7 Tips ASI Lancar Setelah Melahirkan, Cukupi Nutrisi

ulinulin.com – Setelah melahirkan dan menjadi seorang mama, peran penting lainnya yang harus dijalankan adalah memenuhi asupan nutrisi si Kecil untuk proses tumbuh kembangnya.

Salah satunya dengan memberikan ASI, makanan terbaik bagi bayi yang seharusnya tidak tergantikan selama 6 bulan pertama sejak dirinya dilahirkan.

Namun, tidak semua Mama dapat memiliki ASI yang berkualitas dan berlimpah. Sehingga persiapan mengASIhi ini perlu dipersiapkan sebaik mungkin agar ASI berkualitas dan lancar.

Lantas, bagaimana tips ASI lancar setelah melahirkan? Berikut rangkumkan beberapa tipsnya dalam artikel di bawah ini. Simak sampai akhir yuk, Ma!

1. Mencukupi nutrisi harian

Penelitian menunjukkan bahwa status gizi seorang ibu menyusui berperan penting dalam proses pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan.

Menjaga asupan nutrisi bukan hanya saat proses mengASIhi saja, Ma, tetapi juga dimulai selama kehamilan dan setelah melahirkan.

Mama juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan nutrisi apa saja dan dari mana sumber yang terbaik untuk dikonsumsi setiap harinya. Seperti sayur-sayuran segar, daging, keju, kacang-kacangan, serta berbagai sumber protein lainnya.

Selain itu, Mama juga bisa mengonsumsi rebusan daun katuk ataupun susu khusus ibu menyusui yang biasanya terkandung asupan nutrisi baik untuk membuat ASI menjadi lancar, kental, dan bergizi.

2. Konsumsi suplemen penambah ASI

Selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang memenuhi asupan nutrisi harian, Mama juga bisa mengonsumsi suplemen penambah ASI agar lebih lancar untuk diberikan pada si Kecil.

Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan ini sebaiknya digunakan jika dalam keadaan darurat saja ya, Ma. Dalam artian, dikonsumsi jika ASI yang dihasilkan benar-benar seret atau bahkan tidak keluar sama sekali.

Sebelum itu, Mama juga perlu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter untuk meminta saran penggunaan yang aman dan benar. Jadi, jangan sembarangan mengonsumsi suplemen ASI ya, Ma.

Editors’ Picks

3. Minum madu untuk ibu menyusui

Untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam proses produksi ASI, Mama juga bisa mengonsumsi madu yang saat ini sudah banyak dipasarkan untuk ibu menyusui, salah satunya Rukaiah Madu Lacta.

Madu yang dirancang khusus ibu menyusui ini telah diformulasikan dengan Inovasi Trilogi Formula yaitu daun katuk, gold rich ajwa dan madu murni. Ketiga kombinasi herbal dari mandu ini telah teruji ilmiah dan efektif untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, sehingga mampu meningkatkan kuantitas serta kualitas ASI setelah melahirkan.

Menurut Anna sebagai salah satu Konselor Rukaiah Madu Lacta, “Karena yang paling penting dari pemberian ASI itu justru pertama kali saat bayi lahir. ASI yang dikeluarkan pertama kali itu mengandung kolostrum, yang mana ini gak bisa didapetin dari asi booster ataupun susu formula.”

Selain itu, produk madu untuk ibu menyusui ini juga aman dikonsumsi karena telah terdaftar di BPOM (TR173699781) dan Halal MUI ya, Ma.

4. Lakukan pijat

Untuk cara tradisionalnya, Mama bisa lho melakukan pijatan pada beberapa area tubuh untuk melancarkan produksi ASI. Teknik pijat ini dipercaya mampu merangsang produksi ASI agar lancar setelah melahirkan.

Mama bisa meminta bantuan Papa atau keluarga lainnya untuk melakukannya.Adapun bagian tubuh yang bisa dipijat antara lain yakni punggung dan leher. Tujuannya agar Mama lebih rileks dan tenang, sehingga produksi ASI pun berjalan dengan baik.

5. Kompres hangat

Tips ASI lancar setelah melahirkan yang berikutnya adalah dengan melakukan kompres hangat pada payudara. Saat ASI mulai sulit untuk diperah, biasanya ini akan menyebabkan pembengkakan pada payudara.

Untuk meredakan bengkak, Mama bisa menghangatkan payudara dengan mengompresnya menggunakan handuk yang sudah direndam di air hangat, atau mudahnya bisa mandi dengan air hangat.

Selain itu, Mama juga bisa memberikan rangsangan pada puting dengan menarik lembut atau memutar perlahan. Dengan rangsangan tersebut, ini dapat membuat payudara menjadi lebih rileks dan melancarkan produksi ASI.

6. Menerapkan cara menyusui yang benar

Tips ASI lancar setelah melahirkan yang tak boleh dilewatkan adalah dengan menerapkan cara menyusui yang benar. ASI akan keluar dengan maksimal jika Mama melakukannya dengan teknik yang benar.

Saat menyusui si Kecil, hindari menekan puting susu dan upayakan sebagian besar kalang payudara masuk ke dalam mulut bayi. Dengan begitu, puting nantinya akan berada di bawah langit-langit dan lidah si Kecil yang menekan ASI untuk keluar.

Perlu diketahui pula, ASI yang sudah diberikan pada bayi biasanya akan habis selama 10-15 menit. Kemudian, nantinya ASI akan kembali diproduksi secara penuh setelah 2 jam dari waktu menyusui.

Jadi, menyusui pun harus bergantian antara payudara sebelah kiri dan kanan ya, Ma.

7. Lakukan skin to skin

Saat baru melahirkan, kontak kulit atau skin to skin antara Mama dan si Kecil juga bisa memengaruhi ASI yang lancar, Ma.

Sentuhan ini mampu merangsang hormon di payudara agar memproduksi ASI lebih banyak, sehingga si Kecil pun mendapat asupan nutrisi yang dibutuhkan.

Hindari melakukan kegiatan lain agar Mama fokus pada si Kecil, ya. Dengan begitu, ASI pun akan mengalir deras karena ada rasa tenang dan bahagia saat Mama mengASIhi.

Demikianlah beberapa tips ASI lancar setelah melahirkan. Selain beberapa tips di atas, pastikan juga Mama mencukupi minum air putih agar tetap terhidrasi selama menyusui.

Sebisa mungkin hindari stres dan tenangkan diri, karena Mama yang merasa tenang akan membantu menstimulasi otak untuk mengeluarkan hormon oksitosin dalam merangsang keluarnya ASI.

Tetap semangat dalam mengASIhi ya, Ma!

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website popmama.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”