Bappenas Rilis 3 Dokumen G20 DWG untuk Panduan Atasi Krisis dan Pembangunan Berkelanjutan

ulinulin.com – Kementerian PPN/ Bappenas merilis tiga G20 Development Working Group Outcome Documents.

Ketiganya, yakni G20 Roadmap for Stronger Recovery and Resilience in Developing Countries, including Least Developed Countries and Small Island Developing States; G20 Principles to Scale up Blended Finance in Developing Countries, including Least Developed Countries and Small Island Developing States; dan G20 Chair’s Summary on Multilateralism for Sustainable Development Goals.

“Dalam dokumen tersebut, kami memprioritaskan transisi yang adil dan inklusif menuju ekonomi yang lebih hijau dan biru, memastikan perlindungan sosial adaptif bagi mereka yang paling rentan, sambil membangun usaha mikro, kecil, dan menengah yang produktif, kompetitif, yang tetap tangguh saat terjadi krisis,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa secara daring dalam agenda G20 Leaders Summit Side Event, Senin (14/11/2022).

Sebagai focal point DWG, lanjut Suharso, Kementerian PPN/Bappenas memastikan tiga dokumen tersebut menjadi masukan dan rekomendasi kebijakan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029.

Lebih lanjut kata Suharso, penyusunan dokumen hasil G20 DWG ini telah melalui diskusi panjang yang merangkum seluruh masukan dan pandangan delegasi G20.

Salah satu sorotan yang menjadi tujuan dokumen tersebut adalah strategi mengatasi financing gap pembangunan, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangunan berkelanjutan, melalui blended finance.

“Aksi ini harus dilakukan dengan komitmen multilateral antar pemimpin dunia untuk menjawab tantangan global dan memastikan pencapaian TPB/SDGs yang tepat waktu,” ucapnya.

Komitmen dan kesepakatan dalam dokumen juga sekaligus berperan untuk mendukung upaya capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).

“Dengan dokumen hasil ini di tangan, saya optimistis bahwa kita akan mampu mengatasi konsekuensi dari krisis dan akhirnya, muncul sebagai bangsa yang lebih tangguh, yang hanya bisa dicapai dengan satu syarat, kita serius dalam pelaksanaannya,” tuturnya.