Industri Kreatif: Mengenal Arti, Contoh Bidang, dan Sejarahnya

ulinulin.com – Mungkin, industri kreatif adalah istilah yang sudah sangat sering kamu dengar. Akan tetapi, sudahkah kamu memahami apa maksudnya?

Katanya, orang-orang yang bekerja dalam industri ini wajib memiliki daya cipta dan ide-ide cemerlang. Lantas, apakah orang yang tidak bekerja di dalamnya boleh tak memiliki semua itu?

Selain itu, apa saja sebenarnya pekerjaan yang masuk dalam ruang lingkup industri kreatif?

Tak perlu bertanya-tanya lagi, Glints sudah merangkum informasi lengkap soal industri ini, hanya untukmu.

Apa Itu Industri Kreatif?

© Freepik.com

Sebelum mengenal industri kreatif lebih dalam, mari kita mulai pembahasan dengan definisi.

Melansir situs resminya, pemerintah Skotlandia menyampaikan bahwa industri kreatif adalah industri yang didasarkan pada kreativitas, keterampilan, serta bakat.

Tak hanya industrinya sendiri, semua hal yang memiliki potensi untuk memiliki kekayaan intelektual juga masuk ke dalamnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Dikutip dari Kompas, pada tahun 2008, Departemen Perdagangan RI mendefinisikan industri kreatif sebagai industri yang memanfaatkan kreativitas.

Bukan hanya kreativitas, industri ini juga memanfaatkan keterampilan serta bakat dari seorang individu.

Nah, pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta ini nantinya diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan hingga lapangan kerja yang baru.

Industri kreatif sendiri memiliki tiga unsur, yakni:

    core creative industry, yakni industri utama yang memanfaatkan kreativitas

    backward linkage creative industry, yakni industri yang menjadi input dari core creative industry

    forward creative industry, yakni output dari core creative industry dan menjadi input untuk industri lainnya

Sejarah Singkat Industri Kreatif

© Freepik.com

Kamu telah memahami apa yang dimaksud dari industri kreatif, berikut unsur-unsurnya. Lalu, bagaimana industri ini bisa muncul?

Merangkum British Council dan UNESCO, sejatinya, akar dari industri kreatif adalah industri kultural, alias cultural industries.

Konsep industri kultural sendiri muncul pada 1949. Ia menggambarkan berbagai sektor teater, tarian, musik, film, seni visual, dan berbagai warisan budaya.

Nah, istilah industri kreatif baru muncul pada 1990-an. Ia muncul seiring dengan penggunaan istilah ekonomi kreatif.

Salah satu negara yang memperkenalkannya, Britania Raya, mendefinisikan industri kreatif sebagai pemanfaatan kreativitas, kemampuan, dan bakat untuk mendapatkan kekayaan dan membuka lapangan kerja.

Hingga saat ini, industri kreatif terus berkembang, seiring dengan perkembangan teknologi yang kian pesat.

Semua Industri Bisa Disebut Kreatif?

© Freepik.com

Kamu telah memahami bahwa industri kreatif adalah kegiatan pemanfaatan kreativitas sebagai pekerjaan yang berpenghasilan.

Nah, dengan definisi ini, muncul berbagai perdebatan terkait industri kreatif.

Pekerjaan industri kreatif sering kali dihubungkan dengan dunia seni. Pekerjanya berada di kantor yang memiliki nuansa artistik dan didesain dengan ciamik.

Padahal, kenyataannya tak selalu seperti itu.

Kreatif berarti melakukan suatu hal atau melihat peluang baru di luar kebiasaan banyak orang. Hal ini berarti, semua pekerjaan membutuhkan kreativitas.

Misalnya, seseorang dalam perusahaan telekomunikasi ingin menggabungkan konsep telepon rumah yang berkabel dengan konsep radio yang tak memiliki kabel.

Lewat cara pandang ini, muncullah HP.

Dengan cara pandang baru alias kreativitas, orang bisa menciptakan sesuatu di bidang teknologi, yang bukan merupakan bagian dari industri kreatif.

Hal ini disampaikan oleh Peter Murphy, Kepala dari School of Creative Arts, James Cook University, kepada The Conversation.

Dengan begitu, apakah semua industri bisa disebut kreatif? Pasalnya, semua pekerjaan tentu membutuhkan kreativitas dan daya cipta untuk menghasilkan sesuatu.

Meski ada perdebatan terkait hal ini, terminologi industri kreatif tetap merujuk kepada pekerjaan-pekerjaan di bidang seni, yang menyulap suatu kreativitas menjadi uang.

Bidang Pekerjaan Industri Kreatif

Setelah memahami apa itu industri kreatif, apakah kamu semakin tertarik untuk menjadi salah satu pekerjanya?

Ruang lingkup industri kreatif sendiri sangat luas. Ada berbagai macam karier yang bisa kamu pilih, di antaranya:

1. Desain

© Freepik.com

Pilihan karier pertamamu adalah di bidang desain, terutama desain visual. Tentu saja, mencipta visualisasi membutuhkan banyak kreativitas.

Pekerjaan di bidang ini juga bermacam-macam, mulai dari desain grafis, desain UI/UX, desain website, motion graphic, dan masih banyak lagi.

2. Fotografi dan videografi

© Freepik.com

Fotografi dan videografi adalah salah satu pekerjaan di bidang industri kreatif yang bisa kamu pilih.

Mereka yang bergerak di bidang kreatif ini umumnya ditugaskan untuk mengambil gambar dan video dari sebuah subjek.

Namun, inti dari pekerjaan mereka adalah untuk menangkap cerita di balik gambar serta video yang mereka ambil.

Dalam kata lain, mereka harus bisa membagikan kisah dari subjek yang ditangkap secara estetis.

Kamu yang lebih menyukai dunia kamera dan gambar bergerak bisa masuk ke dalamnya.

3. Penulisan

© Freepik.com

Pilihan karier di industri kreatif juga termasuk dunia tulis-menulis, lho! Kamu bisa menjadi penulis buku, blogger, editor, dan lain-lain.

Kadang, di perusahaan kemampuan menulis juga dibutuhkan untuk pekerjaan di bidang periklanan atau marketing. Misalnya, penulis dan editor untuk konten dengan SEO, atau copywriter.

4. Lainnya

© Freepik.com

Sejatinya, industri kreatif adalah salah satu sektor pekerjaan yang sangat luas. Tentu saja, pilihan profesi di atas hanyalah beberapa contoh.

Berikut ini merupakan sejumlah opsi bidang karier lainnya yang dapat kamu tekuni di dalam industri kreatif.

    Seni musik

    Seni pertunjukan

    Arsitektur

    Desain interior

    Desain fashion

    Fesain produk

    Software interaktif

    Perfilman

    Penerbitan

    Gaming

    Kesenian dan produk antik

    Pertelevisian

    Radio

    Kuliner

    Riset dan pengembangan desain

    Desain web

Industri Kreatif vs Ekonomi Kreatif

© Freepik.com

Terminologi yang sering dikaitkan dengan industri kreatif adalah ekonomi kreatif. Keduanya memang berkaitan, namun memiliki perbedaan.

Dikutip dari Kompas, Roberta Comunian dan Abigail Gilmore memiliki definisinya sendiri terkait ekonomi kreatif yang dituang dalam buku “Higher Education and the Creative Economy” (2016).

Menurut mereka, ekonomi kreatif merupakan konsep ekonomi baru. Konsep ini melibatkan informasi dan kreativitas, serta mengandalkan ide dan pengetahuan sebagai faktor produksi utama.

Lewat definisi ini, dapat disimpulkan bahwa ekonomi kreatif adalah lingkungan atau tempat di mana industri kreatif tumbuh.

Industri kreatif bisa dikatakan sebagai bagian dari ekonomi kreatif itu sendiri.

Itulah informasi soal industri kreatif dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk berkarier di dunia ini?

Jika demikian, memahami apa itu industri kreatif adalah langkah tepat untuk memulainya. Akan tetapi, masih banyak informasi lainnya yang harus kamu pelajari.

Tenang saja, kamu bisa mendapatkan itu semua secara langsung dengan mengunjungi kanal Prospek Karier Glints Blog.

Di sana, Glints sudah siapkan pembahasan seputar berbagai sektor industri dan pekerjaan yang terdapat di dalamnya khusus buat kamu.

Menarik bukan? Jangan sampai ketinggalan informasi. Yuk, baca berbagai artikelnya sekarang juga. Gratis!

Sumber

    Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif

    Go on then … what are the creative industries?

    What do we Mean by the Cultural and Creative Industries?

    What is the creative economy?

    Creative industries

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”