7 Tipe Interviewer yang Harus Kamu Ketahui agar Sukses Wawancara

ulinulin.com – Bersiap menghadapi pertanyaan yang mungkin dilontarkan interviewer memang bagus. Namun, pernahkah kamu bersiap menghadapi seperti apa tipe interviewer sebelum wawancara kerja?

Jika dalam waktu dekat kamu akan menghadapi wawancara kerja yang penting, sebaiknya kamu mempelajari berbagai tipe interviewer yang akan kamu hadapi.

Memangnya ada apa saja tipe interviewer di perusahaan-perusahaan? Yuk, simak lebih lanjut di bawah ini.

1. Tipe seperti teman

Interviewer jenis ini akan terasa seperti teman dekat sekalipun kamu baru beberapa menit bertemu dengannya.

Biasanya, ia murah senyum dan sifatnya ramah. Bahkan, kadang interviewer ini terasa sedikit terlalu bersemangat.

Kadang juga tipe interviewer yang terasa seperti teman ini menanyakan hal-hal yang agak personal.

Biasanya interviewer ekstra ramah ini usianya masih cukup muda.

Nah, keuntungan dari mendapatkan tipe interviewer ini adalah kamu bisa sedikit lebih rileks. Akan tetapi, jangan terlalu santai juga, ya!

Ketika sebuah perusahaan memiliki interviewer yang sangat ramah seperti ini, kemungkinan budaya kerja perusahaan yang kamu tuju pun tidak terlalu kaku.

Kamu pun harus bisa menyesuaikan dirimu dengan ekspektasi perusahaan ini.

Jika kurang luwes menjawab pertanyaan-pertanyaan interviewer tipe ini, kemungkinan kamu akan dinilai kurang fleksibel untuk perusahaan mereka.

Ikutilah alurnya dan pastikan kamu menjawab semua pertanyaan dengan rileks, namun sesuai dengan pertanyaan yang diberikan.

2. Tipe interogator

Tipe interviewer ini sangat senang bertanya. Pertanyaan yang diberikan pun biasanya berbobot.

Mungkin kamu akan merasa seperti sedang diinterogasi.

Akan cukup sulit juga untuk berbasa-basi dengan interviewer tipe interogator. Mereka cenderung menyukai jawaban yang langsung pada intinya.

Jangan kaget apabila usahamu untuk terlihat bersahabat tidak digubris oleh interviewer yang serius ini.

Biasanya, tipe pewawancara ini sering ditemui pada interview untuk posisi yang memiliki tekanan kerja cukup tinggi, seperti customer service atau profesi di bidang consulting.

Ketika menghadapi wawancara dengan tipe interogator, berusahalah untuk tetap tenang dan jawablah pertanyaan mereka dengan lancar.

Selain itu, kamu juga bisa berikan sedikit jeda sebelum menjawab. Dengan begitu, kamu bisa menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang bisa mengatasi tekanan dengan baik.

3. Tipe sesuai aturan

Tidak ada yang begitu spesial maupun mengejutkan pada tipe pewawancara kerja yang sesuai aturan.

Tipe interviewer ini kemungkinan besar sesuai dengan bayangan kebanyakan orang tentang seorang pewawancara kerja sebuah perusahaan.

Tipe interviewer yang mengikuti aturan biasanya menanyakan hal-hal yang biasa dan sesuai standar dan aturan perusahaan.

Pertanyaannya pun kemungkinan tidak terlalu banyak. Selain itu, respons yang diberikan juga hanya sekadarnya dan terasa cukup monoton.

Jika berhadapan dengan interviewer sesuai aturan ini, kamu cukup beruntung.

Yang harus kamu lakukan adalah bersikap sepantas mungkin dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan sesuai dengan apa yang sudah kamu persiapkan.

Menurut CNN, untuk menghadapi interviewer tipe ini kamu harus benar-benar mempelajari dasar-dasar interview untuk mendapatkan penilaian yang bagus.

4. Tipe pemerhati

Tipe interviewer ini biasanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cukup ringan.

Sehingga, kamu tidak perlu terlalu khawatir atau merasa terbebani untuk memberikan jawaban yang berbobot.

Sering kali sulit untuk mengetahui apakah kamu memberikan jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang diberikan.

Interviewer ini tidak terlalu banyak bicara maupun menunjukkan ekspresi. Bisa dibilang, tipe pemerhati adalah interviewer yang diam-diam menghanyutkan.

Meskipun lebih sering diam dan mendengarkan, tipe interviewer ini biasanya orang yang sangat memperhatikan ekspresi, gerak-gerik, dan jawaban yang kandidat berikan.

Bahkan, penampilanmu juga menjadi sangat penting.

Menurut Minnesota State CAREERwise, pakaian saat interview sangat penting agar kamu tampil profesional. Dengan begitu, kamu bisa membuat kesan pertama yang baik.

Meskipun pertanyaan yang dilontarkan tidak terlalu berat, jangan dianggap remeh, ya.

Untuk interviewer yang satu ini, jawaban yang dilontarkan harus kamu tata dengan baik, begitu pula bahasa tubuhmu saat menjawab.

5. Tipe terburu-buru

Ada, lho, tipe interviewer yang kesannya ingin cepat selesai. Biasanya, interviewer yang terburu-buru ini bisa kamu temukan di acara job fair.

Ketika wawancara di job fair, tentu banyak calon pegawai yang mengantre. Belum lagi, jumlahnya sangat banyak. Hal ini menyebabkan interviewer harus mewawancara dengan cepat.

Biasanya, pertanyaan yang diajukan relatif singkat.

Oleh karena itu, kamu harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi dan memberikan jawaban yang ringkas namun tepat.

Jangan bingung dan jangan juga terlalu lama berpikir maupun basa-basi, karena sudah pasti hal ini menjadi penilaian negatif bagi interviewer yang sedang terburu-buru.

6. Tipe yang mudah terdistraksi

Interviewer tipe ini biasanya sering mengerjakan hal lain ketika wawancara sedang berlangsung.

Mulai dari mengangkat telepon, mengecek email, dan lain sebagainya. Bagaimana cara menghadapinya?

Menurut City University of New York, kamu tidak perlu mengonfrontasi mereka atau berusaha membahasnya.

Usahakan tetap fokus menjawab dengan baik dan jangan biarkan distraksi tersebut ikut mengganggu fokusmu.

Apabila menurutmu interviewer kelihatannya harus mengatasi hal yang sangat darurat, kamu bisa menawarkan diri untuk reschedule jadwal interview.

Namun, jangan lupa untuk menyampaikannya secara sopan, ya.

Pada saat itu, interviewer mungkin tidak punya pilihan selain melakukan interview sambil mengurusi hal urgent tersebut.

7. Tipe pemula

Tak hanya kandidat, ternyata pewawancara juga bisa merasa grogi, lho.

Biasanya, mereka merupakan interviewer pemula yang belum terlalu berpengalaman.

Jadi, justru mereka yang merasa terintimidasi karena menemui kesulitan untuk menyerap semua jawabanmu.

Di samping itu, mereka juga mungkin merasa masih kurang familier dengan posisi yang kamu lamar.

Selain jadi terasa canggung, hal ini juga berpotensi membuatmu tidak bisa memberikan jawaban yang maksimal.

Cara menghadapinya adalah kamu perlu tekankan poin-poin penting pada jawabanmu. Usahakan untuk tetap menjawab secara profesional dan jangan menyepelekan wawancara ini.

Kamu juga perlu menjaga ketenanganmu, jangan sampai rasa gugup mereka mempengaruhimu.

Itulah 7 tipe interviewer yang mungkin bisa kamu temui saat wawancara kerja. Tak bisa ditebak kapan kamu akan bertemu dengan yang mana, jadi memahami semua tipenya akan sangat bermanfaat.

Akan tetapi, memahami tipe pewawancara saja belum cukup.

Ayo pelajari lebih banyak tips interview di Glints Blog! Selain tips menjawab, kamu bisa pelajari beberapa contoh jawaban dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Dengan begitu, kamu jadi lebih siap untuk menghadapi interview yang sesungguhnya.

Tunggu apa lagi? Ayo baca kumpulan artikel tentang tips interview sekarang juga!

Sumber

    10 types of interviewers and how to deal with them

    Dress for Success

    Types of Interviewers

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”