Aturan Cuti Berkabung Kala Teman Dekat Meninggal Dunia, Seperti Apa?

ulinulin.com – Kematian adalah salah satu hal yang pasti untuk semua orang, tidak terkecuali teman dekat. Apabila ini memang terjadi, bolehkah seorang pekerja mengambil cuti berkabung untuk teman dekat meninggal?

Dikutip dari SHRM, Amerika Serikat belum memiliki kebijakan atau aturan soal cuti berduka ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Glints sudah mengumpulkan informasinya dari berbagai sumber untuk kamu simak.

Mengapa Cuti Ini Penting?

© Freepik.com

Dikutip dari The Conversation, perasaan sedih ditinggal sahabat bisa setara dengan saat ditinggal oleh keluarga dekat.

Rasa sakit dan sedih ini bisa bertahan hingga 24 bulan, bahkan lebih. Dalam jangka waktu yang lebih panjang, duka ini juga bisa berdampak pada kesehatan mental seseorang.

Selain itu, kata Psychology Today, setelah ditinggal teman dekat, seseorang juga akan kesulitan mengurus dirinya sendiri.

Aktivitas penting dan sederhana untuk sehari-hari seperti makan, minum, hingga tidur, akan sulit untuk dilakukan.

Dengan beragam alasan ini, cuti berkabung saat teman dekat meninggal dianggap penting untuk diambil.

Berbagai kesedihan dan rasa kehilangan ini tentu juga akan menyebabkan sulitnya seseorang fokus dalam bekerja,

Sayangnya, sama seperti cuti berkabung untuk hewan peliharaan, sulit untuk membuktikan apakah orang yang meninggal benar-benar seorang teman baik.

Terlebih lagi, frasa “teman baik” sendiri memiliki arti yang sangat luas. Tidak ada definisi jelas yang membatasinya.

Oleh karena itu, apabila ada pekerja nakal yang ingin cuti dengan alasan ini, ia bisa dengan mudah membuat cerita fiksi soal kehilangan teman dekat.

Inilah yang bisa memicu perdebatan soal cuti duka untuk sahabat yang pergi.

Aturan Cuti Berkabung saat Teman Dekat Meninggal

© Freepik.com

Lantas, bagaimana peraturan terkait cuti ini? Dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, cuti ini diatur pada Pasal 93.

Sayangnya, aturan yang ada hanya berlaku untuk suami/istri, orang tua/mertua, serta anak. Cuti berkabung untuk keduanya adalah dua hari apabila salah satunya meninggal.

Ada juga hak cuti berkabung untuk anggota keluarga lain yang tinggal satu rumah selama sehari.

Sementara itu, belum ada kebijakan soal cuti berkabung saat teman dekat meninggal. Itu berarti, aturan ini diserahkan pada perusahaan masing-masing.

Solusi Masalahnya

© Freepik.com

Misalnya, seseorang merasa butuh mengambil cuti berkabung saat teman dekatnya meninggal. Sementara itu, perusahaan tidak memberikan hak ini.

Hal yang bisa ia lakukan adalah menggunakan hak cuti lainnya untuk menjalani rasa duka. Ia bisa mengambil cuti tahunan.

Mengutip Hukum Online, cuti tahunan bisa diambil oleh pekerja setelah bergabung bersama perusahaan selama minimal 12 bulan berturut-turut.

Bagaimana dengan orang yang belum memiliki hak ini? Perusahaan biasanya memberi cuti tambahan dengan ketentuan khusus.

Ketentuan ini bisa diatur dalam perjanjian kerja atau peraturan lainnya.

Selain itu, apabila kesedihan sudah mempengaruhi kesehatan mental seseorang, ada juga pilihan untuk mengambil cuti sakit.

Demikian informasi dari Glints soal cuti berkabung untuk teman dekat yang meninggal.

Meski harus melewati duka, Glints berharap, semua yang ditinggal orang tersayang bisa kuat setelah menerima kabar kehilangan.

Meski harus mengambil cuti kesedihan, sayangnya, banyak orang yang merasa bersalah karenanya. Apakah kamu salah satunya?

Kamu tidak sendirian, ada banyak orang yang memiliki pengalaman serupa di Glints Komunitas. Di tempat diskusi ini, mereka saling berbagi soal masalah dan solusi rasa bersalah kala ingin cuti.

Dengan ikut berkumpul dan mengobrol, kamu mungkin bisa mendapat dorongan untuk lebih berani dan semakin yakin untuk mengambil cuti.

Ikuti obrolan mereka sekarang, ya! Jangan sampai ketinggalan.

Sumber

    How to Support Employees Through Grief and Loss

    When a friend dies the impact can be as traumatic as losing a family member

    Coping with the Death of a Friend

    Kapan Hak Cuti Tahunan Bisa Digunakan?

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”