5 Gejala Gondok yang Perlu Diwaspadai

ulinulin.com – Goiter atau gondok adalah kondisi di mana kelenjar tiroid membesar .

Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di leher, di bawah jakun.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin atau disebut juga T4 dan triiodothyronine atau disebut juga T3.

Sebagian besar T4 akan diubah menjadi T3 di luar tiroid.

Di dalam tubuh, hormon-hormon ini berperan dalam fungsi tubuh tertentu, termasuk mengatur suhu tubuh, mood, rangsangan, denyut nadi, hingga pencernaan.

Oleh sebab itu, jika mengalami gondok, berbagai fungsi tersebut bisa menjadi terganggu atau tak berjalan optimal lagi.

Jika tidak ditangani dengan tepat, gondok bahkan bisa menimbulkan sejumlah komplikasi berbahaya, terutama jika ukuran gondok cukup besar.

Berikut beberapa komplikasi gondok yang perlu diwaspadai:

  • Limfoma atau kanker kelenjar getah bening
  • Perdarahan
  • Kanker tiroid
  • Sepsis

Untuk mencegah kondisi tersebut, maka kiranya penting untuk melakukan deteksi dini penyakit gondok .

Gejala gondok

Melansir Cleveland Clinic, gejala utama gondok meliputi:

  1. Bengkak di bagian depan leher, tepat di bawah jakun
  2. Rasa sesak di area tenggorokan
  3. Suara serak
  4. Pembengkakan vena leher
  5. Pusing saat lengan diangkat ke atas kepala

Sedangkan, gejala gondok lain yang kurang umum termasuk:

  • Kesulitan bernapas (sesak napas)
  • Batuk
  • Mengi (karena gondok meremas batang tenggorokan)
  • Kesulitan menelan (karena kerongkongan terjepit)

Beberapa orang yang menderita gondok mungkin juga menderita hipertiroidisme atau tiroid yang terlalu aktif.

Gejala hipertiroidisme bisa meliputi:

  • Peningkatan denyut nadi istirahat
  • Detak jantung cepat
  • Diare, mual, muntah
  • Berkeringat tanpa olahraga atau peningkatan suhu ruangan
  • Gemetar
  • Agitasi, yakni kondisi kejiwaan berupa rasa marah dan gelisah

Beberapa penderita gondok juga mungkin mengalami hipotiroidisme, atau tiroid yang kurang aktif.

Gejala hipotiroidisme dapat meliputi:

  • Kelelahan (merasa lelah)
  • Sembelit
  • Kulit kering
  • Penambahan berat badan
  • Penyimpangan menstruasi

Lantas, bagaimana gondok didiagnosis?

Beberapa tes dapat digunakan untuk mendiagnosis dan mengevaluasi gondok.

Bagaimana saja?

  • Pemeriksaan fisik

Dokter mungkin dapat mengetahui apakah kelenjar tiroid telah tumbuh dengan meraba area leher untuk mencari nodul dan tanda-tanda nyeri tekan.

  • Tes hormon

Tes darah ini mengukur kadar hormon tiroid, yang mengetahui apakah tiroid berfungsi dengan baik atau tidak.

  • Tes antibodi

Tes darah ini mencari antibodi tertentu yang diproduksi dalam beberapa bentuk gondok.

Antibodi adalah protein yang dibuat oleh sel darah putih.

Antibodi membantu mempertahankan diri dari penyerang, misalnya, virus yang menyebabkan penyakit atau infeksi pada tubuh.

  • Ultrasonografi tiroid

Ultrasonografi adalah prosedur yang mengirimkan gelombang suara berfrekuensi tinggi melalui jaringan tubuh.

Gema direkam dan diubah menjadi video atau foto.

Ultrasonografi tiroid mengungkapkan ukuran kelenjar dan menemukan nodul.

  • Pemindaian tiroid

Tes pencitraan ini memberikan informasi tentang ukuran dan fungsi kelenjar.

Dalam tes ini, sejumlah kecil bahan radioaktif disuntikkan ke pembuluh darah untuk menghasilkan gambar tiroid di layar komputer.

Tes ini tidak sering dipesan, karena hanya berguna dalam keadaan tertentu.

  • CT scan atau MRI (magnetic resonance imaging) tiroid

Jika gondok sangat besar atau menyebar ke dada, CT scan atau MRI digunakan untuk mengukur ukuran dan penyebaran gondok.

Lantas, siapa saja yang berisiko terkena gondok?

Melansir Health Line, seseorang mungkin berisiko terkena gondok jika:

  • Memiliki riwayat keluarga kanker tiroid, nodul, dan masalah lain yang memengaruhi tiroid
  • Tidak mendapatkan cukup yodium dalam makanan
  • Memiliki kondisi yang menurunkan kadar yodium dalam tubuh
  • Wanita dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi terkena gondok dibandingkan pria
  • Berusia di atas 40 tahun, di mana penuaan dapat memengaruhi kesehatan tiroid
  • Faktor risiko ini tidak mudah dipahami, tetapi kehamilan dan menopause dapat memicu masalah pada tiroid
  • Jalani terapi radiasi di area leher atau dada, pasalnya radiasi dapat mengubah cara fungsi tiroid

Cara mengobati gondok

Pengobatan gondok pada masing-masing pasien bisa berbeda.

Dokter akan memutuskan jenis pengobatan berdasarkan ukuran dan kondisi gondok pasien, dan gejala yang terkait dengannya.

Perawatan juga didasarkan pada masalah kesehatan yang berkontribusi pada gondok.

Apa saja yang bisa dilakukan sebagai cara mengobati godok?

  • Pengobatan

Jika Anda menderita hipotiroidisme atau hipertiroidisme, obat untuk mengatasi kondisi ini mungkin cukup untuk mengecilkan gondok.

Obat-obatan (kortikosteroid) untuk mengurangi peradangan Anda dapat digunakan jika Anda menderita tiroiditis.

  • Operasi

Operasi pengangkatan tiroid yang dikenal sebagai tiroidektomi adalah pilihan jika gonok Anda tumbuh terlalu besar atau tidak merespons terapi obat.

  • Yodium radioaktif

Pada orang dengan gondok multinodular toksik, yodium radioaktif (RAI) mungkin diperlukan.

RAI dicerna secara oral dan kemudian mengalir ke tiroid Anda melalui darah.

Di sana, RAI akan menghancurkan jaringan tiroid yang terlalu aktif.

  • Perawatan rumah

Bergantung pada jenis gondok Anda, Anda mungkin perlu menambah atau mengurangi asupan yodium di rumah.

Jika gondok kecil dan tidak menimbulkan masalah, Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan sama sekali.