Agar Tetap Aman, Berikut Tips Menghadapi Pembangunan Infrastruktur di Jalan Tol

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/11/08/6kDubyiR/mrt-7-construction-091917-1b10.jpg”>

Ketika perbaikan jalan atau pembangunan infrastruktur sedang dilaksanakan, badan jalan otomatis akan berkurang. Misal yang awalnya terdapat 3 jalur terjadi penyempitan hanya 2 jalur. Belum lagi lalu-lalang para pekerja, kabel dan perlengkapan yang bertebaran di bahu jalan membuat Anda mungkin merasa kesal. Memang ada petugas yang mengatur lalu lintas di beberapa titk agar tetap aman, tetapi itu hanya sementara. Maka dari itu diperlukan strategi agar Anda tetap aman meski melewati jalan tol yang sedang ada perbaikan atau pembangunan infrastruktur.

Saat ini cukup banyak jalan tol yang terkena dampak dari pembangunan infrastruktur seperti MRT atau LRT. Seperti jalan tol Jagorawi dan Cikampek yang membuat badan jalan mengecil. Ketika mobil sedang dalam kecepatan tinggi dan mengantisipasi perbaikan jalan tersebut, tentu tidak ingin terjadi insiden seperti kecelakaan menabrak pembatas jalan atau mobil sekitarnya. Untuk perbaikan jalan terkadang ada jangka waktunya beberapa hari atau minggu. Namun khusus pembangunan infrastruktur membutuhkan waktu jangka panjang antar 2-4 tahun.

Perbaikan jalan berpotensi bahaya bila Anda tidak memperhatikan rambu lalu lintas

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah menghubungi via telepon mengenai info jalan tol. Nomor kontak tersebut umumnya tersedia di layar informasi kondisi lalu lintas jalan tol atau rambu lalu lintas di pinggir jalan tol. Dari telepon informasi jalan tol tersebut Anda bisa menanyakan jalan alternatif agar tidak terjebak kemacetan misalnya, dan mencari jalan yang aman. Tanyakan jalur alternatif yang bisa digunakan untuk sampai ke tujuan Anda.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan teknologi peta digital seperti Google Maps atau Waze. Biasanya peta digital menampilkan info bila memang jalan yang akan Anda lewati sedang ada perbaikan jalan atau pembangunan infrastruktur. Carilah jalur alternatif yakni jalan arteri yang lebih lancar dan aman untuk dilewati. Pastikan ada dua atau tiga jalur alternatif sehingga Anda bisa merubah arah perjalanan bila jalur yang dilewati ternyata mempunyai kontur yang jelek atau rusak.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi potensi bahaya saat perjalanan di tol

Memang jalur alternatif umumnya membuat perjalanan menjadi melambung atau lebih jauh karena memutar. Namun dengan kondisi jalan yang lebih lancar dan aman, tidak ada salahnya melalui jalan yang lebih jauh dengan waktu tempuh yang mungkin tidak jauh berbeda bila Anda melalui jalan tol yang sedang dalam perbaikan. Lantas bagaimana bila tidak ada jalur alternatif yang bisa dilalui?

Anda cukup menjaga jarak dengan mobil terdekat. Trik ini tidak hanya untuk ruas jalan yang sedang ada pembangunan infrastruktur atau perbaikan jalan tapi juga saat di jalan tol yang sedang kosong. Sehingga ketika mobil di depan Anda melakukan rem mendadak bisa menghindarinya. Selain itu juga perhatikan sejumlah rambu lalu lintas dan marka jalan yang bisa menjadi acuan dalam berkendara. Sehingga perjalanan tetap aman meski dalam keadaan lancar saat melintasinya.

Jaga jarak mobil Anda dengan mobil sekitar untuk menghindari rem mendadak saat berhadapan dengan perbaikan jalan

Satu hal lagi yang harus diperhatikan adalah cuaca. Disaat musim hujan seperti saat ini, maka sikap ekstra waspada harus diberlakukan. Permukaan jalan yang rusak dan berlubang sepertinya aman-aman saja, padahal berpotensi bahaya. Terlebih ketika lubang jalan tergenang air bisa menganggu pengendalian saat mobil dalam kondisi berjalan kencang. Jangan menyepelekan tanah atau pasir yang bertebaran di jalan. Ketika musim hujan bisa membuat jalan lebih licin dan membuat mobil bisa oversteer atau understeer. Jadi, tetap berhati-hati di jalan.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”