Bos Unilever Tegaskan Pentingnya Kesetaran Gender di Forum B20 WiBAC

ulinulin.com – Ira Noviarti menyampaikan pentingnya kesetaraan agar perempuan bisa berkiprah dalam bidang ekonomi dan bisnis. Mengingat partisipasi gender dalam perekonomian global diprediksi dapat meningkatkan US$ 28 triliun dalam pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global di tahun 2025 mendatang.

Presiden Direktur Unilever Indonesia yang sekaligus Chair B20 Women in Business Council (B20 WiBAC) tersebut mengatakan kalau perushaan tempat ia berkarierpun memberikan perhatian lebih terhadap isu Equity, Diversity dan Inclusion (ED&I). Untuk memberikan jawaban terkait isu tersebut, pihaknya turut menghadirkan sejumlah inovasi.

Hal itu diungkapkan olehnya di acara Business 20 (B20) Indonesia Summit, Bali, hari ini.

“Unilever Indonesia telah menaruh perhatian pada isu ED&I dan kesetaraan gender di Indonesia sejak puluhan tahun lamanya, termasuk mendorong pemberdayaan perempuan di Indonesia. Bagi Unilever Indonesia, perempuan merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dalam bisnis Unilever Indonesia karena sebagian besar konsumen kami adalah perempuan dan banyak di antara pemasok kami, mitra kami, dan karyawan kami adalah perempuan,” kata Ira Noviarti dalam keterangan tertulis, Senin (14/11/2022).

Ia menuturkan potensi kontribusi gender di Indonesia cukup terlihat jelas. Sebanyak 61% perempuan Indonesia telah berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Serta sekitar 50% dari 60 juta UMKM dimiliki oleh perempuan.

Untuk terus menggenjot potensi tersebut, pihaknya memperkuat dengan strategi global yakni The Unilever Compass. Inovasi tersebut berfokus untuk menciptakan masyarakat yang adil dan inklusif di tempat Unilever beroperasi.

“Untuk itu, berbagai program pemberdayaan perempuan kami lakukan baik secara internal maupun eksternal, tidak hanya di level korporasi tetapi juga melalui brand-brand kami,” katanya.

Ia menuturkan B20 Women in Business Action Council merekomendasikan langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti dan dijalankan oleh pemerintah G20 untuk meningkatkan kesetaraan gender di dalam dunia kerja, serta langkah-langkah praktis untuk membangun, mempercepat, dan meningkatkan skala bisnis yang dipimpin perempuan.

B20 WiBAC yang diikuti oleh 150 top business executives dari berbagai negara dan industri ini menyampaikan dokumen final Rekomendasi Kebijakan dan Aksi. Rekomendasi tersebut terbagi dalam tiga poin utama yakni pemberdayaan pengusaha perempuan, mendorong kemampuan digital dan kepemimpinan perempuan, dan mendorong lingkungan kerja yang adil aman bagi semua.

Pada B20 Summit 2022, B20 WiBAC melakukan serah terima program legacy One Global Women Empowerment (OGWE) kepada International Office of Employer (IOE) yang akan melanjutkan operasional platform tersebut.

IOE adalah institusi jaringan sektor swasta terbesar di dunia. IOE juga mewakili lebih dari 50 juta bisnis melalui 150 organisasi pengusaha nasional, dan memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun sebagai Sekretariat Kelompok Pengusaha di Organisasi Buruh Internasional (ILO).

“Sungguh membanggakan bahwa tema dan program legacy B20 WiBAC ini nyatanya sangat sejalan dengan apa yang Unilever Indonesia perjuangkan sebagai organisasi yang terus mengedepankan kesetaraan, keberagaman dan inklusivitas. Komitmen ini adalah bagian dari strategi ‘The Unilever Compass’, di mana kami tidak hanya fokus menumbuhkan bisnis, namun juga secara berkelanjutan membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihaknya yakni dengan mendorong kontribusi usaha miliki perempuan di rantai pasokan bisnisnya. Untuk merealisasikan hal itu, pihaknya telah menggelontorkan €127 juta (YTD 21) untuk supplier yang mewakilkan keberagaman.

Ia menyebutkan hal itu merupakan sebuah langkah signifikan yang ekuivalen dengan 9,7% dari total pengeluaran Perusahaan. Sebagai contoh, 6% dari perusahaan logistik yang bekerja sama dengan Unilever Indonesia dipimpin oleh CEO perempuan, dan jumlahnya akan terus ditingkatkan.

Untuk mendorong kemampuan digital, pihaknya turut menjalin kerja sama dengan sejumlah platform digital di Indonesia. Sehingga pelaku UMKM dan perempuan mampu mengadopsi teknologi digital.

“Dari sisi mendorong kemampuan digital, salah satu kolaborasi terbaru yang Unilever Indonesia jalankan adalah dengan Tokopedia dalam bentuk program pemberdayaan UMKM perempuan yang fokus pada adopsi digital dan pengembangan UMKM. Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen melakukan perluasan akses informasi, pendampingan bisnis di era digital dan pelatihan teknis kewirausahaan,” katanya.

Sementara untuk internal, pihaknya pun memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menduduki posisi-posisi strategis di jajaran Direksi Unilever Indonesia.

“Sementara dalam mendorong kepemimpinan perempuan, saat ini, 6 dari 11 jajaran Direksi Unilever Indonesia termasuk posisi Presiden Direktur dijabat oleh perempuan, dan 50% dari manajemen senior juga ditempati oleh karyawan perempuan,” jelasnya.

Serta terus berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja internal yang adil dan aman bagi semua orang. Pihaknya memastikan lebih mengedepankan keberagaman dan menghormati setiap hak asasi manusia. Sehingga mampu memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki.

“Apa yang Unilever Indonesia lakukan menjadi contoh bagi pentingnya kontribusi dunia bisnis untuk memacu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang inovatif, inklusif dan kolaboratif,” ujarnya.

“Saya percaya Unilever Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk turut berkontribusi mewujudkan aspirasi dari B20 WiBAC, yaitu masa depan di mana akan lebih banyak perempuan yang memimpin, berpartisipasi, dan memiliki akses ke peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik. Bersama kita sambut generasi perempuan yang skillful, resilient, dan berdaya dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional maupun global,” tutupnya.