Apa Pentingnya Penambahan Sistem Motor Listrik 48V Pada Mobil?

ulinulin.com

Selain mobil listrik, pabrikan berlomba-lomba memperkenalkan teknologi hibrida melalui penggunaan motor listrik. DI Indonesia sudah ada Audi Q8 yang menggunakan teknologi mild hybrid yang disebut mampu membuat bahan bakar 30% lebih efisien. Selain itu, berbagai teknologi mild hybrid dengan sistem motor listrik 48V memiliki banyak kegunaan pada sistem operasi kendaraan.

Seberapa besar efisiensi penggunaan motor 48V?

Pertama-tama, 48V masih diklasifikasikan sebagai tegangan rendah dan aman. Baterai motor maupun peralatan listrik lainnya bertenaga 60V di dalam mobil dianggap sebagai sistem bertegangan tinggi. Dan sistem bertegangan tinggi jauh lebih mahal dibandingkan yang bertegangan rendah.

Sistem keselamatan, pengontrol daya, serta pemasangan kabel berat dalam tegangan tinggi biasanya memiliki harga yang menguras kantong, baik 65V atau 800V. Daya (watt) berasal dari tegangan dan arus listrik. Menambah watt berarti menambah berat. Peningkatan arus listrik membutuhkan penggunaan kabel yang lebih besar dan lebih berat. Baterai 48V dinilai kecil, murah, serta pemasangannya mudah.

Banyak pabrikan yang sudah menggunakan teknologi hibrida

Penggunaan motor 48V sedang mengalami peningkatan karena konsumsi listrik mobil semakin besar. Sebagian besar dikarenakan sistem infotainment yang lebih kompleks, konektivitas dan sistem navigasi, serta puluhan sistem bantuan pengemudi yang lebih banyak. Kamera, radar, sensor, dan sistem listrik yang digunakan membutuhkan daya lebih dari yang dapat diberikan oleh sistem 12V.

Pengaturan 48V juga mampu melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan mesin – seperti menyalakan kompresor AC, pompa oli, dan pemanas – sehingga membuat efisiensi bahan bakar lebih baik. Girboks otomatis bisa berfungsi ketika mesin dimatikan, fungsi stop/start menjadi lebih halus dan dapat aktif sebelum mobil berhenti sehingga mampu menghemat bahan bakar.

Jelas, ada batasan penggunaan motor 48V. Hingga saat ini, daya maksimum yang bisa dihasilkan motor/generator hibrida bertegangan rendah (atau EV) mencapai 12kW (16bhp). Daya 12kW merupakan teknologi hibrida ringan terbatas untuk meningkatkan tenaga dan memulihkan tenaga mesin, dibandingkan teknologi full-hybrid.

Tapi, batasan ini mampu dipecahkan oleh Bentley Continental AG yang menggunakan motor listrik 48V bertenaga 30kW (40bhp). Peningkatan ini memberikan efisiensi sistem kontrol daya serta mempermudah kinerja motor/generator. Peningkatan daya berarti memungkinkan kendaraan melaju dalam mode listrik untuk jarak pendek.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”