8 Manfaat Lidah Buaya, Mengobati Luka hingga Lawan Kanker

ulinulin.com – Lidah buaya telah lama dikenal sebagai tanaman yang bermanfaat untuk kecantikan.

Salah satu khasiat tanaman bernama latin Aloe vera itu adalah untuk menyegarkan kulit. Tidak heran, banyak produk kecantikan menggunakan ekstrak lidah buaya sebagai bahan utama.

Namun, siapa sangka, manfaat tanaman berdaging tebal itu tidak hanya untuk kecantikan saja, tapi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Penggunaan lidah buaya untuk keperluan pengobatan bahkan telah digunakan sejak zaman Mesir kuno.

Manfaat Aloe vera untuk pengobatan juga telah dikonfirmasi oleh beberapa penelitian. Beberapa manfaatnya seperti berikut ini.

1. Meredakan heartburn

Heartburn adalah kondisi di mana ada sensasi perih dan panas seperti terbakar pada area sekitar ulu hati.

Penyebab heartburn yang paling sering ditemui adalah gastroesophageal reflux disease (GERD).

Sebuah tinjauan yang terbit dalam Alternative & Therapies pada 2010 menemukan, konsumsi satu hingga tiga ons lisah biaya pada waktu makan dapat mengurangi tingkat keparahan GERD.

Rendahnya toksisitas tanaman membuat lidah buaya dapat menjadi obat yang aman dan lembut bagi heartburn.

2. Mempercepat penyembuhan luka

Melansir dari Medical News Today, orang paling sering menggunakan lidah buaya sebagai obat topikal yang langsung digosokkan ke kulit.

Lidah buaya memiliki sejarah panjang dalam mengobati luka, terutama luka bakar.

Studi menunjukkan bahwa lidah buaya memang dapat menjadi pengobatan efektif bagi luka bakar tingkat pertama dan kedua.

Tanaman ini juga membantu mencegah kemerahan, gatal, dan infeksi.

3. Mengurangi plak gigi

Siapa sangka, menggunakan lidah buaya sebagai obat kumur memiliki manfaat yang besar. Salah satunya untuk mengurangi plak gigi, yang menjadi sebab kerusakan gigi dan gusi.

Dalam sebuah penelitian yang dipulikasikan dalam Ethiopian Journal of Health Sciences menemukan bahwa berkumur dengan jus Aloe vera dapat mencegah timbulnya plak di gigi.

Tanaman yang mengandung banyak air ini juga bisa membantu untuk mengatasi pendaraan atau gusi bengkak.

4. Menurunkan gula darah

Konsumsi dua sendok makan jus lidah buaya per hari memiliki manfaat untuk menurunkan kadar gula darah.

Sebuah tinjauan dari delapan studi menemukan bahwa lidah buaya dapat memiliki manfaat bagi orang-orang dengan prediabetes atau diabetes tipe 2 karena efeknya pada kontrol glikemik.

Ini membuat Aloe vera punya kesempatan sebagai obat diabetes. Meski begitu, konsumsi lidah buaya bersamaan dengan obat diabetes tidak dianjurkan karena dapat menurunkan gula darah pada tingkat yang berbahaya.

5. Melancarkan sembelit

Lidah buaya juga dikenal sebagai pencahar alami.

Melansir dari Healthline, penelitian yang dilakukan pada tikus oleh para ilmuwan Nigeria menemukan bahwa gel lidah buaya dapat meredakan sembelit.

Manfaat ini diapatkan dari lateks, residu kuning lengket yang berada tepat di bawah kulit daun.

Senyawa utama yang bertanggung jawab atas khasiat ini adalah aloin atau barbaloin.

6. Menyembuhkan sariawan

Beberapa penelitian mengkonfirmasi penggunaan lidah buaya dapat mempercepat penyembuhan sariawan.

Dalam penelitian lain, gel lidah buaya tidak hanya mempercepat penyembuhan sariawan, tetapi juga mengurangi rasa sakitnya.

7. Perawatan kulit dan mencegah keriput

Lidah buaya sudah jamak digunakan dalam perawatan kecantikan. Tamanan ini dapat menjaga kulit tetap bersih dan terhidrasi.

Selain itu, beberapa bukti awal menunjukkan bahwa penggunakan lidah buaya secara topikal dapat memperlambat penuaan kulit.

Dalam penelitian tahun 2009 terhadap 30 wanita di atas usia 45 tahun, menggunakan gel lidah buaya oral meningkatkan produksi kolagen dan meningkatkan elastisitas kulit selama periode 90 hari.

8. Berpotensi melawan kanker payudara

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Element-Based Complementary dan Alternative Medicine mengamati sifat terapeutik lidah buaya, terutama dalam senyawa kandungannya.

Para penulis menyarankan bahwa tanaman ini menunjukkan potensi dalam memperlambat pertumbuhan kanker payudara.

Namun, studi ini masih temuan awal sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”