Cerita Orang Tua Pasien Gagal Ginjal, Anak Demam & Kejang Sebelum Meninggal

ulinulin.com – Orang tua salah satu pasien yang mengalami gangguan ginjal akut membagikan serangkaian gejala yang dialami oleh anaknya, Bunda. Yusuf Maulana harus kehilangan putrinya (ET) yang masih berusia 8 bulan pada 25 September 2022 lalu.

Dalam kisah yang ia bagikan, putri kelima tersebut awalnya dilarikan ke fasilitas layanan kesehatan. Namun Tuhan berkehendak lain, ET dinyatakan meninggal dunia usai beberapa hari mendapatkan penanganan medis.

Ditemui di tempat kerjanya, Yusuf bercerita bahwa putrinya lahir secara normal pada 23 Februari 2022. Sejak saat itu, dia tumbuh dan berkembang sesuai indikator di Kartu Menuju Sehat (KMS).

Putrinya juga sudah empat kali mendapatkan vaksin imunisasi rutin. Hingga Jumat (16/9/2022), ET disebut masih tampak sehat dan berinteraksi secara normal.

Akan tetapi, sehari berselang ET mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan kesehatan. Hal pertama yang dilihat yakni urine yang berkurang.

Yusuf mengaku memang tak mengukur intensitas buang air kecil anaknya itu. Hanya saja sepengamatan dia memang tak sebanyak biasanya.

Ia juga menduga bahwa itu terjadi karena produksi ASI sang istri sedang berkurang. “Maem masih bagus, tapi pipisnya berkurang. Kami pikir waktu itu asupan ASI sedikit. Karena waktu itu istri ASI-nya berkurang signifikan, produksinya sedikit,” kata Yusuf di Banguntapan, Bantul.

Lebih lanjut Yusuf, ET disebut juga hanya mengonsumsi air susu ibu (ASI) dan makanan pendamping ASI (MPASI) racikan sendiri maupun kemasan yang sudah berlabel BPOM saja. Makanan pendamping baru diberikan saat ET jelang memasuki usia 7 bulan.

Masih di hari yang sama, ET mulai mengalami demam. Orangtua berpikir bahwa ia tertular kakak-kakaknya yang pada saat itu juga terserang batuk pilek. Putrinya itu menjadi sulit tidur dan bahkan sesekali kejang, disertai tatapan matanya mulai kosong alias tidak fokus.

“Hari Minggu, intensitas kejangnya sudah bertambah. Maem tapi tetap lancar tapi pipis berkurang. Saya gendong (tatapan ET) kosong, digini-gini (lambaikan tangan) dia slow respons. Sering intensitasnya,” urai warga Argomulyo, Sedayu itu.

Gejala penurunan kondisi yang dialami ET makin signifikan pada Senin (19/9/2022). Orang tua kemudian memberikan susu formula kepadanya lantaran menduga dehidrasi menjadi pemicu hal ini.

Namun ET malah mengalami diare pada Senin sore. Yusuf dan istri masih menduga itu adalah efek mengonsumsi susu formula kali pertama putrinya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website haibunda.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”