Hyundai Creta Xpedisi Tanah Sumatra Telah Sampai Di Tujuan Akhir, Banda Aceh

ulinulin.com – ACEH – Perjalanan Hyundai Creta Xpedisi Tanah Sumatra akhirnya telah finis di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tim OTO Media Group telah sukses menyelesaikan perjalanan panjang selama sepuluh hari dengan menempuh total jarak tempuh 2.712 km dari Jakarta sampai ke kota Banda Aceh.

Berapa jarak yang ditempuh tim Hyundai Creta Xpedisi Tanah Sumatra?

Alhamdulilah, SUV/crossover Hyundai Creta varian Prime yang kami ‘siksa’ dapat menyelesaikan Xpedisi Tanah Sumatra tanpa kekurangan sesuatu apapun. Mesin aman, kaki-kaki aman, transmisi clear dan seluruh anggota tim pun senantiasa sehat setelah melewati lebih dari 40 kota yang terbentang dari bagian utara Pulau Sumatra sampai dengan bagian selatannya.

Terakhir kali kami mengisahkan perjalanan kami dari Kota Pekanbaru, Riau. Dari kota ini kami melanjutkan perjalanan menuju ke Barat ke arah Bukittinggi, Padang, Sumatra Barat. Kami sengaja tidak memilih rute lewat Pantai Timur Sumatra, melainkan memilih lewat Pantai Barat untuk sampai Banda Aceh. Karena dari daerah Danau Maninjau, kami ingin melewati Lubuk Basung dan Ladangpanjang terus ke Koto Padang.

Masuk ke Propinsi Sumatra Barat, perjalanan menjadi lebih mengasyikkan. Jalanannya mulus, perbukitan berkelok-kelok. Ranah Minang memang terkenal akan keindahan alamnya. Kami mengamini hal itu karena menjadi rute terindah yang kami lewati sejak dari Kota Lampung.

Kami menikmati secara langsung masakan Padang, yang biasa kami temui di Jakarta, di sumbernya langsung. Merasakan kelezatan Dendeng Batokok, gulai itiak, dendeng balado, kue sangko dan masih banyak lagi. Berhenti sejenak untuk ngopi setelah lelah mengemudikan mobil pun terasa berbeda di Ranah Minang. Pemandangan alamnya membebaskan dan bikin betah tak mau pulang.

Yang lebih mengasyikkan lagi, Hyundai Creta menjadi teman perjalanan yang memuaskan. Setelah tujuh hari perjalanan dari Jakarta sampai ke Padang, kami tak mengalami kendala sedikitpun dengan Hyundai Creta varian Prime yang menjadi tunggangan andalan kami. Begitu pun dengan Hyundai Creta varian Trend yang menjadi kendaraan support.

Kami merasakan semua kenyamanan yang ditawarkan Creta. Dari kabinnya yang lapang dan mewah, bagasinya yang luas, fitur entertainmennya yang menghibur selama perjalanan sampai fitur canggih Smartsense maupun Bluelink. Hyundai Creta menjadi teman yang sangat mumpuni dan dapat diandalkan selama Xpedisi Tanah Sumatra.

Danau Maninjau

Tunggangan jempolan dan pemandangan yang indah bikin kami betah meretas setiap kilometer putaran ban Creta Prime. Jalan utama lintas Sumatra diapit oleh tebing dan perbukitan memberikan pemandangan yang cantik. Apalagi pada saat kami melintasi Kelok 9 menuju Bukittinggi dan Kelok 44 menuju Danau Bukit Maninjau.

Danau Maninjau adalah sebuah danau kaldera di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Propinsi Sumatra Barat. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibu kota Sumatra Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi dan 27 kilometer (17 mi) dari Lubuk Basung, ibu kota Kabupaten Agam.

Danau ini membentang seluas 100 km persegi dengan kedalaman rata-rata 105 meter. Dengan luasnya tersebut, Maninjau menjadi danau terluas kesebelas di Indonesia. Saking eloknya Maninjau, Presiden Soekarno sampai-sampai membuatkan pantun yang terkenal ketika mengunjungi daerah itu awal Juni 1948.

Di sini juga lahir ulama-ulama hebat seperti Seperti Syekh Muhammad Amrullah, Syekh Abdul Karim Amrullah dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Daerah Maninjau juga menjadi tempat kelahiran tiga pahlawan nasional yakni Rasuna Said, Buya Hamka dan Muhammad Natsir.

Padang Sidempuan – Danau Toba

Lepas dari Maninjau, kami menuju Padang Sidempuan. Kami memilih untuk tidak kembali lagi melewati Bukittinggi. Melainkan memilih rute melewati Batu Kambing, Koto Padang dan Kelok Patah Kuburan Duo yang sepi. Mayoritas jalanannya kecil, beraspal mulus meski ada di beberapa titik rusak. Di sini lagi-lagi kami mencoba bagaimana kinerja suspensi dan kenyamanan Hyundai Creta. Keluar-keluar di Pasar Inpres Panti, Sumatra Barat, untuk bertemu dengan jalan utama lantas melanjutkan ke Padang Sidempuan.

Padang Sidempuan terkenal dengan julukan Kota Salak karena dikelilingi oleh perbukitan dan gunung yang menjadi kawasan perkebunan buah Salak. Merupakan kota terbesar di wilayah Tapanuli Selatan. Wilayah ini juga membuat kami amazing. Kami memilih menginap di Padang Sidempuan setelah menikmati ragam keindahan alamnya dan berlama-lama mengambil gambar di sini.

Selepas menginap di Sidempuan kami melanjutkan perjalanan menuju Aceh melewati Tarutung dan Sidikalang. Namun kami terlebih dulu menikmati Bukit Sibea-bea di tepi Danau Toba, danau alami berukuran besar di Indonesia yang berada di kaldera Gunung Supervulkan. Danau ini memiliki panjang 100 kilometer, lebar 30 kilometer, dan kedalaman 505 meter. Adalah danau terbesar di Indonesia dan danau vulkanik terbesar di dunia.

Selain keindahan Toba, kami pun menikmati rumah-rumah adat Sumatra Utara yang di beberapa titik masih dipertahankan oleh warganya. Indonesia memang negara yang kaya akan budaya. Sejak dari Lampung, kami disuguhi oleh kuliner dan budaya lokalan yang membuat kami tidak pernah merasa bosan. Coba kalau kita jalan-jalan di Eropa, dari ujung ke ujung, bentuk rumahnya sama saja. Di Sumatra, kami menemukan ragam bentuk bangunan dengan desain yang berbeda-beda.

Jujur, perjalanan ini membuat kami merasa kaya wawasan lingkungan. Wawasan kami tentang Keindonesiaan, tentang keberagaman dan kami menikmati semua itu. (EKA ZULKARNAIN)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”