, dan masih banyak lagi.

Nah, Glints sudah menyiapkan serangkaian cara yang bisa dicoba untuk menyampaikan permasalahan ini dengan mudah sekaligus tetap profesional.

Yuk, simak lebih lanjut!

Baca Juga: Ketahui Dampak Pandemi COVID-19 pada Kesehatan Mental dan Cara Mengatasinya

Cara Menyampaikan Permasalahan Mental ke Atasan

1. Cari orang yang tepat

© Pexels.com

Jika mengganggu pekerjaan, memang sebaiknya kamu mengatakan masalah kesehatan mental ini ke atasan.

Bisa jadi isolasi mandiri selama pandemi membuatmu kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan, atau bahkan sesederhana melakukan aktivitas sehari-hari.

Meskipun begitu, kamu masih punya pilihan lain untuk mendapatkan bantuan, kok.

Dilansir dari The Balance Careers, mayoritas orang merasa kurang nyaman membicarakan masalah kesehatan mental di lingkungan kerja.

Padahal, membicarakan permasalahan ini merupakan salah satu tahap awal menjadi lebih baik.

Kalau merasa tidak nyaman berbicara ke atasan, kamu bisa menghubungi HRD (human resources department) dan mencoba untuk bercerita dengan mereka.

Kamu juga bisa menggunakan layanan dari startup kesehatan mental dan langsung berbincang dengan profesional.

Siapa tahu setelah itu kamu jadi lebih luwes untuk mengomunikasikan perihal kesehatan mental ini ke atasan di kantor, kan?

2. Pilih waktu terbaik

© Freepik.com

Ketika ingin mengatakan bahwa kamu memiliki masalah kesehatan mental, pilih waktu terbaik untuk menyampaikannya ke atasan.

Waktu terbaik untuk memberi tahu adalah tentu saja sebelum permasalahan ini menjadi besar dan benar-benar mengganggu pekerjaanmu.

Setelah berbulan-bulan karantina mandiri, bekerja dari rumah dan benar-benar mengurangi interaksi dengan orang di luar rumah, mungkin kamu mulai merasa frustrasi.

Ketika rasa tersebut datang dan mulai memenuhi pikiran, coba utarakan ke atasan yang bekerja denganmu.

Hal ini perlu dilakukan, sebagai semacam ‘peringatan’ ke atasan bahwa kamu sedang mengalami masa-masa sulit dan masih beradaptasi untuk menjaga performa dan produktivitas kerja.

Baca Juga: Yuk, Telusuri Manfaat Minum Teh untuk Kesehatan Mental!

3. Penyampaiannya

© Freepik.com

Hal terakhir yang paling penting adalah cara penyampaiannya.

Beberapa hari sebelumnya, minta waktu ke atasan. Beri tahu bahwa kamu ingin membicarakan masalah kesehatan mental yang sedang dialami secara one-on-one.

Baik itu melalui telepon, video call, atau mungkin bertemu langsung dengan menjalankan protokol kesehatan yang berlaku.

Dengan mengatakan di awal bahwa kamu ingin membicarakan masalah kesehatan mental, penyampaian ke atasan akan terasa lebih mudah nantinya.

Atasanmu juga jadi tahu apa yang ingin dibicarakan dan bisa memikirkan respon yang tepat.

Kamu bisa mengatakan bahwa dengan masalah kesehatan mental yang sedang dialami, workload yang tadinya tidak bermasalah jadi terasa sedikit memberatkan.

Tawarkan solusi ke atasan, seperti mengurangi workload atau membuat jadwal menjadi sedikit fleksibel jika mungkin.

Kamu juga bisa sekadar meminta izin untuk tidak masuk satu hari, guna mengunjungi psikolog atau sekadar untuk rehat.

Pasalnya, menurut Mental Health Foundation, penyakit mental dapat berdampak juga pada kesehatan fisik seperti sakit jantung.

Hal yang Harus Dihindari

Setelah mengetahui berbagai macam cara mengatakan permasalahan kesehatan mental, ada hal yang tidak perlu disampaikan ke atasan.

Hal tersebut adalah cerita yang terlalu personal.

Kamu bisa mengatakan bahwa permasalahan yang dimiliki ini menyangkut kesehatan mental, dan cukup mengganggu pekerjaan.

Dilansir dari The Muse, tidak perlu bercerita panjang lebar yang justru menjadi oversharing. Kamu juga tidak perlu menyebutkan istilah medisnya, kok.

Cukup menjelaskan kondisi yang sedang dialami, bagaimana dampak pandemi ini terhadap kesehatan mentalmu, dan apa yang kamu rasa perlu disampaikan ke atasan.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Self Care di Kantor untuk Menjaga Kesehatan Mentalmu

Setelah mengetahui cara yang dianjurkan dan tidak, semoga kamu bisa leluasa melakukan perbincangan ini dengan atasanmu, ya.

Karena pandemi ini berat untuk semua orang, tentu mereka akan lebih mengerti.

Kalau merasa lebih nyaman berbicara dengan sesama pekerja, selalu ada pilihan untuk membuka diskusi di Glints Komunitas.

Glints Komunitas adalah forum tanya jawab antar sesama pengguna dan ahli dari berbagai macam bidang.

Kamu bisa membicarakan keresahan mental yang dirasakan selama pandemi ini, dan bertukar pendapat dengan pengguna lain.

Yuk, mulai diskusi sekarang!

Sumber

    How to Communicate Mental Health to Your Boss

    Physical health and mental health

    Here’s How to Have an Honest Talk With Your Boss About Your Mental Health

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”