3 Masalah yang Sering Dialami Si Pemillik Kulit Gelap

ulinulin.com – Mengalami Masalah Kulit. (Source: Shutterstock)

Dream – Biasanya, perawatan dan jenis kulit bergantung pada kondisi lapisan sel maupun jaringan di bawah kulitmu. Maka dari itu, jenis kulit seringkali terbagi menjadi kering, berminyak, normal, sensitif, serta kombinasi.

Tapi ternyata, warna kulit juga bisa mempengaruhi kondisi kulit seseorang. Dilansir dari Skincare.com, orang dengan kulit berwarna gelap lebih rentan mengalami jerawat, hiperpigmentasi pasca-inflamasi, dan melasma.

Berikut penjelasan seputar masalah yang berpotensi dialami oleh kulit gelap serta cara mengatasinya.

Jerawat dan Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)

Jerawat dapat mempengaruhi kulit gelap dengan cara berbeda. Ukuran pori-pori pada kulit gelap cenderung lebih besar. Hal ini berkaitan dengan peningkatan produksi sebum.

© Shutterstock

Hiperpigmentasi pasca-inflamasi atau PIH yang ditandai dengan bintik-bintik gelap bisa muncul setelah jerawat mereda. Bersihkan wajah dua kali sehari menggunakan pembersih berformula ringan untuk mencegah maupun mengatasinya.

Kamu juga bisa menggunakan retinoid/retinol untuk mengurangi tampilan jaringan parut pada kulit. Jangan lupa menggunakan tabir surya di pagi hingga sore hari untuk membantu mencegah hiperpigmentasi.

Keloid

© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Keloid merupakan bekas luka yang menonjol dan sulit diatasi. Kondisi ini juga rentan terjadi pada seseorang yang memiliki kulit gelap akibat kecenderungan genetik. Kamu perlu berdiskusi dengan dokter kulit untuk mengatasi keloid.

Melasma

Melasma merupakan bentuk dari hiperpigmentasi yang umum ditemukan pada kulit berwarna. Hal tersebut sering terjadi pada wanita keturunan Latin, Asia Tenggara, dan Afrika-Amerika.

Kondisi ini dapat muncul dengan sendirinya dalam bentuk menyerupai bercak cokelat di pipi. Melasma juga dapat diperparah dengan paparan sinar matahari serta kontrasepsi oral.

Kamu bisa mencegah melasma dengan menggunakan physical sunscreen setiap hari. Pengobatan seperti hydroquinone juga umum dilakukan, namun harus dengan pengawasan dokter kulit.

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita

Ciri Khas Jerawat yang Disebabkan Oleh Jamur

Dream – Benjolan kecil berwarna merah di kulit kerap mengganggu penampilan. Jika kamu melihat benjolan seperti jerawat membandel yang terasa gatal dan tak kunjung mereda, mungkin itu adalah jerawat jamur.

Fungal acne atau jerawat jamur seringkali terlihat persis layaknya jerawat pada umumnya. Tahukah Sahabat Dream bahwa jerawat jamur bukanlah jerawat biasa, melainkan pertumbuhan berlebih dari jamur yang hidup di folikel rambut.

Melansir dari health.com, berikut penjelasan yang perlu kamu ketahui mengenai jerawat jamur.

Apa Itu Fungal Acne?

© Shutterstock

Fungal acne merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh jamur Malassezia, yaitu jamur yang hidup di kulit, tetapi dapat tumbuh berlebihan dalam kondisi tertentu. Ketika jamur tumbuh berlebih, hal ini dapat menyebabkan peradangan pada folikel rambut dan menyebabkan jerawat.

Penyebab Fungal Acne

Penyebab fungal acne yang disebabkan oleh jamur Malassezia adalah kondisi lingkungan yang dapat mendorong pertumbuhan jamur itu sendiri. Menurut American Osteopathic College of Dermatology, berikut yang mendorong pertumbuhan jamur Malassezia.

    Tinggal di iklim panas dan lembabMUA Curhat Riasannya Dihapus Perias Lain, Hasilnya Bikin Pengantin Sedih

    Memiliki produksi kelenjar minyak yang tinggi

    Sering berkeringat

    Tidak berganti pakaian bersih setelah berolahraga

    Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik

    Mengenakan pakaian ketat

    Beberapa kondisi dan obat imunosupresif

Tinggal di iklim panas dan lembab

Memiliki produksi kelenjar minyak yang tinggi

Sering berkeringat

Tidak berganti pakaian bersih setelah berolahraga

Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik

Mengenakan pakaian ketat

Beberapa kondisi dan obat imunosupresif

Gejala dan Ciri-Ciri Fungal Acne

Umumnya, fungal acne sering terlihat di dada dan punggung. Hal ini karena area tersebut cenderung tertutup oleh pakaian, sehingga lebih rentan menjadi lengket, panas, berkeringat.

© MEN

Jenis jerawat ini bisa terlihat seperti jerawat pada umumnya. Sering terasa gatal, dengan tampilan yang serupa dan ruam, juga cenderung disertai benjolan merah. Jerawat ini juga sering memiliki pustula dan sering gatal.

Perawatan untuk Fungal Acne

Pengobatan fungal acne harus diatasi dengan memantau pertumbuhan jamur berlebih pada kulit. Amie Sessa, MD , seorang dokter kulit yang berbasis di Maryland, menyarankan untuk menggunakan krim antijamur untuk mengontrol keseimbangan jamur pada kulit.

© MEN

Namun, jika pengobatan tersebut kurang baik, sebaiknya mengunjungi dokter kulit untuk mendapatkan obat oral, seperti obat kumur.

Fungal acne memiliki kecenderungan untuk kambuh karena berbagai faktor, seperti hormon, dan iklim. Sehingga pengobatan tidak bisa dilakukan hanya dengan semalam.

Bagaimana Mencegah Fungal Acne

Jamur Malassezia hidup di kulit semua orang, sehingga mustahil untuk dihilangkan sepenuhnya. Sebagian orang juga sangat rentan terhadap jamur, yang menyulitkan pencegahan itu sendiri. Namun, kamu bisa melakukan hal-hal berikut yang dapat menjinakkan pertumbuhan Malassezia.

    Hindari mengenakan pakaian ketat untuk waktu yang lama.Highlight di 5 Titik, Wajah Lebih Glowing dalam Sekejap

    Mandi dan ganti pakaian bersih setelah aktivitas berkeringat.

    Gunakan sampo antijamur beberapa kali seminggu sebagai pembersih tubuh untuk mencegah atau membatasi jerawat.

    Gunakan sabun mandi yang melawan jerawat atau untuk pengelupasan kulit.

Hindari mengenakan pakaian ketat untuk waktu yang lama.

Mandi dan ganti pakaian bersih setelah aktivitas berkeringat.

Gunakan sampo antijamur beberapa kali seminggu sebagai pembersih tubuh untuk mencegah atau membatasi jerawat.

Gunakan sabun mandi yang melawan jerawat atau untuk pengelupasan kulit.

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Health

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website dream.co.id. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”