Curup Gangsa, Surga Yang Tersembunyi di Pedalaman Lampung

ulinulin.com

Alamat: Kotaway, Kasui, Kabupaten Way Kanan, Lampung 34767Map: Klik DisiniHTM: Rp.5.000 per OrangBuka Tutup: 08.00 – 18.00

Way Kanan adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung yang lokasinya berada di bagian paling utara dan berbatasan dengan Kabupaten Oku Timur, Sumatra Selatan.

Mungkin banyak belum tahu, bahwa di bumi petani ini banyak sekali obyek liburan yang tidak tergarap dengan optimal.

Mulai dari objek wisata alam hingga tempat kultur seperti kampung-kampung tua yang masih konsisten eksis dengan keragaman tradisinya.

Liburan ke Curup Gangsa adalah perjalanan panjang untuk menemukan “surga” tersembunyi di pedalaman Lampung dan jalur yang dilalui pun lumayan curam.

Sepanjang perjalanan, pepohonan rimbun tersembul dan aneka tanaman seperti kebun kopi, lada dan lainnya juga banyak ditemukan disini.

Perkampungan khas pedesaan sepi terlihat di sini dan jejeran rumah pentas suku Semendo juga hadir menghiasi sebagian wilayah kampung tersebut.

Semuanya berpadu menjadi komponen yang tidak terpisahkan menuju wilayah liburan Curup Gangsa.

Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Baradatu yang menjadi pusat ekonomi di Way Kanan ini memerlukan waktu sekitar 4 jam perjalanan.

Dari Baradatu kita melanjutkan perjalanan menuju desa Kota Way, dimana daerah air terjun Curup Gangsa berada.

Cuma memerlukan waktu sekitar 1,5 jam kita akan tiba di obyek Air Terjun Curup Gangsa karena jalur dari desa Kota Way menuju Curup Gangsa mulus dan tidak banyak tikungan.

Air terjun Curup Gangsa bersumber dari patahan sungai Way Tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur lewat sebagian desa di Kasui seperti Tanjung Kurung dan Lebak Peniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjung Raya.

Aneka keperluan dapat diperoleh dengan mudah disini sebelum tiba di Curup Gangsa baik itu makanan maupun kudapan.

Setelah dari Blambangan Umpu, Ibukota kabupaten Way Kanan, jarak menuju Curup Gangsa berkisar 40 km.

Objek ini bisa ditempuh dengan memakai kendaraan roda empat. Tapi, sepertinya roda dua lebih menantang dan menyenangkan.

Panoramanya pun sungguh luar biasa dimana air terjun berpadu dengan hijaunya hutan di lereng pegunungan.

Untuk merasakan debur sungai dan derasnya curup Gangsa kita harus menuruni 67 anak tangga.

Ketinggian air terjun ini ± 50 m dengan lebar pematang air sekitar 20 meter. Di sisi lain ada juga air terjun kecil yang terpisah namun masih dalam satu wilayah.

Panorama curup tersebut benar – benar menakjubkan kalau kita lihat dari aliran sungai.

Banyak sekali batu-batu besar bertebaran di sepanjang sungai,l sehingga pemandangan secara keseluruhan terlihat sangat menakjubkan.

Lokasinya yang berada di tempat perbukitan benar-benar sesuai untuk liburan adventure, memancing, berenang maupun kegiatan air lainnya.

Konon, nama ‘Gangsa’ berasal dari legenda masyarakat setempat yang artinya bunyi gemerincing air terjun ini bagaikan bunyi seruling Gangsa.

Seruling Gangsa sendiri adalah seruling bambu yang umum diterapkan oleh masyarakat pada masa lalu.

Nah, dari bunyi inilah nama Curup Gangsa kemudian disematkan pada air terjun yang masih natural tersebut.

Rute Perjalanan

Jika dari Kota Bandar Lampung, Kalian dapat menuju ke arah Kabupaten Way Kanan. Perjalanan yang ditempuh menghabiskan waktu sekitar 4- 5 jam tergantung laju kendaraan.

Kalau sudah tiba Kabupaten Way Kanan, Kalian dapat bertanya dengan masyarakat sekitar bagaimana cara menuju ke arah Kota Badaratu dan pasar kasui.

Di sepanjang perjalanan Kalian akan merasa terhibur karena pemandangan perkampungannya seolah seperti di Bali yang mana tiap rumah mempunyai pura – pura dengan hiasan menawan di halamannya masing-masing.

Kalau sudah melewati kampung ini, Kalian akan berjumpa dengan Pasar Kasui. Dari desa ini jaraknya ke Curup Gangsa sekitar 5 Km saja.

Dalam perjalanan kali ini jalanan yang akan dilalui tak cukup mulus, karena ada banyak lubang-lubang ditemui.

Sesudah tiba di Air Terjun Curup Gangsa, rasa lelah tergantikan dengan rasa bahagia melihat panorama menawan.

Selain itu, di sini Kalian dapat mendaki puncak batu bukit yang diatasnya terdapat pura sakral bagi masyarakat hindu di desa tersebut.

Bukan hanya itu saja, ada juga kentongan yang dihormati oleh masyarakat setempat. Para pengunjung dilarang untuk memukulnya.

Kalau melanggar maka dibutuhkan ayam hitam sebagai persyaratan permohonan maaf atas tindakannya memukul kentongan tersebut

Namun di balik peraturan dan kisah pura tersebut kita akan dimanjakan panorama yang menawan dengan panorama bukit Munggur.

Jika sudah puas bermain di Air Terjun Curup Gangsa dan ingin berkunjung ke Puncak Batu, ada biaya tiket tambahan yang harus dibayar.

Harga Tiket Masuk

Untuk masuk ke wilayah Curup Gangsa pada hari libur atau hari – hari besar, Kalian cukup membayar Rp 5 ribu saja per orang.

Tapi kalau Kalian berkunjung pada hari biasa, tak akan dipungut tarif sepeserpun alias gratis.

Tapi mengingat semakin ramainya pengunjung dan minimnya fasilitas serta tak terawatnya lokasi obyek ini, mungkin retribusi atau karcis masuk pengunjung rasanya perlu demi pengelolaan yang lebih bagus lagi.

Di samping itu, banyak semak-semak dan rumput liar, cukup mengganggu perjalanan menuju lokasi air terjun tersebut.

Sebenarnya fasilitas tangga sudah ada namun sayangnya tak terurus. Bahkan untuk ruang ganti dan tempat sekedar berteduh juga telah disediakan walau hanya berupa gubuk-gubuk kecil.

Warga sudah minta bantuan dari pemerintah untuk lebih mengoptimalkan dan memfasilitasi objek ini, tapi sampai sekarang pemerintah setempat belum memberikan respon.

Tangga menuju ke air terjun ini bahkan bukan bantuan pemerintah maupun masyarakat sekitar melainkan buatan bangsa Belanda yang dahulu pernah membuat PLTA disekitar daerah tersebut.

Namun setelah mengalami kegagalan, PLTA diserahkan kepada masyarakat dan akhirnya tangganya pun dimanfaatkan sebagai jalan menuju air terjun.