Bekerja untuk Perusahaan di Luar Negeri dari Indonesia? Offshore Outsourcing Jawabannya

ulinulin.com – Offshore outsourcing adalah sistem perekrutan yang sedikit berbeda dari cara yang biasa kita ketahui.

Sistem ini melibatkan pihak ketiga sebagai supplier pekerja untuk perusahaan yang membutuhkannya.

Karena dinamakan offshore, sistem ini melibatkan dua negara yang berbeda.

Namun, ini tidak berarti kamu harus meninggalkan negara asal untuk bekerja, lho.

Lalu, bagaimana, sih, cara kerja offshore outsourcing yang cukup populer di berbagai negara ini?

Yuk, ketahui definisi, tipe-tipe pekerjaan yang bisa di-outsource secara offshore, serta plus minusnya untuk perusahaan serta karyawannya dalam artikel ini!

Baca Juga: 6 Tips untuk Kerja Tanpa Hambatan dengan Klien Meski secara Remote

Apa Itu Offshore Outsourcing?

© Freepik.com

Mengutip Task Us, offshore outsourcing adalah sistem kerja sama dengan pihak ketiga atau perusahaan eksternal untuk merekrut pekerja.

Orang-orang dari perusahaan eksternal ini akan bekerja di perusahaan perekrut yang letaknya di negara berbeda.

Contohnya, sebuah perusahaan yang ada Amerika Serikat memutuskan untuk bekerjasama dengan perusahaan yang menyediakan jasa outsourcing dari Indonesia.

Nah, pekerja dari pihak ketiga di Indonesia ini bekerja secara remote tanpa harus berangkat ke Amerika Serikat maupun harus menjadi pekerja in-house di perusahaan perekrut.

Biasanya offshore outsourcing dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu, misalnya IT.

Keputusan ini umumnya dibuat dengan tujuan menghemat biaya operasional namun tetap mendapatkan karyawan yang berkualitas tinggi.

Oleh karena itu, biasanya perusahaan yang mencari pihak ketiga untuk kerja sama offshore outsourcing akan lebih melirik negara-negara dengan biaya tenaga kerja yang lebih rendah.

Kategori Offshore Outsourcing

© Freepik.com

Kategori bisnis yang paling sering butuh outsourcing adalah untuk proses bisnis, infrastruktur, serta teknologi dan informasi.

1. Business process outsourcing (BPO)

Business process outsourcing adalah jenis outsourcing yang dilakukan perusahaan untuk bidang-bidang penting yang mendukung fungsi inti dalam bisnisnya.

Contoh dari pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan outsourcing adalah seperti customer support, payroll processing, pembukuan, dan lainnya.

2. Infrastructure and technology outsourcing

Infrastructure and technology outsourcing dilakukan untuk bidang-bidang yang mendukung operasi umum sebuah bisnis.

Beberapa bidang yang banyak dicari oleh perusahaan secara offshore outsourcing adalah networking, technology service, technology support, dan lain-lain.

Saat ini, outsourcing di bidang IT adalah salah satu yang paling dibutuhkan.

Selain kategori-kategori ini, perusahaan bebas memutuskan fungsi bisnis apa yang perlu tenaga kerja outsourcing.

Baca Juga: 5 Mitos Kerja Remote yang Selama Ini Salah Kaprah, Bagaimana Faktanya?

Kelebihan Offshore Outsourcing

© Freepik.com

1. Hemat biaya

Offshore outsourcing adalah cara yang cukup efektif untuk menurunkan biaya yang perlu dikeluarkan soal ketenagakerjaan oleh sebuah perusahaan.

Menurut Offshore Business Processing, biaya yang bisa dihemat dengan cara ini bahkan bisa mencapai 80%.

Dengan pilihan offshore outsourcing, perusahaan tidak perlu menyewa gedung yang lebih besar.

Tentunya, bagi pemilik bisnis ini sangatlah bagus.

Namun, keuntungan tidak hanya dirasakan oleh pebisnis saja.

Pekerja yang di-outsource pun bisa bekerja dari negara asalnya tanpa harus pindah ke negara lain dan mengeluarkan biaya hidup yang lebih tinggi.

2. Keahlian yang sesuai

Pada umumnya, offshore outsourcing adalah keputusan yang dibuat perusahaan untuk mempekerjakan orang-orang dengan keahlian khusus.

Meskipun orang-orang berkualitas ini tidak berada di negara yang sama, jarak bukan menjadi masalah.

Dengan begitu, perusahaan bisa mendapat pekerja dengan kualitas yang ia inginkan.

Sebagai pekerja dengan keterampilan spesifik, kita pun bisa dibayar lebih tinggi dari rata-rata dalam negeri.

3. Cepat mengembangkan bisnis

Outsourcing secara offshore adalah cara yang cukup cepat dan mudah untuk mengembangkan bisnis.

Pekerjaan yang diberikan pada karyawan outsource biasanya merupakan tugas-tugas pendukung yang tidak bersifat inti namun sangat penting.

Dengan memastikan kamu telah menyerahkan tugas-tugas tersebut untuk dilakukan oleh orang-orang yang mampu, tim inti perusahaan memiliki lebih banyak waktu.

Dengan begitu, semua bisa berfokus pada operasional penting bisnis untuk mengembangkan perusahaan lebih lanjut.

Kekurangan Offshore Outsourcing

© Freepik.com

1. Risiko keamanan

Risiko keamanan jika memutuskan untuk melakukan offshore outsourcing bisa terjadi.

Level risikonya bisa berbeda-beda, tergantung jenis bisnis apa yang dioperasikan dan tugas maupun posisi apa yang dikerjakan oleh karyawan outsource.

Biasanya, risiko paling besar ada pada informasi sensitif.

Bisa saja informasi-informasi ini dibocorkan jika salah satu pihak tidak menjaga rahasia dengan baik.

Oleh karena itu penting untuk melakukan kesepakatan dengan non-disclosure agreement.

2. Kesulitan bahasa

Salah satu kekurangan dari offshore outsourcing adalah kemungkinan adanya permasalahan komunikasi akibat bahasa meskipun telah adanya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional standar.

Untuk menghindari hal ini, perlu dipastikan bahwa kedua belah pihak mampu menggunakan dan memahami satu bahasa yang sama dengan baik.

3. Minim supervisi

Karena jarak yang jauh, monitoring dan supervisi sulit untuk dilakukan.

Dengan begitu, pencapaian kualitas yang baik juga bisa jadi cukup menantang bagi perusahaan.

Untuk mengatasi hal ini, hal yang bisa dilakukan ketika memutuskan untuk offshore outsourcing adalah dengan menetapkan SOP dan peraturan yang jelas mengenai mutu pekerjaan yang diinginkan.

Baca Juga: Kerja Jarak Jauh, Pilih Rumah, Kafe, atau Coworking Space?

Itulah yang bisa Glints sampaikan mengenai offshore outsourcing.

Ternyata tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan, ada banyak juga kelebihan yang bisa kamu dapat jika bekerja secara outsourcing untuk perusahaan di luar negeri, kan?

Jika memang tertarik untuk kerja dengan sistem ini, kamu bisa coba mendaftarkan dirimu ke Glints TalentHub.

Selain itu, ada juga banyak lowongan pekerjaan remote di Glints Marketplace yang bisa jadi pilihanmu.

Jangan sampai kesempatan emas berkariermu terlewatkan dan segera buat akun profesionalmu, ya!

Sumber

    Offshore Outsourcing

    WHY OFFSHORE?

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”