Butuh Dana? Ketahui Cara Mengajukan Pinjaman di Koperasi

ulinulin.com – Tak banyak yang tahu cara mengajukan pinjaman di koperasi. Selain bank atau lembaga keuangan lainnya seperti fintech, ternyata koperasi juga bisa dijadikan opsi untuk mendapatkan tambahan dana.

Hal tersebut berlaku baik untuk keperluan pribadi ataupun usaha.

Bagi milenial, tentu koperasi sudah semakin jarang didengar dan dibicarakan. Namun, dengan beragam manfaat yang dimiliki, lembaga ini tetap penting untuk diketahui.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Koperasi dan UKM memang berupaya melakukan rebranding koperasi agar lebih dekat dengan generasi milenial.

Sedari awal berdirinya hingga saat ini, koperasi telah berupaya memberikan kesejahteraan anggotanya dengan berbagai cara, salah satunya adalah memberikan fasilitas simpan pinjam.

Oleh karenanya, untuk kamu yang membutuhkan dana untuk berbagai keperluan, kamu dapat meminjamnya dari koperasi.

Agar kamu tidak semakin penasaran, pada artikel ini, Glints akan berikan cara mengajukan pinjaman di koperasi. Yuk, simak selengkapnya!

Persyaratan

© tes.com

Menjadi anggota koperasi tentu akan diuntungkan dengan kemudahan untuk mendapatkan pinjaman. Meskipun begitu, kamu tetap bisa mengajukan pinjaman meskipun bukan anggota koperasi.

Jika kamu berminat menjadi anggota koperasi, terdapat persyaratan yang harus kamu penuhi:

    seorang Warga Negara Indonesia (WNI)

    memahami bahwa keanggotaan ini bersifat perorangan dan bukan dalam bentuk badan hukum

    membayar simpanan pokok dan simpanan wajib sesuai ketentuan yang berlaku

    menyetujui hasil keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT), khususnya mengenai anggaran koperasi berupa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), dan ketentuan yang berlaku lainnya di dalam koperasi

Setelah menjadi anggota koperasi, tentu terdapat syarat lainnya agar kamu dapat mengajukan pinjaman. Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam cara mengajukan pinjaman di koperasi adalah:

    berstatus sebagai anggota koperasi atau calon anggota koperasi

    mengisi formulir/proposal pengajuan pinjaman dana yang tersedia

    nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk pinjaman dana di atas Rp50 juta

    Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami-istri dan Surat Nikah, jika sudah menikah

    Kartu Keluarga (KK), rekening listrik, slip gaji, dan buku pensiun (jika diperlukan)

    persiapkan berkas-berkas sebagai jaminan, seperti BPKB, surat kepemilikan tanah, sertifikasi deposito, dan lainnya jika hendak meminjam dana untuk keperluan bisnis

    proposal pengajuan pinjaman dana, berisi tujuan penggunaan dana yang didapat nantinya

Pastikan kamu telah memenuhi berbagai persyaratan khususnya administrasi kala mengajukan pinjaman di koperasi.

Langkah Pengajuan Pinjaman

© Pasardana.id

Setelah semua syarat telah terpenuhi, selanjutnya kamu perlu melakukan prosedur pengajuan pinjaman di koperasi, yaitu:

    Menyerahkan berkas-berkas persyaratan, seperti KTP, KK, dan berkas lainnya.

    Menyerahkan proposal pengajuan pinjaman dana (berisi tujuan penggunaan dana) yang telah kamu buat.

    Jika ingin mengajukan pinjaman bisnis, kamu harus datang langsung ke kantor koperasi bersangkutan.

    Proposal pengajuan pinjaman dana yang kamu buat akan diperiksa oleh pengurus koperasi. Mereka akan mempertimbangkan isi proposal kamu apakah sesuai dengan prosedur pinjaman yang telah ditentukan.

    Jika proposal pengajuan pinjaman dana kamu disetujui, pencairan pinjaman dan lama pengembalian akan disesuaikan berdasarkan kesepakatan yang telah dituangkan di dalam akad pinjaman koperasi.

    Menyetujui kontrak mengenai bagi hasil dan cicilan tiap bulan yang harus dibayarkan.

Pinjaman yang Diberikan

© IDRbizz.com

Seperti meminjam pada bank atau lembaga keuangan lainnya, tentu terdapat batas pinjaman yang diberikan.

Namun, pada Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.15 Tahun 2015 tentang Koperasi Simpan Pinjam tidak disebutkan jumlah minimal dan maksimal pinjaman.

Hal ini bergantung pada keputusan dari Rapat Anggota, begitu pula pada penentuan tingkat bunga yang diberikan.

Jaminan

Mengacu dari Peraturan Menteri tersebut pula, koperasi simpan pinjam diperbolehkan memintakan jaminan untuk pinjaman. Hal ini untuk mengurangi adanya risiko dalam proses simpan pinjam tersebut.

Sekali lagi, jaminannya pun berbeda-beda bergantung koperasi mana yang kamu pilih.

Itulah cara mengajukan pinjaman di koperasi yang perlu kamu ketahui. Dengan mengetahui hal ini, kamu dapat lebih mempersiapkan diri kala harus meminjam di lembaga tersebut.

Jika kamu masih ingin mendapatkan informasi lainnya tentang dunia keuangan, kamu bisa berlangganan newsletter blog dari Glints.

Dengan mendaftar secara gratis, kamu akan mendapatkan beragam informasi menarik langsung ke inbox-mu!

Yuk, langsung daftarkan dirimu!

Sumber

    Rebranding Koperasi Era Millenial: Pelayanan, Produk, hingga Teknologi

    Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.15 Tahun 2015

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”