Ingin Melanjutkan Kuliah saat Bekerja? Simak 5 Tips Ini untuk Mengajukan Cuti

ulinulin.com – Untuk meneruskan kuliah pascasarjana ke S2 atau S3, tentunya kamu harus mengajukan cuti. Kecuali, kalau kamu mampu kuliah sambil bekerja.

Untuk mengajukannya pun bukan perkara mudah. Kamu membutuhkan persiapan yang matang sebelum mengajukan cuti kepada tempat kerjamu.

Agar kamu berhasil mendapatkan cuti, simak lima tips dari Glints berikut.

Cara Mengajukan Cuti untuk Kuliah S2 atau S3

1. Jelaskan rencana kuliahmu

© Freepik

Sebelum mengajukan cuti, cobalah berdiskusi dengan atasanmu mengenai rencana studimu. Keterampilan apa yang kamu butuhkan untuk karier? Apakah kamu dapat mengikuti kursus saja atau memang harus mengambil kuliah?

Jelaskan kepada atasanmu apa yang kamu rencanakan, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan apa manfaatnya bagi perusahaan.

Mendiskusikan rencana studi dengan atasan akan menempatkan kamu dalam posisi tawar yang kuat.

Menurut South College, sampaikan juga mengenai kebutuhan dan kekhawatiran kamu kepada atasan.

Kamu bisa menjelaskan alasanmu untuk melanjutkan kuliah serta berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya.

Jika kamu berniat untuk kembali bekerja setelah menyelesaikan kuliah, kamu bisa menyampaikannya kepada atasanmu.

Hal ini membuat atasanmu yakin bahwa kamu akan tetap menjadi bagian perusahaan setelah kuliahmu selesai.

2. Ketahui nilai dan risko yang kamu dapatkan ketika mengambil cuti

Dilansir dari Harvard Business Review, kamu harus mengetahui apakah rencana kuliahmu sesuai dengan nilai perusahaan.

Perhatikan tujuan jangka panjang yang dimiliki perusahaan dan bagaimana perusahaan akan terpengaruh jika kamu mengambil cuti.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah risiko yang harus kamu ambil ketika mengajukan cuti dalam jangka waktu yang cukup lama.

Perusahaan mungkin akan mempertahankanmu. Akan tetapi, jika kamu memegang posisi yang cukup penting di perusahaan, mungkin saja perusahaan akan sedikit keberatan untuk memberikan cuti yang cukup lama.

Selain risiko dari perusahaan, kamu juga harus memahami risiko pribadimu. Kamu mungkin saja akan kehilangan kesempatan karier ketika cuti.

3. Diskusi dengan orang yang berpengalaman

Jika di lingkungan kerjamu sudah ada orang lain yang pernah mengajukan cuti untuk melanjutkan kuliah S2 atau S3, cobalah berdiskusi dengannya.

Tanyakan hal-hal penting mengenai pengajuan cuti, seperti proses pengajuan cuti, atau berapa lama cuti yang didapatkan.

Akan tetapi, jangan khawatir jika sebelumnya tidak ada yang mengajukan cuti untuk melanjutkan kuliah. Kamu tetap bisa mengajukan cuti atau mendiskusikannya terlebih dahulu dengan bagian HR.

4. Pilihlah waktu yang tepat

© Pixabay.com

Sama seperti pengajuan cuti untuk kebutuhan lainnya, kamu juga harus memperhatikan waktu yang tepat untuk mengambil cuti. Kamu bisa mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan atasanmu.

Diskusikan berapa lama waktu cuti yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kuliahmu. Diskusikan juga mengenai kapan waktu yang tepat untuk memulai cuti agar tidak mempengaruhi pekerjaanmu dan tim.

5. Beri tahu jauh-jauh hari

Jika kamu telah mendapatkan lampu hijau dari atasan untuk mengajukan cuti, ajukanlah jauh hari sebelumnya. Waktu pemberitahuan pengajuan cuti sebaiknya diberikan paling lambat 30 hari sebelum waktu cutimu.

Mengajukan cuti jauh-jauh hari akan memberikanmu kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Selain itu, kamu juga bisa menyiapkan transisi pengalihan tugas kepada rekan-rekan kerjamu.

Dengan demikian, rekan timmu tidak akan kesulitan mengambil alih tanggung jawabmu di kantor.

Nah, itu dia lima tips untuk mengajukan cuti kuliah S2 atau S3.

Selain informasi ini, kamu bisa mendapatkan berbagai informasi dan tips mengenai cuti melalui newsletter blog Glints. Yuk, daftar!

Sumber

    Tips for Talking to Your Boss About Going Back to School

    How to Ask Your Boss for an Unpaid Leave to Travel, Study, or Spend Time with Family

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”