Bisa Dicontek Ma, 12 Rahasia Orangtua yang Membesarkan Anak Bahagia

ulinulin.com – Membesarkan anak yang bahagia jadi cita-cita semua orangtua. Namun sayangnya tidak semua orangtua tahu bagaimana caranya.

Banyak yang menyangka, menghasilkan anak bahagia butuh modal dan usaha yang banyak. Alhasil, tidak sedikit orangtua yang menyerah.

Padahal tidak terlalu sulit lho, Ma. Dengan kebiasaan-kebiasaan sederhana yang baik ini, Mama bisa juga kok menghasilkan anak-anak yang bahagia.

Agar lebih jelas, yuk intip rangkuman mengenai cara para orangtua ini yang membesarkan anak sehingga mereka bisa jadi pribadi yang bahagia, Ma!

1. Mereka menghabiskan waktu bersama

Waktu memang tak bisa dibeli dengan uang. Kehadian orangtua di keseharian anak ternyata bisa membantu mereka jadi pribadi yang menyenangkan. Keberadaan orang tersayang membentuk rasa nyaman dan percaya diri dari sang anak.

Kebersamaan yang berkualitas bisa didapat saat libur. Jauhkan gadget dan pastikan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak tersayang.

2. Sempatkan makan bersama

Salah satu hal mudah namun sulit dilakukan adalah makan bersama. Setidaknya sekali sehari, sempatkan untuk makan bersama seluruh anggota keluarga.

Menurut penelitian, kegiatan makan bersama bisa menurunkan kemungkinan anak bertindak anarkis atau bunuh diri.

Sedangkan penelitian lain menyebutkan bahwa anak yang menikmati makan bersama keluarga memiliki cara pandang yang lebih positif dibanding dengan mereka yang tidak.

3. Mengajarkan anak untuk peduli

Menjadi hal yang penting mengajarkan anak bersyukur dan peduli kepada orang-orang yang berperan besar di kehidupan para anak-anak.

Anak yang diajarkan kepedulian akan berkembang menjadi pribadi yang penolong dan pemaaf. Di sisi lain, mereka juga lebih bahagia dan sehat jiwa raga.

4. Mengajarkan anak menyelesaikan masalah sendiri

Kontrol orangtua yang berlebihan bisa merusak masa depan para anak. Oleh karena itu, Ma, biasakan untuk memberi ruang bagi mereka untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Bisa dimulai dari hal kecil. Biarkan sang anak memilih sendiri baju yang ingin dipakai. Setelah itu, hargailah pilihan mereka dan jangan mudah menilai mereka. Inilah awal mereka bisa mandiri atas pilihan-pilihan bahagia mereka di masa depan.

5. Membantu meningkatkan komunikasi anak

Peneliti dari University of Pennsylvania dan Duke University membeberkan hasil penelitian mereka kepada 700 anak yang dipantau selama 25 tahun.

Hasilnya, anak yang berkomunikasi dengan baik sedari kecil memiliki kecenderungan hidup yang baik dibanding mereka yang sulit berkomunikasi.

Editors’ Picks

6. Ajak anak agar lebih santai

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa suasana hati sang ibu menentukan sifat anggota keluarganya.

Oleh karena itu, Ma, jadilah ibu yang santai dan memiliki suasana hati menyenangkan. Sehingga anak-anak memiliki contoh yang positif untuk berkembang.

7. Mereka menjalin hubungan baik dengan anak

Anak-anak belajar menghormati dan kepedulian jika mereka diperlakukan dengan benar. Saat Mama memerhatikan mereka dengan sepenuh hati, para anak otomatis akan dekat dengan Mama.

Kedekatan ini membuat mereka bisa menghargai sesuatu dan juga bisa membuat menangkap sesuatu dengan lebih cepat. Jadi, Ma, jalinlah hubungan yang baik dan menyenangkan dengan anak-anak.

8. Tidak mudah memarahi anak

Ingatlah Ma, anak-anak sedang belajar mengenai segala hal. Setiap hari mereka kerap menemui hal baru. Tak heran jika ada beberapa kesalahan yang mereka buat.

Daripada terus marah jika anak berbuat salah, mari coba untuk mengerti dan menyelesaikan masalah bersama-sama karena anak yang tidak mengalami kekerasan saat kecil memiliki kemampuan mengontrol emosi mereka, tidak mudah depresi dan memiliki ingatan yang menyenangkan.

9. Mereka jadi idola bagi anak

Siapa yang tidak senang jika dijadikan ldola. Terlebih jika yang mengidolakan adalah anak sendiri. Nah, anak yang mengidolakan orangtua membentuk pribadi mereka jadi lebih bahagia.

Karena mereka mencintai sebagian diri mereka yang ada di orangtuanya. Nah, agar menjadi contoh yang baik untuk anak, Mama juga harus mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

10. Tidak mudah menilai jelek ke anak

Saat anak mengalami kegagalan, jangan buru-buru memberi label jelek atau negatif ke mereka. Namun hargailah usaha mereka.

Caranya, hargai usaha mereka, yang mungkin berakhir gagal, namun usaha mereka patut diacungi jempol.

Dengan begini, Mama bisa membantu mereka bangkit dan kembali bersemangat. Dari sanalah hadir pribadi anak yang bahagia.

11. Mengajarkan untuk mengenali jenis emosi

Anak-anak tidak diciptakan dengan kemampuan untuk mengenali aneka emosi yang mereka rasakan. Biasanya, emosi yang paling mendominasi adalah rasa sedih dan kesal. Padahal, ada banyak yang lainnya.

Maka dari itu, Mama jangan lelah untuk mengajarkan aneka jenis emosi yang dialami anak. Dan tidak lupa untuk mengajarkan juga bagaimana cara mengaturnya.

12. Jadi orangtua humoris

Yang terakhir tentu yang paling menyenangkan. Jadilah orangtua yang humoris. Jangan terlalu kaku dan stress menjadi orangtua, karena yang anak-anak butuhkan hanyalah orangtua yang sehat jiwa raganya.

Tak masalah menertawakan hal sepele yang terjadi di keseharian. Itu bisa membantu mereka memerhatikan hal kecil yang membuat mereka bahagia.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website popmama.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”