Hipotermia: Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengatasinya

ulinulin.com – Hipotermia adalah gangguan medis yang terjadi ketika suhu tubuh menurun drastis.

Suhu tubuh normal manusia berada di kisaran 37 derajat celcius. Sedangkan mereka yang mengalami hipotermia mengalami penurunan suhu tubuh hingga di bawah 35 derajat celcius.

Ketika suhu tubuh turun, jantung, sistem saraf, dan berbagai organ tubuh lainnya tidak bisa bekerja secara normal.

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa menyebabkan gagal jantung dan masalah pernapasan yang berujung pada kematian.

Penyebab

Gejala pertama yang dialami penderita hipotermia antara lain adalah menggigil kediginginan.

Selain itu, beberapa gejala yang biasa dialami penderita hipotermia antara lain:

  • gemetar
  • bicara cadel atau berguman
  • napar lambat dan dangkal
  • denyut nadi melemah
  • koordinasi tubuh trganggu
  • mengantuk atau energi melemah
  • kebingungan atau kehilangan memori
  • hilang kesadaran.

Sayangnya, penderita hipotermia biasanya tidak menyadari kondisinya karena gejalanya sering dimulai secara bertahap.

Penderita hipotermia juga seringkali mengalami kebingungan yang menyebabkan mereka melakukan hal-hal membahayakan nyawa.

Penyebab

Melansir Mayo Clini, hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang dihasilkannya.

Penyebab hipotermia yang paling umum adalah paparan kondisi cuaca dingin atau air dingin.

Memakai pakaian yang terlalu tipis di lingkungan yang dingin juga bisa memicu hipotermia.

Selain itu, beberapa kondisi yang bisa memicu hipotermia antara lain:

  • memakai pakaian basah saat cuaca dingin
  • berada terlalu lama di lingkungan yang dingin
  • tinggal di ruangan yang dingin tanpa pemanas yang baik.

Cara mengatasi

Agar tidak membahayakan nyawa, penderita hipotermia harus segera mendapatkan pertolongan pertama.

Berikut pertolongan pertama yang bisa diberikan untuk pasien hipotermia:

  • memindahkan pasien hipotermia ke tempat yang hangat dan kering
  • lepaskan pakaian yang basah, selimuti seluruh tubuh penderita hipotermia
  • periksa pernapasan dan lakukan CPR jika pernapasan berhenti
  • lakukan kontak dari kulit ke kulit
  • Jika pasien masih sadar, berikan minuman hangat tanpa alkohol atau kafein.

Pencegahan

Orang yang sedang melakukan kegiatan pendakian rentan sekali mengalami hipotermia.

Agar hal ini tidak terjadi, kita harus melakukan persiapan sebaik mungkin.

Berikut tips mencegah hipotermia saat mendaki gunung:

  • memeriksa kondisi cuaca sebelum mendaki
  • mengenakan pakian berlayer yang terbuat dari wol, sutra, atau polypropylene karena bahan-bahan ini mempertahankan panas lebih baik daripada katun
  • gunakan topi atau syal teba di kepala
  • konsumsi kalori dalam jumlah yang cukup
  • hindari konsumsi alkohol.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”