"/> Bisa Menyetir Mobil Tapi Belum Tahu Kinerja Setir? Inilah 4 Hal Yang Wajib Anda Ketahui

Bisa Menyetir Mobil Tapi Belum Tahu Kinerja Setir? Inilah 4 Hal Yang Wajib Anda Ketahui

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2021/01/14/NaRYWXKq/0118-1-08ed.png”>

Konsep setir sendiri sudah dimulai kenal sejak abad 18, ditemukan pada banyak kapal-kapal besar. Sedangkan untuk kendaraan darat, sejarah setir mobil diawali oleh kendaraan Perancis bernama Panhard pada tahun 1894. Kala itu, konsep setir masih dikenal dengan sebutan Tiller dengan mekanisme konvensional. Meski terkesan belum sempurna, namun Charles Rolls sebagai orang yang piawai dalam dunia motor dan penerbangan, terus memperkenalkan kepada masyarakat Britania Raya akan fungsi inovatif dari setir.

Sejarah setir mobil dimulai dari mobil Panhard yang disebut Tiller

Melihat hal tersebut, Thomas B. Jeffery merasa tertarik untuk mengembangkan konsep setir pada mobil yang ditempatkan pada sisi kiri. Selaku pendiri Brand otomotif Ramblers di tahun 1902, Thomas menerapkan konsep setir pada beberapa produknya mulai tahun 1904. Bahkan Thomas-lah menjadi orang di balik sejarah setir kiri mobil yang masih digunakan di Amerika hingga kini.

Banyak negara akhirnya menerapkan kemudi setir di sisi kiri

Dari zaman industri ke era digital, sistem kemudi mobil nampak berubah seiring dengan kemajuan teknologi. Bukan lagi menjadi sebuah alat untuk mengemudikan mobil secara konvensional namun sudah memperhatikan aspek responsif dan futuristik. Nyatanya, terdapat beberapa macam kinerja setir mulai dari konsep manual hingga Speed Sensitive Steering. Berikut kita ketahui bersama tipe-tipe setir mobil bersama Cintamobil.com.

1. Kinerja Setir Mobil Manual

Kategori pertama ditempati oleh kinerja setir mobil manual. Mengapa begitu? Ya, menurut kami, sistem ini masih sangat konvensional. Cara kerjanya masih sangat bergantung pada tenaga yang dimiliki oleh pengendara. Pasalnya ketika melakukan manuver, kinerja setir manual ini sangat berat untuk dikemudikan. Bisa dimaklumi, teknologi Power Steering yang banyak kita temui pada mobil-mobil masa kini belum diterapkan pada kinerja setir manual. Alhasil, pengendara merasa cepat lelah ketika mengemudikan mobil yang menerapkan sistem ini.

Umumnya, mobil yang menerapkan kinerja setir ini menggunakan model Circulating Ball dan ‘Rack and Pinion’. Prinsip mekanis pada Circulating Bal, menuntut poros utama dan roda kemudi langsung membelok. Kemudahan gerak dari bak roda gigi setir memberi tenaga pada gerakan maju mundur Lengan Pitman. Rangkaian lurus yang terdiri dari batang pengikat (Tie Rod), batang relai (Relay Rod) dan lengan roda (Nuckel Arm), dihubungkan dengan Lengan Pitman. Dari sistem kerja tersebut, gaya putar roda depan berhasil memutar Ball Joint di lengan bawah serta bantalan dengan fungsi meredam kejutan.

Cara kerja setir mobil manual Recirculating Ball

Pada model tipe Rack & Pinion memiliki kinerja berbeda yang mana ketika kemudi setir diputar maka Pinion pun ikut berputar secara bersamaan. Proses ini juga akhirnya berhasil menggerakan Rack dan dilanjutkan pada pergerakan lengan nakel lewat Tie Rod. Sehingga, ketika satu roda depan didorong maka satu roda lainnya tertarik sesuai manuver pada kemudi setirnya. Meski sama-sama cukup berat namun tipe ini terbilang cukup praktis untuk memudahkan kendali pengemudinya.

Cara kerja setir mobil manual Rack & Pinion

2. Kinerja Setir Power Steering

Lebih praktis tak begitu membutuhkan banyak tenaga, itulah tujuan dari kinerja setir Power Steering. Robert E. Twyford berhasil mematenkan pada April tahun 1900 dengan kode U.S Patent 646,477. Prinsip mekanis ini pertama kali diterapkan pada Columbia Truck berbobot 5 Ton di tahun 1903. Bahkan untuk mobil berat sekalipun, konsep setir ini mampu melakukan manuver secara mudah.

Bayangkan saja, untuk mobil-mobil keluarga saja, kinerja seperti ini memudahkan pengendara untuk melakukan manuver dengan satu tangan saja. Meski menyajikan kenyamanan lebih, namun sistem kemudi Power Steering membutuhkan perawatan ekstra yang dimulai dari cara berkendara yang baik oleh pengendara. Jika ditilik dari mobil-mobil masa kini, penggunaan Power Steering terbagi menjadi dua yakni Hydraulic Power Steering dan Electric Power Steering.

Cara kerja setir Power Steering banyak digunakan pada mobil-mobil masa kini

Cara kerja Hydraulic Power Steering memanfaatkan tekanan hidrolis yang didongkrak dari Power Steering Pump. Sistem mekanis tersebut mengurangi beban usaha yang diperlukan pengendara ketika memutar kemudi setir. Penempatan Power Steering Pump umumnya berada di depan mesin utama yang nantinya digerakkan oleh Crankshat lewat Drive Belt.

Cara kerja Hydraulic Power Steering

Di sisi lain, cara kerja Electric Power Steering (EPS) terbilang berbeda. Jika sebelumnya menerapkan fungsi hidrolis, maka sistem satu ini memanfaatkan fungsi elektrik. Tentu saja, fakta tersebut menunjukkan sistem EPS tidak menghadirkan pompa Power Steering. Tenaganya didapatkan dari arus listrik ketika berada pada mode Standby. Ketika mesin dihidupkan, indikator akan menyala serta menginformasikan pada Control Module untuk mengaktifkan motor listrik. Selanjutnya, Clutch akan menghubungkan keduanya antara motor listrik dengan batang setir.

Cara kerja Electric Power Steering

Ketika pengendara melakukan manuver, Control Module akan memberikan informasi tentang berapa daya listrik yang dibutukan. Proses ini nantinya akan membuat bantingan setir menjadi lebih responsif. Menariknya lagi, di kecepatan 80 Km/Jam daya yang dialirkan oleh motor elektrik akan berkurang sehingga sering kali kita merasakan kemudi setirnya menjadi lebih berat. Namun jangan salah, mekanis tersebut memang sengaja dirancang untuk lebih meningkatkan keselamatan pengendara di kecepatan tinggi.

3. Kinerja Speed Sensitive Steering

Dibanding model lainnya, kinerja Speed Sensitive Steering terbilang paling unik yang didasari dari tingkat kecepatan laju mobil. Sayangnya, sistem ini banyak ditawarkan secara opsional yang membutuhkan biaya tambahan untuk mengaplikasikannya. Mobil pertama kali yang menerapkan sistem Speed Sensitive adalah Citroen SM yang dinamai Direction a rappel asservi (DIRAVI). Sedangkan pada kubu Ford, teknologi ini sering kali disebut Variable Assist Power Steering (VAPS). Honda sendiri menggunakan sistem ini dengan tambahan tenaga motor elektrik pada model S2000-nya. Di sisi lain, Brand General Motors (GM) juga menerapkan sistem serupa dengan sebutan Magnasteer.

Mercedes-AMG C63 S Coupé menerapkan cara kerja Speed Sensitive Steering

Meski memiliki banyak sebutan, namun kinerjanya cukup sama. Ketika mobil melaju di kecepatan rendah, maka Power Steering akan bekerja maksimal untuk memberikan nuansa responsif bagi pengendara ketika melakukan manuver. Sebut saja, proses parkir yang juga menjadi semakin mudah dengan adanya sistem ini. Namun jika mobil melaju di kecepatan tinggi, Power Steering akan meminimalisir beban kerjanya supaya pengendara dapat mudah mengontrol laju kendaraannya. Tak perlu khawatir, sistem ini juga bisa merubah secara otomatis ketika mendeteksi perubahan laju ban dalam sepersekian detik. Dengan kata lain, ketika Anda sedang berada di kecepatan tinggi dan membutuhkan pengereman mendadak, maka sistem Power Steering akan bekerja cepat merubah ritmenya. Memaksimalkan kinerja ketika Emergency Braking sehingga kendaraan dapat dikendalikan dengan mudah.

4. Kinerja Four-Wheel Steering

Four Wheel Steering sering kali disingkat dengan 4WS. Jika kinerja sistem sebelumnya lebih ditekankan pada dua roda, hal ini berbeda yang mana keempat roda bergerak bersamaan. Memang kinerja Four-Wheel Steering terbilang lebih berat karena harus menggerak keempat roda mobil, namun sisi positifnya terletak pada performa manuver yang kami bilang superior. Tingkat presisi tertinggi terletak pada sistem satu ini.

Cara kerja Four-Wheel Steering

Pada kecepatan yang sangat rendah khususnya pada proses parkir, arah kedua roda depan akan bersimpangan dengan roda belakang. Hal ini sengaja dirancang untuk memudahkan pengendara dalam mengatur posisi. Sehingga, proses parkir di tempat sempit sekalipun akan berlangsung lebih mudah. Adapun di kecepatan tinggi, keempat rodanya akan bergerak senada. Jika pengendara memutar kemudi setirnya, maka keempat rodanya akan mengikuti arah yang diinginkan.

Cukup banyak sekali model yang sudah menerapkan sistem setir ini seperti halnya Audi A8, Audi Q7, Lamborghini Aventador S, Lamborghini Urus, Lexus LC 500, Mercedes-AMG GT R dan banyak model lainnya.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”