5 Tips Membeli Mobil Bekas Taksi Untuk Anda

ulinulin.com – Saat ini minat masyarakat membeli mobil bekas telah meningkat drastis. Selain karena banyak pilihan mobil bekas yang masih berkualitas baik, faktor lainnya adalah harga mobil baru yang kian mahal menjadi salah satu alasan kenapa mobil bekas laris manis. Berbeda dengan mobil baru, membeli mobil bekas perlu ketelitian yang akurat.

Berbagai macam mobil bekas telah banyak dijual di situs mobil bekas online, termasuk Momobil.id. Mulai dari mobil jenis sedan, MPV, SUV, dan lain sebagainya tersedia di Momobil.id. Namun, kategori mobil bekas lainnya yang banyak diminati adalah mobil bekas yang sempat digunakan sebagai taksi. FYI, perusahaan taksi melakukan pergantian armada taksinya dengan mobil baru setiap lima tahun sekali. Lantas, kemana mobil bekas taksi yang sebelumnya telah diganti dengan yang baru? Jawabannya adalah, perusahaan taksi menjual mobil lama yang telah diganti dengan mobil baru. Tentu saja, agar mobil lama tidak menumpuk, perusahaan taksi biasanya menjual dengan harga yang miring.

Tentu saja, pasti Anda tergiur bukan dapat membeli mobil seperti Toyota Vios bahkan Toyota Alphard sekalipun dengan harga yang miring? Jangan terburu-buru, karena membeli mobil bekas taksi yang sempat digunakan perlu beberapa tips agar Anda tidak salah pilih. Karena, bukan hal yang aneh lagi kalau mobil bekas taksi seringkali memiliki kondisi yang kurang baik. Nah, untuk menghindari hal tersebut, berikut 5 tips untuk Anda jika berencana membeli mobil bekas taksi!

Pilih Perusahaan Taksi Yang Memiliki Reputasi Baik

Sebelum Anda membeli mobil bekas taksi, sepatutnya Anda harus pahami dulu brand taksi apa yang memiliki standar reputasi paling baik? Banyak brand-brand taksi favorit di Indonesia diantaranya, Blue Bird, Silver Bird, Express, Gamya, Cipaganti, dan lain sebagainya. Diantara berbagai brand taksi tersebut, pastinya Anda harus mengenal mana yang terbaik. Tujuannya adalah agar Anda mengetahui secara akurat bagaimana reputasi perusahaan tersebut dalam melakukan perawatan terhadap armada mobil taksinya. Baik dari aspek mesin, interior, maupun eksterior. Jangan sampai Anda salah pilih karena melihat kondisi eksteriornya dalam kondisi baik, namun kondisi mesin malah berjalan rewel dalam waktu tidak lama pasca dibeli.

Jangan Mudah Tergiur Dengan Harga Yang Miring

Harga memang tidak akan pernah menipu. Begitu ungkapan yang sering kita dengar bukan? Jika Anda tergiur dengan mobil bekas taksi dengan harga yang murah, sebaiknya Anda jangan langsung terlena dulu. Karena harga yang ditawarkan berbanding lurus dengan kualitas mobil bekas taksi yang akan Anda beli. Semakin mahal harga yang ditawarkan, semakin baik pula kualitas mesin mobil yang dijual. Selain itu, jika Anda beruntung, Anda bisa saja dapatkan mobil bekas taksi dengan tahun produksi yang masih terbilang muda. Namun, tentu saja, Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan mobil bekas taksi yang masih memiliki kondisi terbaik.

Cek Kondisi Mesin, Suspensi, dan Interior

Dari hal-hal yang menjadi tips sebelum membeli mobil bekas taksi, salah satu hal yang paling penting adalah cek kondisi mesin, suspensi, dan interior untuk mobil yang Anda minati. Hal pertama yang harus Anda cek adalah kondisi mesin. Tentu saja, mesin merupakan nyawa utama dari sebuah mobil. Untuk mengecek kondisi mesin, Anda dapat lihat dari indikator kilometer pada mobil. Idealnya, mobil bekas taksi memiliki rata-rata kilometer mencapai 300.000 kilometer. Hal lainnya, Anda dapat mengecek suara mesin mobil. Dalam aspek ini, kepekaan pendengaran sangat diperlukan. Jika, kondisi mesin mobil masih baik, suara mesin juga akan terdengar halus.

Hal kedua yang perlu Anda perhatikan dalam membeli mobil taksi bekas adalah kondisi suspensi. Indikator ratusan ribu kilometer membuktikan bahwa kondisi suspensi harus dicek secara teliti. Belum lagi kondisi suspensi mobil bekas taksi yang telah menempuh berbagai medan, mulai dari jalanan berlubang, jalanan banjir yang membuat keroposan pada suspensi.

Aspek terakhir yang wajib Anda perhatikan adalah bagian interior mobil. Lakukan pengecekan di sekitar ruang kabin pada mobil, terutama pada aspek AC dan audio player. Selain itu, perhatikan juga bagian-bagian terpencil apakah ada cacat atau tidak.

Periksa Surat-Surat Kendaraan

Jangan sampai setelah kondisi mesin, suspensi, interior, dan lain sebagainya selesai dicek, Anda lupa memastikan apakah surat-surat kendaraan untuk mobil tersebut lengkap atau tidak? Lakukan pengecekan terhadap surat-surat diantaranya, STNK dan BPKB. Tentu saja, STNK dan BPKB harus sesuai nomor rangka dan nomor mesin yang tercatat pada mobil yang hendak Anda beli. Selain itu, biasanya perusahaan taksi menyediakan jasa mengganti plat nomor hitam atas nama pembeli. Dengan begitu, proses pembelian akan semakin mudah dilakukan. Namun, ada juga beberapa perusahaan taksi yang tidak meenyediakan jasa penggantian plat nomor dan atas nama kepemilikan.

Lakukan Test Drive Sebelum Membeli

Setelah segala hal penting telah diperiksa, hal terakhir yang wajib Anda lakukan adalah test drive. Dengan melakukan test drive, Anda dapat merasakan langsung kenyamanan mobil yang Anda akan beli. Selain itu, rasakan juga tenaga dan distorsi dari mesin mobil yang hendak Anda beli. Tentu saja, rasakan pula empuk atau tidaknya suspensi pada mobil Anda. Selamat mencoba!

Begitu lah 5 tips untuk Anda ketika hendak membeli mobil bekas taksi. Tentu saja, harga mobil bekas taksi yang terlampau murah memang sangat menggiurkan bagi Anda yang berminat membelinya. Namun, hal-hal di balik itu juga harus selalu Anda perhatikan jika tidak mau mendapatkan mobil dengan kualitas rendah. Dengan berbagai tips di atas, mobil bekas taksi dengan kualitas terbaik akan bisa Anda dapatkan dengan harga yang terjangkau, namun juga berkualitas baik.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website momobil.id. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”