Fitur Pada Mitsubishi Pajero Sport Ini Membantu Banget Saat Mudik

ulinulin.com – BANDUNG – Sebagai bagian dari program LEBARAN DRIVE 2022 yang dihelat oleh OTO Media Group, saya kebagian mengemudikan Mitsubishi Pajero Sport varian Dakar Ultimate 4×2. Atau varian termahal kedua dalam line-up SUV Pajero Sport yang dibanderol dengan harga Rp 645-an juta rupiah.Perjalanan mudik yang kami rencanakan adalah ke Bandung, lanjut ke Purwokerto, Jawa Tengah dan setelah itu melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Dengan total jarak yang bakal ditempuh 1.150 km dengan tempat duduk terisi adalah 5 orang.

Bagaimana fitur Forward Collision Mitigation System (FCM) bekerja?

Apa saja fitur safety dan security yang terdapat pada Mitsubishi Pajero Sport?

Dalam kondisi traffic yang padat seperti musim mudik dan liburan Idul Fitri seperti sekarang, dibutuhkan kendaraan yang mumpuni. Apalagi mengingat perjalanan yang kami bakal tempuh cukup jauh dengan ragam kota yang bakal kami lewati dan singgahi. Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 4×2 yang kami kemudikan memiliki satu fitur yang sangat berguna di kala traffic seperti musim mudik sekarang ini. Fitur tersebut diberi nama Forward Collision Mitigation System (FCM).

Di dalam kerjanya, fitur safety Forward Collision Mitigation (FCM) membantu pengemudi yang lengah ketika di depan ada kendaraan namun pengemudi tidak mengurangi kecepatan atau menginjak rem. Dalam kondisi ini, FCM akan melakukan peringatan dengan sinyal suara. Lebih lanjut, apabila pengemudi masih tidak ada respon maka FCM akan memberikan sinyal suara ditambah pelambatan atau pengereman perlahan secara otomatis. Apabila pengemudi masih belum ada respon (dianggap tertidur) maka secara otomatis mobil akan melakukan pengereman.

Dalam perjalanan menuju Bandung, beberapa kali FCM memberikan peringatan kepada pengemudi. Jarak sensor FCM bekerja dengan mobil depannya bisa diseting. Bisa diseting dengan jarak peringatan agak jauh, jarak medium atau dekat. Saya memilih jarak yang jauh agar kalau lengah saya bisa cepat mengambil antisipasi.

Mengemudikan mobil dalam kondisi traffic mudik membutuhkan effort yang lebih. Selain sering mendapat gangguan traffic dari luar, kita juga harus mengantisipasi kendala dari internal penumpang itu sendiri. Misalnya dari anggota keluarga yang ikut , anak-anak yang masih kecil atau usianya masih remaja. Dan saya menyadari, meskipun konsep Lebaran Drive 2022 tidak jauh dari Test Drive rutin yang kami lakukan, effortnya lebih tinggi dari biasanya.

Cara kerja FCM

Beberapa kali saya terdistraksi oleh kendala internal atau pun eksternal, namun berkat fitur FCM, saya bisa cepat-cepat mengambil antisipasi. Fitur tersebut memberikan warning berupa bunyi bip beberapa kali dan tanda peringatan ‘REM’ yang tertulis dalam huruf besar lalu dihighligt dengan warna kuning di cluster meter LCD Meter 8 inci dengan tampilan berwarna.

LCD Meter yang diadopsi adalah model terbaru dan berukuran besar. Pengemudi dapat lebih leluasa dan lebih jelas melihat tanda peringatan ‘REM’. Tampilan desain LCD meter juga bisa diubah-ubah sesuai selera karena terdapat tiga pilihan tampilan desain dan informasi pada layar cluster meter.

Ketika bunyi bip terdengar, pengemudi yang lengah langsung tersadar dan melihat di cluster meter tertera tanda ‘REM’, lalu Ia cepat melihat kondisi jalan di depan, kemudian dengan sigap segera melakukan pengereman. Pengemudi bisa menghindari potensi benturan dengan mobil yang ada di depannya.

Fitur ini dirasakan sangat berguna membantu meringankan effort pengemudi dalam melihat kondisi lalu lintas sekitar. Terutama kondisi traffic mudik yang tidak konsisten di sepanjang jalan. Kadang-kadang stop and go, lalu tiba-tiba padat dan tiba-tiba lancar. FCM sangat membantu sehingga perjalanan mudik terasa lebih aman dan nyaman.

Fitur Ultra Mis-Acceleration Mitigation System (UMS)

Untuk mensuport kerja FCM, Mitsubishi Motors juga menghadirkan fitur safety Ultra Mis-Acceleration Mitigation System (UMS). Selain tersedia di Pajero Sport, FCM dan UMS juga terdapat di New Triton, Eclipse Cross dan Mitsubishi Outlander PHEV.

Fitur UMS ini berupa sensor radar terintegrasi yang secara otomatis mengirim sinyal jika ada hambatan yang terdeteksi, baik di depan atau belakang kendaraan. Fitur UMS ini memiliki empat sensor di depan dan 4 sensor di belakang. Jadi, jika sistem membaca pengendaranya salah injak pedal, maka sistem UMS ini secara otomatis akan membatalkan akselerasi. Output mesin juga akan secara otomatis dikontrol oleh UMS bila Anda secara tiba-tiba tanpa sadar menginjak pedal gas atau mempercepat kendaraan.

Bagaimana kita mengetahui UMS itu aktif atau tidak? Syaratnya adalah gas bukan diinjak pelan-pelan. Fitur bekerja kalau pengemudi panik dan mau injak rem mendadak, eh yang diinjak malah pedal gas, sensornya baru bekerja. Sistem akan secara otomatis meng-cancel akselerasi mobil. Output mesin akan secara otomatis dikontrol oleh UMS sehingga mobil tidak akan melaju kencang. Fitur akan bekerja jika kita secara panik melakukan akselerasi yang tidak diharapkan baik untuk maju maupun mundur.

Ya, tapi untungnya selama perjalanan mudik ke Bandung, saya tidak pernah salah menginjak pedal gas atau pun rem dan tidak pernah terjebak dalam situasi kepanikan. (EKA ZULKARNAIN)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”