4 Perbedaan Psikolog, Psikiater, dan Konselor, Mana yang Lebih Tepat Untukmu?

ulinulin.com – Mau cari bantuan profesional untuk kesehatan mental tetapi belum tahu apa perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor? Tenang, kali ini Glints akan beri penjelasannya untukmu.

Supaya kamu berlabuh pada pilihan yang tepat, kamu perlu memahami bahwa ketiga profesi ini memiliki beberapa perbedaan yang signifikan.

Mulai dari latar belakang pendidikan hingga pendekatan terhadap masalah yang kamu hadapi.

Lalu, bagaimana caranya memutuskan harus berobat atau konsultasi ke siapa?

Untuk menemukan jawabannya, ayo simak pembahasan Glints berikut ini!

Perbedaan Psikolog, Psikiater, dan Konselor

Supaya bisa memahaminya dengan mudah, berikut adalah beberapa poin penting yang bisa kamu perhatikan agar bisa tahu apa perbedaan antara tiga profesi ini.

1. Latar belakang pendidikan

Psikolog setidaknya melalui sekitar 6 tahun masa pendidikan di perkuliahan jurusan psikologi sekaligus praktik yang diawasi oleh tenaga ahli.

Psikolog juga bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat master dan doktor lalu mendapatkan gelar ‘Dr.’ tetapi mereka bukanlah dokter medis.

Sementara itu, seorang psikiater merupakan dokter medis yang setidaknya telah melewati masa pendidikan selama sekitar 11 tahun.

Psikiater harus menyelesaikan pendidikan kedokteran lalu menjalani 1-2 tahun pelatihan sebagai dokter umum.

Setelah itu, mereka perlu melalui pelatihan lagi selama sekitar 5 tahun untuk bisa menangani penyakit mental secara medis.

Sementara seorang konselor biasanya telah menyelesaikan pendidikan jurusan konseling yang memiliki area fokus yang beragam, seperti:

    pertumbuhan, perkembangan, dan hubungan antarmanusia

    konseling karier

    hubungan sosial dan budaya

2. Peran dan perbedaan penanganan

Perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor selanjutnya terletak pada peran mereka.

Karena memiliki latar pendidikan yang berbeda, ketiga profesi ini juga memiliki peran dan kapasitas yang berbeda dalam membantu menangani keluhan seseorang.

Psikolog akan berfokus menangani keluhanmu dengan memberikan penanganan psikologi, yaitu membicarakan permasalahan yang kamu hadapi dan berfokus pada pola perilaku.

Contohnya, ketika kamu mengalami gangguan kecemasan, psikolog akan mengecek pola tidurmu, frekuensi munculnya kecemasan, dan pikiran negatif yang biasanya timbul.

Setelah itu, mereka akan terus berkomunikasi denganmu supaya bisa membantu kamu membentuk kebiasaan baru untuk mengatasi gangguan kecemasan tersebut.

Di sisi lain, psikiater juga biasanya akan memberi penanganan psikologi namun ditambah dengan penanganan medis lainnya, seperti:

    mengecek kesehatan fisik

    mengecek adanya penyakit tiroid atau kekurangan vitamin

Serta pengecekan medis lainnya sebelum memberikan diagnosa apakah kamu mengalami penyakit mental atau tidak.

Dilansir dari Pepperdine University, seorang konselor memiliki peran yang sangat mirip dengan psikolog, namun mereka tidak melibatkan asesmen klinis layaknya psikolog (seperti asesmen IQ, kepribadian, dan lainnya).

Jadi, seorang konselor tetap mampu mendampingimu berkonsultasi tentang berbagai masalah hidup, namun mereka tidak dibekali kapasitas untuk melakukan tes atau asesmen untuk mendiagnosis gangguan mental.

3. Pengobatan

Dikarenakan peran dan penanganan yang berbeda, akhirnya proses pengobatan yang akan kamu lalui juga tentunya akan berbeda.

Inilah yang menjadi perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor selanjutnya.

Psikolog tidak dapat memberikan resep obat karena mereka berfokus melakukan asesmen pola perilaku dan terapi komunikasi dengan pasien.

Di sisi lain, seorang psikiater bisa memberikan resep obat karena mereka memonitor dampak penyakit mental pada kondisi kesehatan fisik, serta hubungan antara keduanya sebagaimana dilansir dari Web MD.

Selain resep obat, psikiater juga bisa menyarankan jenis penanganan medis lain seperti:

    electroconvulsive therapy (ECT)

    psikoterapi

Di sisi lain, konselor juga mirip dengan psikolog yang tidak dapat memberikan resep obat pada pasien atau kliennya.

Mereka berfokus membantumu mengatasi masalah kesehatan mental dengan cara:

    Mendengarkan keluhan klien.

    Mengembangkan rencana treatment nonmedis.

    Memberikan evaluasi profesional yang membantu klien meningkatkan kemampuannya dalam mengatasi masalah dan mengambil keputusan.

4. Kondisi yang ditangani

Perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor yang terakhir terletak pada jenis kondisi yang bisa dan tidak bisa ditangani oleh masing-masing profesi ini.

Dari penjelasan di atas, sebenarnya dapat kita lihat bahwa penyakit yang dapat ditangani oleh psikiater cenderung lebih kronis.

Hal ini selaras dengan yang disebutkan oleh Stone Ridge Center, bahwa psikolog biasanya menangani kondisi yang tidak terlalu kronis dan tidak memerlukan penanganan medis, seperti:

    masalah pada pola perilaku

    masalah pada kemampuan belajar

    kecemasan

    depresi ringan

Di sisi lain, psikiater biasanya menangani kondisi yang lebih kompleks dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut, seperti:

    skizofernia

    bipolar disorder

    depresi akut

Bagaimana dengan konselor?

Lagi-lagi, konselor memiliki kemiripan dengan psikolog mengenai cakupan keluhan yang dapat mereka bantu untuk atasi, seperti:

    Permasalahan tekanan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam pekerjaan.

    Permasalahan dengan pasangan.

    Permasalahan multikultural dan keberagaman.

    Permasalahan perkembangan manusia dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

Namun perlu diingat, konselor tetap tidak bisa melakukan asesmen klinis ataupun evaluasi psikoanalisis.

Siapa yang Harus Kamu Temui?

Dari penjelasan mengenai perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor di atas, kamu mungkin sudah mulai bisa menentukan mana yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Apabila kamu ingin mengonsultasikan masalah sehari-hari seperti masalah keluarga, karier, atau pasangan, menemui psikolog atau konselor bisa jadi langkah awal yang baik.

Akan tetapi, jika kamu ingin mengonsultasikan gejala gangguan kesehatan mental yang sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya kamu langsung menemui psikiater.

Apakah kamu masih ragu dan bingung? Tak perlu khawatir karena sebenarnya kamu bisa menemui siapa saja di antara ketiganya untuk konsultasi awal mengenai masalah yang kamu hadapi.

Yang terpenting, kamu sudah berani mengambil langkah untuk mencari pertolongan profesional. Jika memang kondisimu kurang cocok dengan kapasitas mereka, mereka pasti akan merekomendasikan pengobatan lain.

Demikian pembahasan Glints mengenai perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor. Semoga kamu bisa temukan pertolongan yang mampu memulihkan kesehatan fisik dan mentalmu, ya.

Apabila kamu mau belajar lebih banyak tentang kesehatan, Glints punya kategori khusus di blog tentang kesehatan kerja, lho!

Topik-topik di dalamnya cocok untuk kamu para pekerja yang pastinya memiliki kondisi dan kesulitan berbeda dalam menjaga kesehatan fisik dan mentalnya.

Semua artikelnya bisa kamu baca secara gratis, mulai dari tips olahraga, asupan makan, pola tidur, cara mengatasi kecemasan di kantor, hingga tips terkait kesehatan fisik dan mental lainnya.

Yuk, baca kumpulan artikelnya di sini sekarang juga!

Sumber

    Counselor vs. Psychologist

    Psychologist vs. Psychiatrist: What’s The Difference?

    Guide to Psychiatry and Counseling

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”