Bercinta Bagi Penderita Hipertensi, Bagaimana Baiknya?

ulinulin.com – Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi acapkali tidak menunjukkan tanda atau gejala tertentu.

Namun, dampaknya bisa dirasakan para penderitanya. Terutama pada aktivitas bercinta.

Seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi juga memengaruhi kehidupan seksual dengan pasangan. Berikut penjelasannya.

Dampak hipertensi pada kehidupan seksual

Melansir Mayo Clinic, riset membuktikan bahwa tekanan darah tinggi terbukti menimbulkan masalah seksual bagi pria.

Kendari demikian, sementara belum ada studi terkait penurunan kualitas dan kepuasan seksual pada penderita hipertensi wanita.

  • Dampak hipertensi pada kehidupan seksual pria

Bagi pria, terkanan darah tinggi seiring berjalannya waktu bisa merusak lapisan pembuluh darah dan menyebabkan arteri mengeras dan menyempit.

Kondisi ini bisa membatasi aliran darah, termasuk darah yang mengalir ke penis. Penurunan aliran darah membuat ia sulit mencapai dan mempertahankan ereksi.

Masalah bersetubuh bagi penderita hipertensi pria ini disebut disfungsi ereksi .

Tekanan darah tinggi juga dapat mengganggu ejakulasi dan mengurangi hasrat seksual.

Terkadang, disfungsi ereksi juga disertai gangguan kecemasan. Hal itu membuat sebagian pria penderita hipertensi menghindari berhubungan seksual.

  • Dampak hipertensi pada kehidupan seksual wanita

Hingga kini belum ada kaitan langsung antara tekanan darah tinggi dan kehidupan seksual wanita.

Namun, ada kemungkinan hipertensi memengaruhi aktivitas bercinta wanita.

Tekanan darah tinggi dapat mengurangi aliran darah ke vagina.

Bagi beberapa wanita, kondisi ini bisa menurunkan hasrat atau gairah seksual, vagina jadi kering, dan susah orgasme.

Seperti pria, wanita juga bisa mengalami gangguan kecemasan karena disfungsi seksual.

Selain kondisi darah tinggi, penggunaan obat hipertensi juga bisa memengaruhi kehidupan seksual pria dan wanita.

Beberapa jenis obat hipertensi yang punya efek samping pada kehidupan seksual di antaranya obat diuretik, beta blocker, ACE inhibitor, dll.

Pria maupun wanita pengidap hipertensi perlu berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan solusi permasalah seksual ini.

Amankah bercinta bagi penderita hipertensi?

Melansir Samitivej Hospitals, sejumlah penderita hipertensi khawatir berhubungan seks dapat meningkatkan risiko gagal jantung akibat hipertensi.

Namun, anggapan yang kadung beredar luas itu dibantah oleh laporan yang diterbitkan di American Journal of Cardiology.

Ahli menemukan, aktivitas yang memengaruhi jantung selama hubungan intim menyumbang kurang dari satu persen temuan kasus serangan jantung.

American Heart Association juga telah menegaskan, penderita penyakit jantung, termasuk orang yang memiliki masalah hipertensi umumnya aman untuk berhubungan seksual.

Kendati aman, penderita hipertensi yang parah atau orang yang tidak dapat mengelola tekanan darah tinggi disarankan untuk menghentikan aktivitas seksual.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hasil pengukuran tensi lebih dari 140/90 mm Hg termasuk kategori tensi tinggi.

Sedangkan hasil pengukuran lebih dari 180/110 mm Hg termasuk kategori hipertensi yang sangat berbahaya.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini tak hanya berdampak pada kehidupan seksual, tapi bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.

Tips aman bercinta bagi penderita hipertensi

Bagi orang yang tekanan darahnya berada di atas ambang batas tekanan darah normal 120/80 mm Hg, aktivitas seksual masih bisa berjalan aman.

Bersetubuh bagi penderita hipertensi masih bisa dilakukan seperti biasa. Namun, mereka harus sangat berhati-hati agar tidak terlalu banyak menguras energi.

Mereka juga disarankan untuk tidak melakukan aktivitas seksual lebih dari tiga kali seminggu.

Usahakan juga agar aktivitas seksual tidak bikin tubuh sangat lelah.

Alih-alih menjajal posisi yang menantang, pilih posisi bercinta yang standar seperti misionaris atau duduk berhadapan satu sama lain.

Rekomendasi ini juga berlaku bagi penderita tekanan darah tinggi yang parah atau pemilik penyakit kronis seperti jantung koroner.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”