Curug Cileat, Air Terjun Tertinggi di Subang yang Cantik Nan Memesona

ulinulin.com – Curug Cileat merupakan suatu air terjun dikelilingi hutan yang berada di Subang, Jawa Barat, dengan ketinggian 100 meter. Curug ini memiliki debit air yang sangat besar terlebih lagi ketika musim hujan tiba. Curug yang satu ini terletak sekitar 1.100 meter di atas permukaan air laut, di lereng utara Pegunungan Lembang. Posisinya yang dikelilingi hutan belantara membuat air dan suhu udara di kawasan curug terbilang cukup dingin.

Nama “Curug Cileat” berasal dari kata “Tiporeat” berbahasa Sunda yang berarti “Terjatuh”. Konon, menurut penuturan orang-orang terdahulu, ada dua orang pangeran yang berlomba-lomba mencapai laut, dan salah satu di antaranya berlari dengan sangat kencang ke arah utara hingga pangeran itu terjatuh di curug tersebut. Selain itu, curug ini diketahui sudah ada sejak Belanda datang menjajah Indonesia, dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda bersejarah yang ditemukan di sekitar air terjun, sehingga dijadikan tempat wisata favorit sekaligus salah satu tempat yang dijajah oleh Belanda.

Namun, setelah itu beredar cerita lainnya bahwa curug yang keren ini pernah dijadikan tempat persembunyian Tentara Darul Islam pimpinan SM Kartosoewirjo, yang mana kemudian setelah masuk air terjun hilang entah ke mana. Nah, jika Anda berdomisili atau akan berwisata ke Jawa Barat, khususnya di sekitar Kabupaten Subang, Anda harus mengunjungi tempat wisata yang sangat ramai pengunjung ini. Berikut ini informasi selengkapnya.

Daya Tarik yang Dimiliki Curug Cileat

1. Air Terjun Tertinggi di Subang

Nah, air terjun Curug Cileat terbilang tertinggi di Subang, Jawa Barat, dengan ketinggian 100 meter, yang mana mengalir di suatu tebing. Selain itu, debit air yang mengalir pun cukup kencang dan deras, takkan pernah berhenti, terlebih lagi ketika turun hujan. Aliran air di sana terbilang sangat bersih dan jernih.

2. Kolam Alami

Di bawah air terjun, Anda akan menemukan kolam bak dialiri sungai selebar 40 (empat puluh) meter dengan didominasi bebatuan besar berwarna hitam, yang bisa Anda gunakan untuk bermain air atau bahkan mandi di sana.

3. Pemandangan Sekitar yang Eksotis

Curug Cileat berada di kawasan hijau, yang mana tebingnya saja dikelilingi hutan-hutan rimbun. Namun bersyukurlah, karena kawasan ini masih terbilang sangat hijau, asri, bersih, dan hampir tidak tercemar oleh apa pun. Tak hanya itu saja, di bawah aliran sungai terdapat banyak bebatuan besar berwarna hitam dengan bentuk-bentuk yang unik. Sungguh luar biasa.

4. Papan Astronaut

Satu hal yang unik di sini adalah Anda akan disambut dengan suatu papan bertuliskan Astronaut, yang mana tulisan ini merupakan singkatan kreatif yang dibuat oleh pihak yang mengelola kawasan wisata yang ngehits ini. Kepanjangan dari singkatan Astronaut ini adalah “Air Terjun Sejuta Tetesan Rinai dan Oksigen NAtural Untuk Terapi”. Mengapa demikian? Karena air terjun ini dipercaya oleh masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh.

5. Kehidupan Hewan Liar

Anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan hewan liar, yaitu monyet atau kera yang seringkali bergelantungan dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Namun, Anda tidak diperbolehkan untuk mengganggu mereka, apalagi memburunya demi kenyamanan bersama.

6. Curug Lainnya di Sekitar Curug Cileat

Oh ya, jangan lupakan juga bahwa di kawasan curug ini terdapat beberapa air terjun lainnya, yaitu Curug Citorok, Curug Cimuncang, Curug Cimuncang Pasir, dan Curug Anak Cileat, dimana semua curug lain itu dapat dikunjungi saat berada disini.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Secara resmi, sesuai yang ada di peta, Curug Cileat bertempat di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Namun, air terjun ini mudah diakses dari Dusun Cibogo, Desa Mayang. Curug yang satu ini berjarak ke arah selatan sekitar 37 kilometer dari pusat Kota Subang, ke arah utara sekitar 62 kilometer dari pusat ibukota Jawa Barat, Bandung, dan ke arah selatan sekitar 180 km dari Subang. Anda bisa pergi ke sana menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.

Jika Anda datang dengan mengendarai kendaraan pribadi, Anda dapat memulai perjalanan dari Kota Subang, kemudian belok kiri jika menemukan pertigaan Parung hingga Anda sampai di desa Tambakmekar, lalu tetap berada di Jalan Cagak hingga mencapai Kasomalang. Dari pertigaan Kasomalang, perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke arah kiri menuju arah Cisalak hingga Anda melewati alun-alun Cisalak hingga masuk ke Desa Gardu Sayang. Lalu, Anda teruskan menuju ke Desa Mayang yang mana di situ terdapat petunjuk jalan “Curug Cileat” yang berwarna hijau, dan ikuti jalan tersebut hingga Anda menemukan Balai Desa Mayang. Terakhir, ikuti jalan tersebut menuju Kampung Cibago sebagai pemberhentian terakhir khusus untuk kendaraan bermotor ataupun mobil.

Jika Anda datang dengan menggunakan kendaraan umum, Anda dapat menggunakan angkutan elf jurusan Kota Subang – Ledeng ataupun Kota Subang – Tanjung Siang. Keduanya mengarah ke arah titik pemberhentian yang sama, yaitu pertigaan Tugu Nanas Cagak. Lalu, Anda bisa pindah angkutan jurusan Cagak – Tanjung Siang, lalu turun di Desa Gardusayang. Perjalanan dilanjutkan dengan ojek ke Desa Mayang, atau bisa langsung ke Kampung Cibago.

Namun, setelah menaiki kendaraan apa pun, Anda tetap harus berjalan kaki dari Kampung Cibago dengan jarak kurang lebih 5 (lima) kilometer. Ada dua rute yang bisa Anda lalui, yaitu melewati jalan setapak dengan tanah yang sempit melalui gunung atau melalui persawahan tempat orang-orang bertani namun jalur jalannya tidak begitu jelas. Katanya, waktu tempuh yang dibutuhkan adalah sekitar 2 (dua) jam, namun sepanjang perjalanan melalui rute persawahan ini Anda akan dimanjakan dengan hamparan terasering sawah dan hijaunya hutan lebat nan asri. Track yang dilalui cukup kecil, berbatu, dan terjal, sehingga Anda harus berhati-hati, dan Anda sangat disarankan untuk menyewa tour guide sebagai teman perjalanan Anda.

Harga Tiket Masuk Objek Wisata

Berapa sih tiket masuk yang ditawarkan? Untuk pergi ke kawasan curug hanya sekedar menikmati keindahan alam, Anda tidak perlu merogoh kocek lebih banyak, karena cukup membayar tiket sebesar Rp 10.000,- untuk setiap orangnya, ditambah uang parkir motor sebesar Rp 3.000,- atau uang parkir mobil sebesar Rp 5.000,-.

Namun, jika Anda sekalian ingin melakukan camping di kawasan curug, Anda harus merogoh kocek lebih banyak lagi sekitar Rp 20.000,- per orang. Selain itu, air terjun ini dapat diakses setiap hari selama 24 jam, namun jika Anda ingin menikmati sejuknya udara pegunungan yang lebih maksimal, datanglah di pagi hari.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Curug Cileat

Lalu, apa saja aktivitas yang menarik untuk dilakukan bagi para wisatawan? Berikut ini beberapa kegiatan seru yang bisa Anda lakukan.

1. Bermain Air dan Mandi di Kolam Alami

Tak jarang banyak wisatawan yang merasa sangat menikmati sejuknya air terjun Curug Cileat hanya dengan berdiri di bawah air terjun, atau bahkan sambil berendam dan bermain air di bawah pancuran curug. Namun Anda perlu berhati-hati, karena terdapat banyak bebatuan dan bisa jadi debit air melonjak kapan saja, sehingga dapat membahayakan Anda yang sedang bermain air di kawasan tersebut.

Konon, orang-orang percaya bahwa jika Anda mandi di bawah air terjun yang murni tersebut, maka mandi tersebut dianggap dapat dijadikan terapi bagi kesehatan, misalnya membuat kulit menjadi lebih sehat. Terlebih lagi, di sekitar curug terdapat suatu papan bertuliskan “A(t)STROUNOT”, yang mana kepanjangannya adalah “Air Terjun, Sejuta Tetesan Rinai dan Oksigen NAtural Untuk Terapi”. Wah, keren ya, kirain astronot luar angkasa. Sehingga Anda bisa refreshing menghilangkan penat dengan mandi di sana agar tidak mudah stress.

2. Camping di Sekitar Curug

Selain bermain air dan mandi di curug, agar lebih terasa leluasa dalam menikmati liburannya, Anda juga dapat berkemah di sana, alias menginap layaknya di hotel atau kos teman, apalagi jika tempat wisata yang Anda kunjungi jauh dari rumah. Mengapa bisa dijadikan tempat berkemah atau bermalam? Karena di sekitar curug ini terdapat area camping yang mana dulunya merupakan tempat tinggal warga sekitar. Tempat berkemahnya berada di Cimuncang Pasir, yaitu pesawahan terakhir sebelum Curug Cileat.

3. Hunting Foto

Bagi Anda yang senang mengabadikan momen, rasanya tidak afdal jika Anda tidak mengabadikan momen-momen indah di sekitar kawasan curug. Di sini juga terdapat banyak spot foto indah berlatar keindahan alam hijau nan asri yang bisa dijadikan lokasi mengambil foto/gambar. Anda bisa berfoto di bawah curug yang mengalir deras. Meskipun tidak terdapat tempat untuk berfoto secara khusus, tetapi dijamin Anda akan merasa bahagia ketika mengunjungi curug yang menawan.

Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Wisata

Nah, apa saja fasilitas yang tersedia di Curug Cileat? Sayangnya, karena kawasan yang terbilang sempit, sehingga tidak banyak fasilitas yang disediakan untuk mendukung pengunjung. Terlebih lagi area parkir yang ada di sekitar Kampung Cibogo hanya dapat menampung beberapa kendaraan roda dua dan roda empat.

Namun, fasilitas-fasilitas yang disediakan di kawasan Curug Cileat bisa Anda nikmati ketika Anda sedang melakukan perjalanan untuk sampai ke curug itu tersendiri! Sepanjang perjalanan, Anda akan menemukan sebuah mushola yang nyaman digunakan sebagai tempat beribadah, toilet jika Anda ingin buang air kecil, serta beberapa warung jika Anda ingin menyantap makanan dan minuman jika merasa kelaparan dan kehausan.

Selain itu, juga tersedia beberapa bilik (gazebo) atau pos istirahat, di mana Anda bisa beristirahat jika Anda merasa lelah, serta terdapat aliran sungai dan sumber mata air pegunungan di beberapa titik yang dapat memuaskan hasrat dahaga Anda.

Bagi Anda yang suka berpetualang atau sekedar berwisata, silakan mengunjungi Curug Cileat yang menawan di Subang. Kunjungi tempat wisata super kece ini, dan nikmati sensasi keindahannya yang akan memukau mata siapapun yang memandangnya. Bisa jadi pengalaman liburan Anda disana lebih menyenangkan.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website javatravel.net. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”