Goa Cerme, Goa Bersejarah yang Penuh Mistis di Bantul Jogja

ulinulin.com – Yogyakarta seolah tidak pernah habis menawarkan destinasi wisata. Terutama di kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang punya beragam tujuan wisata. Salah satu dari sekian banyak destinasi wisata adalah wisata religinya Goa Cerme. Konon, kata ‘cerme’ yang dipakai sebagai nama untuk goa ini berakar kata dari ‘ceramah’ yang berarti sebuah pembicaraan.

Menurut kisah yang beredar, goa di kabupaten Bantul ini seringkali dikait-kaitkan dengan keberadaan Walisongo. Walisongo memang mengunjungi banyak daerah di Pulau Jawa untuk menyebarkan agama Islam. Dulunya, goa ini dipakai oleh wali dalam rangka pertemuan atau membicarakan berbagai hal tentang Islam dan tata cara penyebarannya.

Daya Tarik yang Dimiliki Goa Cerme

1. Wisata Alam yang Memanjakan Mata

Selain kaya dengan cerita dari latar belakang sejarah, goa cantik ini juga punya daya tarik yang akan memanjakan mata para pengunjung. Bagi anda yang kebetulan melancong ke daerah Bantul, Yogyakarta goa cantik ini bisa jadi pertimbangan untuk disinggahi. Informasi tentang daya tarik berikut pastinya akan sangat berguna bagi anda yang berencana datang ke sana.

Berada pada ketinggian kurang lebih sekitar 500 mdpl, Goa Cerme ini menawarkan banyak hal menarik. Salah satunya keindahan air terjun dan sungai bawah tanah yang nampak begitu memanjakan mata para pengunjung. Goa indah ini juga memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer. Satu mulut goa berada di Bantul, sementara untuk pintu lainnya di Gunungkidul.

Dengan kedalaman kurang lebih 750 meter termasuk sebagai goa yang cukup panjang dan dalam. Untuk mencapai dasar goa, pengunjung harus meniti sebanyak 760 anak tangga. Di dalam goa, terdapat air yang menggenang dengan kedalaman kurang lebih 1 sampai 1,5 meter. Oleh sebab itu, pengunjung tetap berhati-hati saat melewatinya.

2. Peninggalan Sejarah

Di samping wisata alam yang menjanjikan dan memanjakan mata. Terdapat pula banyak peninggalan sejarah pada ruangan di bagian dalam Goa Cerme. Di antaranya ada situs bernama gamelan kahyangan, batu hilang, panggung pertemuan, air suci sembilan zam-zam, watu kaji, pelungguhan atau paseban, dan beberapa peninggalan sejarah lainnya.

Ada juga batu padi yang konon pada dahulu kala terdapat pusaka berbentuk kubah emas. Lalu di tahun sekitar 1965, pusaka kubah emas tersebut hilang secara misterius. Konon, tidak bisa sembarang orang dapat mengambil benda pusaka itu. Pusaka sakti itu hanya bisa diambil oleh orang sakti dengan tingkat religius yang tinggi.

3. Wisata Religi

Selain tempat wisata jasmani, Goa Cerme menawarkan wisata rohani dengan berbalut mistis. Jika anda berkunjung ke tempat ini, tidak perlu heran saat melihat sesajen atau bau kemenyan. Mengingat hingga kini masih banyak orang yang percaya dengan hal yang berbau mistis. Sehingga masih banyak juga yang mencoba bertapa di kawasan ini.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Goa religi ini tepatnya berada di dua wilayah sekaligus. Untuk bagian pintu masuk terletak di Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Sementara itu, di Ploso, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta merupakan pintu keluar Goa Cerme.

Lokasi goa dapat dijangkau sekitar 20 km dari pusat Kota Yogyakarta di sisi selatan. Untuk rute atau perjalanan jika anda dari terminal Giwangan bisa lewat jalan Imogiri Timur. Anda akan menjumpai petunjuk arah ke goa wisata ini. Namun jika anda memakai transportasi umum dari terminal Giwangan cukup naik angkutan saja dengan rute perjalanan dari Jogja, lalu Imogiri kemudian Cerme.

Setelah sampai, maka lanjutkan perjalanan anda dengan jalan kaki ke lokasi objek wisata di Bantul, Yogyakarta ini. Anda hanya tinggal mengikuti petunjuk arah yang telah tersedia hingga sampai di air terjun. Jika sudah menemui air terjun, anda akan berjumpa tanjakan yang cukup tajam. Oleh sebab itu, sebaiknya anda sedang fit jika ingin berkunjung ke lokasi.

Harga Tiket Masuk Goa Cerme

Untuk memasuki objek wisata Goa Cerme, pengunjung dikenakan biaya masuk sekitar Rp 3.000 setiap orang. Sementara itu, biaya parkir tempat ini mulai Rp 2.000 untuk kendaraan motor dan Rp 5.000 untuk para pengguna mobil. Di samping itu, pengunjung bisa menyewa perlengkapan lain seperti headlamp sebesar Rp 5.000 dan jasa pemandu wisata seharga Rp 30 ribuan.

Objek wisata Bantul ini sudah mulai beroperasi sejak pukul 07.00 sampai 18.00 petang setiap hari. Anda bisa berkunjung di hari biasa sampai akhir pecan maupun saat hari libur Nasional. Jadi Anda tidak perlu ragu jika memiliki waktu luang di akhir pekan. Setiap pengunjung bisa bebas datang kapanpun saja sesuai dengan jam operasi yang telah ditetapkan.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Goa Cerme

1. Mengamati Pemandangan Air Terjun

Salah satu aktivitas seru yang bisa dilakukan oleh pelancong ketika berada di dalam goa yaitu menikmati keindahan air terjun. Air terjun yang dimaksud bukan air terjun yang ada di luar sisi goa, uniknya air terjun itu berada di dalam Goa Cerme. Sangat cocok untuk anda yang menyukai aktivitas outdoor yang menantang.

2. Stalaktit dan Stalagmit di Goa Cerme

Dengan panjang goa yang mencapai 1,5 km, goa di kabupaten Bantul ini punya banyak stalaktit dan stalagmit yang unik. Keberadaan stalaktit dan stalakmitnya akan memanjakan wisatawan yang masuk ke dalam goa. Letak stalaktit dan stalagmit tidak terlalu jauh dari langit-langit goa jadi tantangan tersendiri, tetapi harus berhati hati saat masuk.

3. Melihat Goa-Goa Kecil

Pada bagian dalam Goa Cerme terdapat banyak goa kecil. Bentuk dan nama setiap goa itu berbeda-beda seperti, Watu Gilang dan Gedung Sekakap. Ada juga Grojogan Sewu, Watu Gantung, Air Suci, serta Air Penguripan. Menariknya, ada air yang mengalir dalam goa disebut yang dijuluki Air Zamzam karena punya khasiat bisa menyembuhkan penyakit.

4. Menjelajah Sungai Bawah Tanah

Sungai bawah tanah di goa wisata ini adalah salah satu aktivitas wisata yang cukup langka. Namun, lebih baik jika anda tidak mengunjungi saat musim hujan sebab biasanya volume aliran air sungai meningkat. Kedalaman air sungai pun berbeda-beda mulai dari seleher orang dewasa sampai sebetis orang dewasa.

Ketinggian langit-langit goa juga variatif, mulai dari kurang lebih tujuh meter sampai beberapa sentimeter tinggi dari permukaan air. Jangan aneh saat melangkah jauh ke dalam Goa Cerme, pengunjung kadang mesti jalan sambil nunduk. Bahkan harus berjongkok atau berenang dalam air karena langit-langit goa yang kian pendek dan menyempit.

5. Berburu Foto Instagramable

Goa dengan pemandangan alam ini menjanjikan latar yang indah. Bagi anda yang tertarik berburu foto instagramable mungkin akan cocok. Dinding goa dengan stalaktit atau stalakmit, air terjun yang menawan bisa menjadi latar untuk foto anda. Selain itu, anda bisa berswa foto bersama keluarga dengan pemandangan dalam goa.

Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Goa

Fasilitas pada destinasi wisata religi ini sudah cukup lengkap. Diantaranya ada pusat informasi, tempat pertemuan, persewaan untuk headlamp, jasa pemandu, warung, dan toilet. Jika anda sedang melancong ke daerah Bantul, Yogyakarta tentu disayangkan bila tidak berkunjung ke Goa Cerme.

Bagi anda yang kebetulan tidak membawa bekal, tidak perlu khawatir karena warung yang ada menyediakan bergabagai jenis sajian kuliner. Selain itu, terdapat penginapan yang dapat anda tinggali bersama keluarga, pasangan atau saat melancong sendiri. Harga penginapan cukup terjangkau dan aksesnya tidak begitu jauh dari objek wisata.

Goa Cerme merupakan tempat yang menawarkan banyak atraksi dan aktivitas menarik. Berwisata secara jasmani sekaligus bisa melakukan pendalaman rohani dengan bertapa di area goa. Goa yang kaya akan kisah sejarah, dengan pemandangan yang memanjakan mata tentu sayang untuk dilewatkan begitu saja.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website javatravel.net. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”