Fakta Soal Perubahan Payudara Selama Hamil dan Menyusui

ulinulin.com

    13SHARES

Ibu Menyusui

Dream – Seorang ibu mengalami perubahan yang masif selama hamil maupun pasca persalinan. Perubahan tersebut bisa berupa emosional, mental, maupun fisik.

Salah satu perubahan fisik yang dialami para ibu di masa kehamilan adalah ukuran payudara yang membesar.

Beberapa ibu mengalami rasa tak nyaman dan kehilangan kepercayaan diri karena bentuk payudara selama menyusui. Perubahan payudara memang cukup drastis saat hamil hingga setelah melahirkan. Ketahui fakta-faktanya.

Hormon berperan besarSelama masa kehamilan, hormon bersirkulasi ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan perubahan pada payudara yang ‘bersiap’ untuk menyusui bayi. Hormon, yaitu estrogen dan progesteron meningkat tajam pada awal kehamilan. Hormon-hormon ini merangsang kelenjar susu dan saluran susu payudara ibu hamil. Akibatnya, ukuran payudara dapat meningkat.

Ukuran payudaraUkuran payudara akan menjadi lebih besar selama kehamilan, dan menetap selama beberapa waktu setelah bayi lahir. Membesarnya payudara tergantung pada genetik dan keturunan, serta menyusui atau tidak.

Semua hal ini disebabkan oleh hormon, dan tidak bisa dikontrol. Menjaga berat badan agar tetap terkendali memungkinkan untuk menjaga payudara untuk tidak bertambah besar, tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi hormon.

Puting jadi lebih gelap

Salah satu perubahan pada payudara selama masa kehamilan adalah puting yang lebih menonjol dan benjolan yang mengeliling areola. Benjolan itu disebut dengan nama tuberkel Montgomery, fungsinya mengeluarkan minyak yang bisa membantu menangkal bakteri.

Lebih lanjut, hormon dapat merangsang sel penghasil pigmen, sehingga puting dan areola kemungkinan menjadi lebih gelap. Terutama jika kulit sang ibu berwarna gelap. Kondisi puting akan kembali seperti semula beberapa bulan setelah melahirkan.

Payudara Tidak SimetrisPayudara merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif terhadap hormon. Jika bentuk payudara pada dasarnya tidak simetris, maka sisi yang lebih kecil akan kurang menerima hormon karena jaringan payudara lebih sedikit, sehingga kedua payudara tidak akan tumbuh pada tingkat yang sama selama kehamilan.

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Parents

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website dream.co.id. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”