DP 0 Persen Diperbolehkan, Konsumen Toyota Lebih Suka DP Normal

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2019/04/19/f8286LtF/membeli-mobil-1489.jpg”>

80 persen pembelian mobil di Indonesia dengan cara kredit

PT Toyota Astra Motor (TAM) mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperbolehkan leasing menerapkan kebijakan DP 0 persen atau tanpa uang muka untuk kredit kendaraan bermotor. Hal tersebut dianggap positif sebagai upaya meningkatkan penjualan otomotif secara nasional baik mobil maupun sepeda motor.

Meski demikian, TAM berharap pasar otomotif tidak terlalu bergantung pada kebijakan ini karena fakta yang ada konsumen Toyota sendiri lebih suka DP normal ketimbang DP 0 persen. Alasan hampir sama, mereka khawatir gagal di tengah jalan karena angsuran yang cukup besar. “Minimal 20-30 persen, karena beban cicilannya yang akan besar, jadi kebanyakan mereka pilihannya uang muka normal,” tutur Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto seperti dikutip dari Kompas, (18/4/2019).

Konsumen Toyota lebih suka DP normal dari pada DP 0 persen

Seperti diketahui, OJK mengatur kewenangan kredit dengan DP 0 persen lewat Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang ditetapkan tanggal 27 Desember 2018 lalu.

Pada Pasal 20 ayat 1 disebutkan kalau kebijakan kredit DP 0 persen boleh diterapkan perusahaan pembiayaan dengan syarat dan kriteria tertentu. Meski demikian, dari kata kalimat yang tertulis aturan ini hukumnya tidak wajib. Boleh diterapkan boleh juga tidak, tergantung kebijakan dari perusahaan itu sendiri. Berikut petikan pasal 20 ayat 1 tersebut:

Pasal 20(1) Perusahaan Pembiayaan yang memiliki Tingkat Kesehatan Keuangan dengan kondisi minimum sehat dan mempunyai nilai Rasio NPF Neto untuk pembiayaan kendaraan bermotor lebih rendah atau sama dengan 1% (satu persen) dapat menerapkan ketentuan besaran Uang Muka Pembiayaan Kendaraan Bermotor kepada Debitur sebagai berikut:a. bagi kendaraan bermotor roda dua atau tiga, paling rendah 0% (nol persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan;b. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Investasi, paling rendah 0% (nol persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan; atauc. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk Pembiayaan Multiguna, paling rendah 0% (nol persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”