Apa yang Harus Dilakukan ketika Keluarga Melakukan Gaslighting?

ulinulin.com – Dengan banyaknya anak muda yang berbicara secara terbuka tentang kesehatan mental, gaslighting telah menjadi topik yang semakin umum di kalangan kelompok usia ini selama beberapa tahun terakhir.

Namun, apa sih gaslighting itu? Menurut Forbes Health, gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang bergantung pada penciptaan keraguan diri.

Jika seseorang dengan sengaja mendistorsi kenyataan untuk membuatmu merasa apa yang dilihat atau dirasakan tidak nyata, kamu bisa jadi adalah korban gaslighting.

Gaslighting bisa datang dari pasangan, atasan, teman, atau bahkan anggota keluarga, hingga orang dengan posisi yang berkuasa.

Namun, apa yang harus dilakukan ketika keluarga melakukan gaslighting? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Gaslighting

Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis di mana pelaku mencoba menabur keraguan diri dan kebingungan dalam pikiran korbannya.

Biasanya, gaslighter berusaha untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali atas orang lain, dengan mendistorsi kenyataan dan memaksa mereka untuk mempertanyakan penilaian dan intuisi mereka sendiri.

Istilah “gaslighting” berasal dari drama tahun 1938 Angel Street, yang kemudian diadaptasi oleh Alfred Hitchock ke dalam film ‘Gaslight’, di mana seorang laki-laki mencoba meyakinkan istrinya bahwa istrinya menjadi gila sehingga dia bisa mencuri darinya.

Ketika dia menyalakan lampu di loteng untuk mencari koleksi perhiasannya, gaslighter mengatakan itu semua hanya imajinasinya. Perlahan-lahan sang istri mulai mempertanyakan ingatan dan persepsinya sendiri.

Gaslighting biasanya terjadi dalam hubungan yang toxic seperti ini, dan terkait erat dengan jenis pelecehan emosional dan fisik lainnya. Sementara, gaslighting paling umum juga dapat terjadi dalam hubungan keluarga atau tempat kerja.

Tanda-tanda Gaslighting dalam Suatu Hubungan

Dilansir oleh newportinstitute.com, jika bertanya-tanya bagaimana cara mengetahui apakah seseorang sedang melakukan gaslighting pada dirimu, pertimbangkan apakah seseorang telah menunjukkan salah satu dari perilaku berikut dalam hubungan keluarga:

Berbohong atau menyangkal sesuatu dan menolak untuk mengakui kebohongan bahkan ketika sudah menunjukkan buktinya

Bersikeras bahwa suatu peristiwa atau perilaku yang disaksikan tidak pernah terjadi dan bahwa kamu salah mengingatnya

Menyebarkan desas-desus dan gosip tentang kamu, atau memberi tahu kamu bahwa orang lain bergosip tentang dirimu

Mengubah topik pembicaraan atau menolak untuk mendengarkan ketika dihadapkan pada kebohongan atau perilaku gaslighting lainnya

Menyalahkan kamu dalam hubungan, bahwa jika kamu bertindak berbeda, mereka tidak akan memperlakukanmu seperti ini

Mencoba merapikan segalanya dengan kata-kata cinta yang tidak sesuai dengan tindakan mereka

Memutar cerita untuk meminimalkan perilaku kasar mereka

Meminimalkan perilaku atau kata-kata mereka yang menyakitkan dengan mengatakan sesuatu seperti, “Itu hanya lelucon” atau “Kamu terlalu sensitif”

Memisahkanmu dari teman yang mungkin mengenali gejala gaslighting.

Salah satu dari tanda-tanda gaslighting di atas menunjukkan adanya hubungan yang tidak sehat dan dapat menyebabkan dampak kesehatan mental yang parah bagi orang yang terkena gaslight.

Apa yang Harus Dilakukan ketika Keluarga Melakukan Gaslighting

Hubungan keluarga tidak selalu indah. Gaslighting oleh anggota keluarga adalah bentuk pelecehan emosional yang membingungkan.

Untungnya, ada cara untuk mengenali gaslighting di keluarga dan mengambil langkah-langkah berikut untuk penyembuhan yang dilansir oleh choosingtherapy.com, yakni:

Seorang gaslighter akan mencoba membuat kita mempertanyakan versi realitas kita. Mungkin perlu waktu untuk melakukannya, tetapi belajarlah untuk percaya pada diri sendiri. Perhatikan suara hati, dan dengarkan serta percayai apa yang kamu rasakan

Menghadapi gaslighter dan mengatakan kebohongan mereka mungkin tampak seperti ide yang bagus. Sayangnya, sering kali menghasilkan lebih banyak kebohongan dan kebingungan. Ketika dihadapkan, seorang gaslighter akan mempertahankan cerita mereka dan berperan sebagai korban, yang mengarah pada kemarahan dan frustasi lebih lanjut di pihak kamu.

Catat perilaku gaslighter, baik dengan menyimpan korespondensi atau menyimpan catatan dari panggilan telepon atau interaksi. Ini memungkinkan kita mendokumentasikan realitas situasi, dan juga memprosesnya.

Pengetahuan adalah kekuatan, dan ketika kita tahu apa itu gaslighting, kita tidak akan mudah dimanipulasi olehnya. Ada banyak buku dan artikel online yang menulis topik ini. Jadilah ahli dan ketahui apa yang kamu hadapi.

Gaslighting adalah bentuk pelecehan emosional terselubung. Pelecehan emosional ini tidak menunjukkan tanda fisik yang jelas seperti luka, tetapi dapat berdampak pada semua aspek kehidupan.

Berbicara dengan seorang profesional tentang pengalaman gaslighting bermanfaat untuk mendapatkan dukungan dalam menetapkan strategi atas interaksi mendatang dengan gaslighter.

Menetapkan batasan memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan bagaimana mereka berharap diperlakukan dan dikomunikasikan dalam suatu hubungan. Kamu memiliki hak untuk merasa aman dan nyaman dalam suatu hubungan; jika seseorang dengan sengaja melanggar batasan dan keamanan tersebut, mungkin akan membantu untuk berbicara dengan seorang profesional untuk mengeksplorasi masalah seputar harga diri dan identitas diri sendiri.

Meskipun tidak dapat memilih dimana kita dilahirkan atau berada di keluarga seperti apa, kita dapat membuat dan mengelilingi diri dengan jaringan orang-orang yang mendukung dan menerima kita tanpa syarat. ‘Keluarga terpilih’ ini akan menawarkan validasi, cinta, dan dukungan yang kita butuhkan. Terlebih, mereka juga dapat mendengarkan dan memberi masukan atas pemeriksaan realitas yang kamu butuhkan.

Itulah sejumlah informasi mengenai apa yang harus dilakukan ketika keluarga melakukan gaslighting. Semoga membantu!

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website popmama.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”